Biaya Ambulans Mahal, Warga Garut Naik Taksi Online Untuk Bawa Jenazah

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 09 Mei 2019 | 16:37 WIB
Biaya Ambulans Mahal, Warga Garut Naik Taksi Online Untuk Bawa Jenazah
Taksi online di Garut ambil pesanan penumpang antar jenazah (Instagram)

Suara.com - Mahalnya biaya ambulans untuk mengantarkan jenazah dirasakan oleh warga Garut, Jawa Barat.

Seorang pemuda, sebut saja bernama Doni, memilih menggunakan jasa taksi online untuk mengantar jasad salah satu anggota keluarganya.

Hal itu demi menghindari mahalnya biaya pengantaran jenazah menggunakan ambulans.

Kisah taksi online yang mengambil pesanan untuk mengantar jenazah ini pmendadak viral di media sosial. Kisah ini dibagikan oleh salah satu warganet melalui akun Instagram bernama @gilly_prayoga.

"Viral seorang driver Grab perempuan di Garut bernama Yuni menerima orderan mengantar jenazah," kata akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Kamis (9/5/2019).

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 1 Mei 2019 sekitar pukul 4.00 WIB driver taksi online bernama Yuni itu mendapatkan pesanan dari RSUD Dr Slamet, garut, Jawa Barat.

Sang pemesan bernama Doni meminta agar driver mengizinkan untuk membawa jenazah.

Alasan Doni memilih menggunakan jasa taksi online lantaran biayanya jauh lebih murah dibandingkan menggunakan jasa ambulans. 

"Entah kenapa biaya pengantaran dari Rumah Sakit Dr. Slamet Garut ke rumah Kang Doni di Singajaya sangat mahal, maka memutuskan Kang Doni mengambil penyewaan Grab Car," ungkapnya.

Yuni sendiri merupakan driver ojek online keempat yang dipesan oleh Doni. Sudah 3 kali Done memesan taksi online, namun ketiga drivernya menolak mengantarkan Doni ke tujuan saat mengetahui harus membawa jenazah.

Taksi online di Garut ambil pesanan penumpang antar jenazah (Instagram)
Taksi online di Garut ambil pesanan penumpang antar jenazah (Instagram)

Beruntung, Yuni mengiyakan pesanan tersebut dan jenazah akhirnya diantar menuju kawasan Banjarwangi, Garut dengan tarif sebesar Rp 230 ribu.

Jok bagian tengah dan belakang dibuka untuk meletakkan kasur yang dialasi dengan karpet. Dengan alas itu, jenazah salah satu anggota keluarga Doni diletakkan.

"Sungguh mulia teh Yuni ini, mau membantu Pak Doni, dengan mengantarkan dari Rumah Sakit Dr. Slamet ke Banjarwangi, Singajaya. Hatur nuhun teh, semoga kebaikan teteh di bales oleh Allah Swt. Teruslah berbuat baik teh ya," tulis akun itu.

Kisah taksi online yang membawa penumpang jenazah ini  mendadak viral di media sosial. Banyak warganet yang terharu dan mengapresiasi kebaikan Yuni menolong penumpangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Selamatkan Nyawa Ibu Hamil, Ambulans Terjang Banjir Sedalam 1 Meter

Demi Selamatkan Nyawa Ibu Hamil, Ambulans Terjang Banjir Sedalam 1 Meter

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 20:12 WIB

Detak Jantung Pria Ini Kembali Normal Berkat Jalan Berlubang, Kok Bisa?

Detak Jantung Pria Ini Kembali Normal Berkat Jalan Berlubang, Kok Bisa?

Health | Rabu, 01 Mei 2019 | 14:17 WIB

Sopir Ambulans Gerayangi Tubuh Pasien saat Menuju Rumah Sakit

Sopir Ambulans Gerayangi Tubuh Pasien saat Menuju Rumah Sakit

News | Rabu, 24 April 2019 | 19:49 WIB

Terkini

KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:11 WIB

Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan

Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:09 WIB

Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas

Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:51 WIB

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:39 WIB

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:31 WIB

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:29 WIB

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Langsung Suarakan Hapus Outsourcing

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:19 WIB

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:13 WIB

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

Jadi Penasihat Khusus Presiden, Akankah Said Iqbal Tetap Kritis Bela Buruh?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:09 WIB