Jubir Demokrat Kecewa, Minta Mahfud MD Kembali Belajar Sejarah Islam

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 April 2019 | 13:02 WIB
Jubir Demokrat Kecewa, Minta Mahfud MD Kembali Belajar Sejarah Islam
Eks Ketua MK Mahfud MD.sesuai menghadiri launching buku di kawasan Jaksel. (Suara.com/Chyntia S.B)

Suara.com - Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terkait wilayah Islam garis keras menuai kontroversi di kalangan politisi.

Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari minta Mahfud MD kembali belajar sejarah Islam di berbagai daerah di Indonesia.

Imelda mengaku kecewa dengan Mahfud karena pernyataannya membuat polarisasi di tengah masyarakat pasca Pilpres. Mahfud disebut Imelda membuat pandangan islam yang benar hanya dari satu kelompok.

"Saya kecewa selevel Anda Pak @mohmahfudmd bicara urusan Pilpres dengan bikin polarisasi seolah olah Islam yang benar hanya milik satu kelompok. Maaf Pak, Anda buka lagi buku sejarah baca, sejarah Islam di Indonesia dari masa ke masa," tulis Imelda di akun twitter pribadinya @isari68, Senin (29/4/2019).

Pada cuitan selanjutnya, Imelda menyarankan Mahfud yang notabene paham soal hukum di Indonesia agar menjaga demokrasi. Ia juga meminta Mahfud agar memerhatikan penyelenggaraan Pemilu, khususnya kecurangan yang terjadi selama pelaksanaannya.

"Jauh lebih baik sebagai Senior Pak @mohmahfudmd dan sangat paham hukum Anda berikan masukan menjaga demokrasi dalam urusan penyelenggaraan Pemilu," tulis Imelda.

Sebelumnya Mahfud MD menyebutkan ada empat provinsi yang dianggap sebagai daerah garis keras. Namun daerah yang dianggap garis keras oleh Mahfud MD, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang pada Pilpres 2019.

Provinsi-provinsi itu adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Selatan. Mahfud MD menyatakan hal itu dalam sebuah rekaman wawancara dengan sebuah stasiun TV.

"Kalau dilihat kemenangannya di provinsi yang agak panas pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi kemenangan pak Prabowo dulunya dianggap sebagai provinsi garis keras yah dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumbar, Aceh dan sebagainya, Sulsel juga. Sehingga rekonsiliasi ini penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu. Karena bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini akan maju kalau bersatu," kata Mahfud MD dalam video itu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Narasi 'Garis Keras' Dinilai buat Kejar Jabatan, Ini Jawaban Mahfud MD

Narasi 'Garis Keras' Dinilai buat Kejar Jabatan, Ini Jawaban Mahfud MD

News | Selasa, 30 April 2019 | 12:27 WIB

Sambil Tunjuk-tunjuk, Mahfud MD: Saya Juga Garis Keras, Tau Ndak?

Sambil Tunjuk-tunjuk, Mahfud MD: Saya Juga Garis Keras, Tau Ndak?

News | Selasa, 30 April 2019 | 12:11 WIB

TKN Tanya Alasan Prabowo Dipanggil Presiden, Ini Jawaban BPN

TKN Tanya Alasan Prabowo Dipanggil Presiden, Ini Jawaban BPN

News | Selasa, 30 April 2019 | 10:01 WIB

Hingga Selasa Pagi, Prabowo Tertinggal 10,23 Juta Suara dari Jokowi

Hingga Selasa Pagi, Prabowo Tertinggal 10,23 Juta Suara dari Jokowi

News | Selasa, 30 April 2019 | 06:32 WIB

Terkini

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:04 WIB

Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar

Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB

Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah

Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB

200 Juta Gamer, Pasar Gim Tembus Rp30 Triliun! Ketua PB ESI yang Baru Ingin Indonesia Naik Kelas

200 Juta Gamer, Pasar Gim Tembus Rp30 Triliun! Ketua PB ESI yang Baru Ingin Indonesia Naik Kelas

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 15:57 WIB

Buya Yahya Minta Prabowo Tak Tutup Telinga soal MBG: Kalau Salah, Ya Benahi

Buya Yahya Minta Prabowo Tak Tutup Telinga soal MBG: Kalau Salah, Ya Benahi

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:57 WIB

Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan

Kualitas Udara di Siak Sangat Tidak Sehat, Sekolah Masih Diliburkan

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 15:55 WIB

Penumpang MRT Dievakuasi Massal, Gerbong Berasap di Stasiun Bukit Gombak

Penumpang MRT Dievakuasi Massal, Gerbong Berasap di Stasiun Bukit Gombak

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:52 WIB

Kini Bela SC Heerenveen, Mees Hilgers Kecewa Gagal Gabung ke Juara 2X Liga Champions

Kini Bela SC Heerenveen, Mees Hilgers Kecewa Gagal Gabung ke Juara 2X Liga Champions

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:52 WIB

Warga 9 Kelurahan Jakbar dan Jakut Siap-Siap, Pasokan Air Bersih Terganggu hingga Besok

Warga 9 Kelurahan Jakbar dan Jakut Siap-Siap, Pasokan Air Bersih Terganggu hingga Besok

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:51 WIB

Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah

Purbaya Dicopot, DPRD DIY Tantang Menkeu Baru Batalkan Seluruh Pemangkasan Anggaran Daerah

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 15:51 WIB

×