Sebut Prabowo Unggul di Lokasi Islam Radikal, BPN: Mahfud MD Anti Pancasila

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 29 April 2019 | 18:55 WIB
Sebut Prabowo Unggul di Lokasi Islam Radikal, BPN: Mahfud MD Anti Pancasila
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar saat tiba di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar menyayangkan pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang menyebut pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno unggul di empat wilayah islam garis keras. Sebab, menurut Dahnil pernyataan Mahfud itu menunjukkan sikap yang anti-Pancasila.

Padahal, Dahnil menyebut Mahfud MD adalah orang yang sering mengampanyekan Pancasila. Selain itu pernyataan Mahfud disebut Dahnil juga bertolakbelakang dengan sikap Mahfud yang kerap mengajak rekonsiliasi pasca Pemilu.

"Saya sayangkan statement tersebut keluar dari tokoh yang juga giat mengkampanyekan pancasila. itu bukan pancasilais justru itu sikap anti-Pancasila," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Menurut Dahnil, Mahfud seharusnya memiliki perspektif yang lebih baik dalam melihat kontestasi Politik. Ia menyarankan agar jangan membuat stigma pendukung Prabowo adalah Islam garis keras. Dahnil menyebut tidak ingin nantinya muncul juga stigma pendukung Jokowi adalah PKI, Kristen radikal, dan sebagainya.

"Jangan kemudian membuat stigma misalnya yang mendukung pak Prabowo itu islam garis keras. Nanti orang membuat stigma lagi sebagian besar pendukung pak Jokowi PKI, Kristen radikal, dan sejenisnya. Itu yang tidak sehat," jelas Dahnil.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebutkan ada empat provinsi yang dianggap sebagai daerah garis keras. Di sanalah Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang perolehan suara di Pilpres 2019.

Provinsi-provinsi itu adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Selatan. Mahfud MD menyatakan hal itu dalam sebuah rekaman wawancara dengan sebuah stasiun TV.

"Kalau dilihat kemenangannya di provinsi yang agak panas pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi kemenangan pak Prabowo dulunya dianggap sebagai provinsi garis keras yah dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumbar, Aceh dan sebagainya, Sulsel juga. Sehingga rekonsiliasi ini penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu. Karena bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini akan maju kalau bersatu," kata Mahfud MD dalam video itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Diajak ke Istana Bogor, KSPI Tetap Dukung Prabowo daripada Jokowi

Sempat Diajak ke Istana Bogor, KSPI Tetap Dukung Prabowo daripada Jokowi

News | Senin, 29 April 2019 | 15:36 WIB

Sebut Sudah Menangkan Pilpres, KSPI Undang Prabowo Berpidato saat May Day

Sebut Sudah Menangkan Pilpres, KSPI Undang Prabowo Berpidato saat May Day

News | Senin, 29 April 2019 | 14:25 WIB

Pamer Vespa, Dahnil Anzar Malah Kena Skak Warganet

Pamer Vespa, Dahnil Anzar Malah Kena Skak Warganet

Otomotif | Senin, 29 April 2019 | 14:18 WIB

Pose Dahnil Anzar Bareng Vespa, Warganet Soroti Pajak Kendaraannya

Pose Dahnil Anzar Bareng Vespa, Warganet Soroti Pajak Kendaraannya

News | Senin, 29 April 2019 | 13:31 WIB

Mahfud MD Tuding Refrizal Terprovokasi Said Didu soal 'Garis Keras'

Mahfud MD Tuding Refrizal Terprovokasi Said Didu soal 'Garis Keras'

News | Senin, 29 April 2019 | 13:01 WIB

Terkini

Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan

Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:40 WIB

Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan

Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024

Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:35 WIB

PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?

PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:24 WIB

Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook

Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:11 WIB

Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual

Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:09 WIB

Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!

Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:05 WIB

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:01 WIB

Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?

Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:47 WIB

Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat

Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat

News | Selasa, 21 April 2026 | 17:35 WIB