Sebut BPN Lakukan Demokrasi Ugal-ugalan, TKN Kasihan pada Prabowo

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Jum'at, 26 April 2019 | 16:54 WIB
Sebut BPN Lakukan Demokrasi Ugal-ugalan, TKN Kasihan pada Prabowo
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (antara)

Suara.com - Tim Kampanye nasional (TKN) pasangan calon 01 Jokowi-Maruf mengaku kasihan pada capres 02 Prabowo Subianto karena pengaruh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Pernyataan itu disebutkan oleh Sekretaris TKN Jokowi-Maruf Hasto Kristiyanto.

Awalnya, pada program Mata Najwa, Rabu (24/4/2019) kemarin, Najwa Shihab meminta tanggapan dari Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia Yunarto Wijaya tentang dampak orasi kubu 02.

"Saya ingin minta tanggapan Anda, Totok, orasi-orasi seperti ini, apa dampaknya? "Tidak perlu tunggu 2 Oktober untuk pelantikan,"" kata Najwa Shihab.

Yunarto Wijaya lalu mengatakan bahwa tindakan para pendukung Prabowo itu malah sebenarnya menjerumuskan sang capres hingga kredibilitasnya menurun.

"Menurut saya apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut menjatuhkan kredibilitas Pak Prabowo, yang saya percaya punya jiwa konstitusional, sangat percaya dengan tahapan yang ada dalam demokrasi," ungkap Yunarto Wijaya.

"Tetapi pernyataan, seperti contoh, Amien Rais tadi mengatakan, ada empat quick count yang mengatakan memenangkan Prabowo. Itu data halusinasi, datanya tidak ada. Yang kedua pernyataan-pernyataan "Prabowo harus dilantik", "lembaga survei pasti salah"," tambahnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika itu kemudian menyarankan agar barisan pendukung Prabowo tidak menyeret capres junjungannya ke dalam permasalahan yang membuatnya kurang meyakinkan bagi publik.

"Jadi saran saya, bagaimana teman-teman terdekat di Pak Prabowo, jangan jerumuskan terlalu dalam Pak Prabowo dalam ungkapan-ungkapan protes yang saya sebut tadi, bukan kembang demokrasi, itu hama demokrasi," tegas Yunarto Wijaya.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso pun menyampaikan sanggahan terhadap komentar Yunarto Wijaya. Ia juga menyinggung tentang adanya kecurangan yang bersifat masif, terstruktur, sistematis, dan brutal dalam Pemilu 2019.

baca juga

"Itu bagian, warna-warna politik yang sudah menjadi kenyataan bagaimana," kata Priyo Budi Santoso. "Tapi menurut pandangan kita, dan saya tahu Pak Prabowo menyampaikan, kalaupun nanti takdir mengantarkan Pak Prabowo sebagai pemenang dalam real count KPU yang sah, kemudian beliau dilantik. Itu adalah sah pada tanggal yang menentukan itu."

Dirinya pun mengajak masyrakat untuk berpikir jernih dan tidak tinggal diam menghadapi persoalan terkait demokrasi.

"Nyatanya banyak para pejuang-pejuang demokrasi sekarang, kita kan geregetan sekali terhadap situasi hiruk pikuk yang luar biasa, kecurangan yang bersifat masif, terstruktur, sistematis, ugal-ugalan, dan brutal," sambungnya.

Setelah itu, Hasto Kristiyanto gantian membantah pernyataan Priyo Budi Santoso. Dirinya melempar balik tuduhan demokrasi ugal-ugalan itu pada BPN.

"Rakyat telah menunjukkan tradisi demokrasi yang baik, semua berjalan dengan aman, hanya elitenya yang kemudian mempersoalkan segala sesuatunya. Padahal, kalau Pak Priyo mengatakan terjadi kecurangan, tempuh saja lewat Mahkamah Konstitusi," jelasnya. "Kenapa kemudian harus mengatakan people power? Justru demokrasi yang ugal-ugalan yang seperti itu, maka mari kita kembali pada trek."

Hasto Kristiyanto juga mengaku sependapat dengan Yunarto Wijaya soal perilaku BPN yang merugikan Prabowo.

"Saya sependapat dengan Bung Yunarto, kita malah justru kasihan sama Pak Prabowo dalam situasi seperti ini," ujar Hasto Kristiyanto.

Ia menyayangkan upaya pendukung Prabowo dalam memenangkan paslon yang diusung dengan cara memprovokasi rakyat, yang menurutnya tidak sesuai mekanisme demokrasi.

"Ada mekanisme ke Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan gugatan, kenapa harus melakukan upaya memprovokasi rakyat dengan dasar klaim secara sepihak tadi atas kemenangannya?" tutur Hasto Kristiyanto.

Dirinya kemudian mengundang BPN untuk bertemu dengan TKN serta PDI-P dan mengaudit data rekapitulasi, yang ia sebut telah dilakukan dengan benar. Ia juga menekankan agar BPN menghentikan klaim kemenangan secara sepihak.

"Jangan sekali-sekali di hadapan rakyat melakukan klaim secara sepihak, apalagi menyatakan kemenangan secara sepihak," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Hasto PDIP Kaget Isu Percepatan Muncul di Depan Jokowi: Itu Inkonstitusional

Hasto PDIP Kaget Isu Percepatan Muncul di Depan Jokowi: Itu Inkonstitusional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan

Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana

Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:31 WIB

PDIP Sambut Prabowonomics Berbasis Marhaenisme, Minta Bukti Keberpihakan pada Rakyat

PDIP Sambut Prabowonomics Berbasis Marhaenisme, Minta Bukti Keberpihakan pada Rakyat

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:21 WIB

PDI Perjuangan Sesalkan Respons Aparat soal Bendera Bulan Bintang di Aceh

PDI Perjuangan Sesalkan Respons Aparat soal Bendera Bulan Bintang di Aceh

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Hasto Minta Agustus Diisi Kegiatan Positif, Bukan Demo: Kritik Tetap Boleh

Hasto Minta Agustus Diisi Kegiatan Positif, Bukan Demo: Kritik Tetap Boleh

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

×