Kisah Masjid Keramat, Saksi Bisu Islam Masuk ke Kalimantan Selatan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:05 WIB
Kisah Masjid Keramat, Saksi Bisu Islam Masuk ke Kalimantan Selatan
Masjid Keramat. (Antara)

Suara.com - Kisah Masjid Keramat, Saksi Bisu Islam Masuk ke Kalimantan Selatan

Masjid Keramat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah jadi saksi bisu kejayaan penyebaran Islam oleh Kerajaan Demak ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Masjid itu dibangun pada abad ke-14.

Masjid yang kini masih berdiri kokoh tersebut, masih sering menjadi tempat ziarah masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Aidi salah seorang warga yang tinggal sekitar mengatakan para peziarah mengakui selain ingin mengetahui lebih dekat tentang masjid tersebut, juga ingin berdoa untuk memenuhi hajatnya.

Berdasarkan buku yang ditulis Meldy Muzada Elfa berjudul "Sejarah Masjid Keramat Pelajau Barabai", Masjid Keramat merupakan masjid peninggalan Kerajaan Demak tertua di Kalimantan Selatan. Masjid di Desa Pelajau, Kecamatan Pandawan tersebut, memiliki kubah sama persis dengan bangunan masjid pada masa Kerajaan Demak.

"Dari buku yang ditulis Meldy Muzada Elfa yang berjudul 'Sejarah Masjid Keramat Pelajau Barabai' termuat pembangunan dilakukan pada abad ke-14," kata Aidi.

Berdasarkan sejarahnya, masjid didirikan, setelah datang utusan Raden Fatah dari Kerajaan Islam Demak bersama-sama pangeran dari Kerajaan Banjar.

Utusan dari Pulau Jawa itu berjumlah tujuh orang datang ke Tanah Banjar dengan menyusuri Sungai Negara (Hulu Sungai Selatan), kemudian ke Sungai Buluh dan Ilir Pemangkih (Hulu Sungai Tengah) sehingga sampai ke Sungai Palayarum di Desa Pelajau untuk melakukan perluasan kekuasaan Islam.

Sampai di Pelajau, para utusan kemudian membangun masjid bersamaan dengan program dari pengembangan ajaran Islam Kerajaan Demak Bintaro yang membangun sembilan masjid.

baca juga

Masjid Pelajau dipercaya sebagai yang kelima dari sembilan masjid yang dibangun Kerajaan Islam Demak.

Jumlah itu, sesuai dengan jumlah Wali Songo, yaitu sembilan orang. Bukti sejarahnya ada pada tiang bangunan tersebut terdapat tulisan pahat dari huruf Jawa di tiang menara dan terdapat tulisan tempat, nama hari, dan waktu pendirian masjid.

Di tiang itu, ada lubang pahatan berbentuk panjang tempat penyimpanan catatan-catatan dengan tulisan Allah, memuat silsilah orang-orang yang terlibat dalam pembangunan masjid.

Disamping itu, ada juga gumpalan rambut Raden Fatah, satu bilah keris yang berkelok sembilan dan sebuah tombak segi tiga dengan ukiran sembilan wali.

Begitu pun di kubah mimbar digunakan motif pohon hayat. Dalam metodologi Dayak disebut batang garing yang melambangkan kesatuan alam atas dan bawah, konsep serba dua seperti siang malam, terang gelap, jahat atau baik, hidup dan kematian.

Masjid Keramat Pelajau juga menjadi bukti dari perjuangan melawan penjajah Belanda pada masa lalu, khususnya di Kalimantan Selatan.

Saat ini, masjid tersebut sudah mengalami renovasi namun tidak mengubah bentuk aslinya dan beberapa benda bersejarah, juga telah disimpan oleh pengurus masjid guna menghindari agar tidak hilang dan dicuri orang.

Setiap harinya, masjid tersebut selalu dikunjungi umat untuk shalat dan memohon doa agar hajatnya terkabul. Mereka meyakini masjid itu memiliki sejarah dan rahasia terhadap penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan.

Letak masjid itu berada kurang lebih tiga kilometer dari Kota Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengan. Masjid Keramat sekarang juga dikelola masyarakat dengan cara swadaya di lahan seluas 400 meter persegi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salat Tarawih di Masjid atau di Rumah? Begini Riwayat Rasulullah

Salat Tarawih di Masjid atau di Rumah? Begini Riwayat Rasulullah

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 19:13 WIB

Masjid Sokambang, Saksi Peristirahatan Keluarga Raja Sumenep

Masjid Sokambang, Saksi Peristirahatan Keluarga Raja Sumenep

Jatim | Kamis, 09 Mei 2019 | 16:05 WIB

Masih Ingat Masjid Kapal 'Bahtera Nuh' ? Intip Kondisinya Saat Ramadan

Masih Ingat Masjid Kapal 'Bahtera Nuh' ? Intip Kondisinya Saat Ramadan

Jawa Tengah | Kamis, 09 Mei 2019 | 04:00 WIB

Orang Misterius Coret Masjid Al Hikmah Cilandak, Bikin Gambar Mirip Penis

Orang Misterius Coret Masjid Al Hikmah Cilandak, Bikin Gambar Mirip Penis

News | Kamis, 18 April 2019 | 11:09 WIB

Bukan Salat, Iqbal Subuh-subuh ke Masjid buat Curi Motor Jamaah

Bukan Salat, Iqbal Subuh-subuh ke Masjid buat Curi Motor Jamaah

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 15:43 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×