- Presiden baru Toyota, Kon Kenta, berkomitmen meningkatkan keuntungan perusahaan melalui strategi manufaktur sejak memimpin pada April lalu.
- Manajemen Toyota menyederhanakan jumlah suku cadang serta memangkas persediaan demi mencapai efisiensi produksi kendaraan yang optimal.
- Toyota berencana membangun pabrik berbasis robot dan AI di Prefektur Aichi untuk memaksimalkan potensi pekerja secara global.
Suara.com - Presiden sekaligus CEO baru Toyota Motor Kon Kenta mempertegas komitmennya dalam meningkatkan keuntungan perusahaan di tengah persaingan otomotif global yang kian ketat. Sejak memimpin pada April lalu ia mulai memetakan strategi bisnis yang berfokus pada kekuatan dasar di lantai pabrik.
Kon Kenta menjelaskan bahwa pusat kekuatan perusahaan berada pada proses manufaktur secara langsung. Bahkan menurutnya peran pemimpin sangat penting dalam menyerap aspirasi dari para karyawan baik dari level terbawah.
"Saya meyakini nilai Toyota diciptakan dan keuntungan perusahaan dihasilkan di lini produksi. Sebagai pemimpin, tanggung jawab saya adalah mendengarkan suara para pekerja di garis depan, lalu menerapkan berbagai perbaikan atau yang kami sebut sebagai kaizen," ujar Kon Kenta, dalam sebuah pernyataan, Jumat (24/7/2026).
Saat ini Toyota sedang berupaya menyederhanakan jumlah suku cadang yang digunakan untuk berbagai model kendaraan. Strategi ini diambil agar pengembangan dan produksi menjadi lebih efisien. Walaupun Toyota menawarkan banyak pilihan mulai dari mobil bensin hingga listrik hal itu memicu tantangan terkait ruang penyimpanan di pabrik.
Menghadapi masalah tersebut manajemen kembali pada prinsip dasar mereka. Dimana ditegaskan Kenta, titik awal sistem produksi Toyota adalah memangkas biaya dengan mengurangi persediaan dan ruang penyimpanan. "Kami akan terus melanjutkan upaya-upaya mendasar seperti itu," jelasnya.
Selain efisiensi manual Toyota juga merencanakan pembangunan pabrik masa depan yang berbasis robot serta kecerdasan buatan atau AI di Kota Toyota Prefektur Aichi. Ia menekankan bahwa teknologi tidak akan sepenuhnya menggeser peran manusia.
"Ada keterampilan yang tidak bisa digantikan oleh robot. Namun, ada pula keterampilan yang dapat diajarkan kepada robot" ungkapnya.
Teknologi AI diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas kerja bagi semua elemen. "AI juga berpotensi mengajarkan keterampilan tersebut kepada manusia maupun robot. Kami sedang membahas bagaimana menyempurnakan berbagai elemen itu di dalam pabrik." jelasnya.
Fasilitas baru ini bertujuan memaksimalkan potensi pekerja di pabrik Toyota dengan bantuan teknologi mutakhir sehingga tercipta ekosistem produksi yang lebih produktif dan bernilai tinggi bagi perusahaan global tersebut.