Marak Tagar #RakyatButuhDamai, Warganet Minta Prabowo - Jokowi Rekonsiliasi

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 25 April 2019 | 14:25 WIB
Marak Tagar #RakyatButuhDamai, Warganet Minta Prabowo - Jokowi Rekonsiliasi
Ramai tagar #RakyatButuhDamai (Twitter)

Suara.com - Pemungutan suara Pilpres 2019 telah selesai digelar pada 17 April pekan lalu, namun hingga kekinian, situasi panas dan tegang masih mewarnai proses rekapitulasi suara.

Karenanya, untuk menyudahi hal itu, warganet berbondong-bondong menyerukan tagas #RakyatButuhDamai di media sosial Twitter.

Pantauan Suara.com, Kamis (25/4/2019), tagar ini sempat berhasil menduduki posisi ketiga sebagai topik terhangat yang paling banyak dibicarakan di media sosial Twitter.

Berbagai dinamika politik yang terjadi selama Pilpres 2019 diakui oleh warganet sudah memuakkan.

Mulai dari salah input data yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan aksi klaim kemenangan yang dilakukan oleh pasangan capres.

Tak hanya itu, hasil quick count lembaga survei yang dianggap bohong, hingga berbagai ujaran dari elite partai yang dinilai semakin memperkeruh suasana politik di Indonesia, juga membuat warganet jengah.

Warganet mengakui berbagai kejadian yang terjadi selama Pilpres 2019 telah membuat tali persaudaraan merenggang. Mereka lanats berbondong-bondong menyuarakan tagar #RakyatButuhDamai agar situasi persatuan dan kesatuan di Indonesia kembali terjaga.

Bahkan, tak sedikit pula warganet yang menginginkan agar kedua pasangan capres yakni capres nomor urut 01 Jokowi dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dapat bertemu dan melakukan rekonsiliasi. Harapannya, kedamaian pasca Pemilu bisa dirasakan.

"Kami tunggu rekonsiliasi pak @jokowi dan pak @prabowo," kata @ch_chotimah.

"Enough is enough! Rakyat sudah jenuh dengan perseteruan terus menerus! Saatnya kembali damai dan menjalani kehidupan normal. Mari kita tinggalkan elite yang terus menerus memelihara perseteruan dan mengadu domba rakyat!" ujar @partaisocmed.

"Setiap perbedaan pendapat ataupun pertentangan politik hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan damai," ungkap @data_bicara.

"Setelah ribut-ribut kampanye Pilpres dan diakhiri dengan pencoblosan, maka kontestan pemilu dinyatakan berakhir. Pasca pemilu itu ya kembali bekerja seperti biasa jangan debat lagi, kita tunggu hasil KPU. Saatnya untuk adem," ungkap @titusopss.

"Lelah kami dibawa ribut terus, jangan bawa-bawa atas nama rakyat kalau tidak mau damai," ujar @g3mb3l4l1m.

"Berani berkompetisi harus siap kalah," kata @djokosoesilo8.

"Kami tak butuh presiden-presidenan, rakyat butuh adem," kata @gandarusacyti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Berkonflik karena Quick Count, Sandiaga: Saya Bersama Pak Prabowo

Bantah Berkonflik karena Quick Count, Sandiaga: Saya Bersama Pak Prabowo

News | Rabu, 24 April 2019 | 17:05 WIB

Karangan-karangan Bunga Lucu dari Amerika Serikat untuk Jokowi

Karangan-karangan Bunga Lucu dari Amerika Serikat untuk Jokowi

News | Rabu, 24 April 2019 | 13:48 WIB

Soal Aksi Boikot Nasi Padang, Sandiaga: Rendang Itu Juara Dunia

Soal Aksi Boikot Nasi Padang, Sandiaga: Rendang Itu Juara Dunia

News | Rabu, 24 April 2019 | 13:34 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB