Desain Ibu Kota Baru, Kawasan Pemerintahan hingga Konservasi Orang Utan

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Desain Ibu Kota Baru, Kawasan Pemerintahan hingga Konservasi Orang Utan
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro. (Suara.com/Stephanus)

Selain itu Bappenas juga berencana membangun kota metropolitan di Kalimantan seluas lebih dari 200 ribu hektare untuk mendukung Ibu Kota baru

Suara.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mulai merinci konsep dasar pembangunan ibu kota baru yang ditargetkan kajiannya rampung tahun ini. Wilayah ibu kota baru akan dibagi menjadi 3 wilayah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, perkiraan luas wilayah ibu kota baru mencapai 40 ribu hektare dengan 2.000 hektare di antaranya akan digunakan khusus untuk kawasan pusat pemerintahan.

Di kawasan pusat pemerintahan itu nantinya akan dibangun Istana Negara, kantor kementerian dan lembaga negara mulai dari eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta markas TNI dan Polri.

Di luar kawasan pusat pemerintahan akan dibangun fasilitas penunjang mulai dari rumah Aparatur Sipil Negara (ASN), fasilitas pendidikan dan kesehatan, universitas, taman kota, hi-tech and clean industries, pusat penelitian dan pengembangan, MICE/ convention center, pusat olahraga hingga museum.

"Kita akan bangun universitas, bukan cuma buat tambah koleksi, tetapi bisa jawab tantangan ke depan. Itu yang akan di-cover universitas baru. Di dekat ibu kota itu, juga selalu ada museum," kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Selanjutnya, pemerintah juga berencana mengembangkan wilayah di luar 40 ribu hektare wilayah pemerintahan itu. Yakni dengan membangun taman nasional, konservasi orang utan dan pemukiman non-ASN hingga pelabuhan dan bandara baru jika diperlukan.

Kawasan seluas 200 hektare itu akan diberi nama Kawasan Perluasan Ibu Kota Negara 1 (IKN 1).

"Karena wilayahnya Kalimantan, ada konservasi orang hutan dan bandara maupun pelabuhan kalau dibutuhkan. Tetapi, kita tidak ingin jauh-jauh dengan kota yang sudah fungsional, supaya itu tidak dibutuhkan lagi. Wilayah ini akan tumbuh dan kota ini akan berkembang," ujar Bambang.

Sementara di area terluar ibu kota baru, akan dibangun wilayah yang dinamakan Kawasan Perluasan IKN 2 seluas lebih dari 200 ribu hektare yang akan dibangun kota metropolitan hingga wilayah pengembangan yang terkoneksi dengan provinsi sekitarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS