Petisi Setop Izin FPI Diteken 291 Ribu Orang, Kalahkan Petisi Tandingan

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 09 Mei 2019 | 20:33 WIB
Petisi Setop Izin FPI Diteken 291 Ribu Orang, Kalahkan Petisi Tandingan
ILUSTRASI - Milad Ke-19 FPI digelar di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19/8/2017). [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Memasuki hari keempat setelah digulirkan, petisi yang meminta Kementerian Dalam Negeri tidak memperpanjang izin FPI sudah diteken lebih dari 291 ribu orang.

Jumlah orang pemetisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan petisi tandingannya, yang menginginkan agar FPI tetap eksis.

Pantauan Suara.com, Kamis (9/5/2019) pukul 20.15 WIB, petisi yang dibuat oleh akun bernama Ira Bisyir melalui laman Change.org dengan judul petisi 'Stop Ijin FPI' ini sudah diteken 291.500 orang.

Jumlah pemetisi mengalami peningkatan cukup drastis nyaris 100 persen dibandingkan pada hari sebelumnya. Pada Rabu (8/5/2019), petisi ini baru ditandatangani oleh 177.507 orang.

Mayoritas orang-orang yang menandatangani petisi tersebut menilai, FPI yang digawangi oleh Rizieq Shihab merupakan organisasi radikal. Organisasi ini disebut seringkali melakukan tindak kekerasan.

Petisi setop izin FPI menembus 291 ribu orang (change.org)
Petisi setop izin FPI menembus 291 ribu orang (change.org)

Sementara  petisi tandingannya yang digalang secara daring melalui laman Change.org dengan judul 'Dukung FPI Terus Eksis', juga menunjukkan kenaikan signifikan meski masih jauh di bawah petisi untuk menyetop izin FPI.

Petisi tandingan ini hingga Kamis pukul 20.15 WIB telah ditandatangani sebanyak 99.980 orang.

Angka ini juga mengalami peningkatan dibandingkan pada Rabu kemarin, jumlah orang yang menandatangani petisi ini baru mencapai 13.811 orang saja.

Dalam petisi tandingan ini, orang-orang yang menandatangai petisi tersebut menilai FPI layak untuk dipertahankan.

baca juga

Sebab, selama ini FPI selalu berkontribusi  membantu korban bencana alam di berbagai wilayah.

Petisi tandingan ingin FPI tetap eksis tembus angka 99 ribu orang (change.org)
Petisi tandingan ingin FPI tetap eksis tembus angka 99 ribu orang (change.org)

Dipertimbangkan Kemendagri

Plt Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik mengatakan, pihaknya menerima semua masukan dari pihak mana pun.

Saat ini, Dirjen Otda Kemendagri sedang mempertimbangkan petisi yang berisi penolakan terhadap perpanjangan izin FPI yang akan habis pada 20 Juni 2019 mendatang.

"Sangat tergantung berdasarkan analisis dan kajian kita nanti, tentunya apa yang disarankan oleh masyarakat pasti kita terima," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditahan di Polda Jabar, Habib Bahar Enggak Tahu Muncul Petisi Stop Izin FPI

Ditahan di Polda Jabar, Habib Bahar Enggak Tahu Muncul Petisi Stop Izin FPI

Jabar | Kamis, 09 Mei 2019 | 13:24 WIB

Kemendagri Akan Pertimbangkan Petisi Setop Izin FPI

Kemendagri Akan Pertimbangkan Petisi Setop Izin FPI

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 12:57 WIB

Muncul Petisi Tandingan Dukung FPI Tetap Eksis, Baru Diteken 13 Ribu Orang

Muncul Petisi Tandingan Dukung FPI Tetap Eksis, Baru Diteken 13 Ribu Orang

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 17:14 WIB

Baru 2 Hari, Petisi Setop Izin FPI Sudah Diteken Lebih dari 177 Ribu Orang

Baru 2 Hari, Petisi Setop Izin FPI Sudah Diteken Lebih dari 177 Ribu Orang

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 16:43 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×