Investigasi Kematian Petugas KPPS, Menkes Bakal Lakukan Autopsi Verbal

Chandra Iswinarno, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 14 Mei 2019 | 14:22 WIB
Investigasi Kematian Petugas KPPS, Menkes Bakal Lakukan Autopsi Verbal
Menkes Nila Moeloek dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek berjanji akan melakukan autopsi verbal untuk mengetahui penyebab kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2019.

Nila menuturkan Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan tim independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) untuk melakukan penelitian terhadap petugas KPPS yang meninggal di luar rumah sakit.

"Kami akan tetap bekerja sama, artinya ada tim independen dari Fakultas Kedokteran UI ya, yang bersama dengan Asosiasi Ilmu Pendidikan Kedokteran Indonesia, dimana akan dilakukan suatu penelitian yaitu yang meninggal di luar rumah sakit, akan dilakukan autopsi verbal," ujar Nila dalam jumpa pers di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Nila menuturkan, autopsi verbal bukanlah autopsi forensik, melainkan investigasi atas kematian seseorang melalui wawancara dengan keluarga atau orang-orang dekat petugas KPPS mengenai tanda-tanda kematian.

"Autopsi verbal bukan autopsi forensik, artinya ini dilakukan penyebab kematian ini ditanyakan kepada tentu keluarga dan orang-orang disekitarnya dimana tentu kita bisa juga akan mendapatkan dan autopsi verbal ini ketepatannya hampir 80 persen, adalah tepat dalam hal ini," kata dia.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait jumlah petugas KPPS yang meninggal kata Nila sebanyak 485 orang. Sementara, petugas KPPS yang menderita sakit usai menjalankan tugasnya sebanyak 10.997 orang.

"Memang data menunjukkan adanya yang meninggal yaitu sebanyak 485 dari KPU yang sakit sebanyak 10 ribu hampir 11 ribu, 10.997," ucap dia.

Lebih lanjut, Nila menuturkan pihaknya sudah menginstruksikan dinas kesehatan untuk melakukan audit medik.

"Kami melakukan meminta keseluruh kepada dinas kesehatan utnuk melakukan audit medik itu tentu kematian yang terjadi di rumah sakit. Kematian yang terjadi dirumah sakit sebesar 39 persen ini kita melakukan audit medik dan sudah terkumpul data dari 25 provinsi," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPPS Berguguran, Rachmawati Singgung Kopi Sianida Jessica Hingga Genocide

KPPS Berguguran, Rachmawati Singgung Kopi Sianida Jessica Hingga Genocide

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 05:45 WIB

CEK FAKTA: Eks Ketua KPU dan KPPS Dibunuh untuk Tutupi Fakta, Benarkah?

CEK FAKTA: Eks Ketua KPU dan KPPS Dibunuh untuk Tutupi Fakta, Benarkah?

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:46 WIB

KPPS Meninggal Tembus 500 Orang, Eks Ketua KY Pertanyakan SOP KPU

KPPS Meninggal Tembus 500 Orang, Eks Ketua KY Pertanyakan SOP KPU

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:45 WIB

Tanggapi Megawati, KPU Pastikan Evaluasi Sistem Setelah Pemilu 2019 Selesai

Tanggapi Megawati, KPU Pastikan Evaluasi Sistem Setelah Pemilu 2019 Selesai

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:25 WIB

Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi

Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi

News | Senin, 13 Mei 2019 | 12:22 WIB

Terkini

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

×