Situasi Prihatin, Prabowo Sebut Ada yang Usaha Perkosa Kedaulatan Rakyat

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 16 Mei 2019 | 14:06 WIB
Situasi Prihatin, Prabowo Sebut Ada yang Usaha Perkosa Kedaulatan Rakyat
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut bila saat ini kondisi Indonesia cukup memprihatinkan. Pasalnya, ada yang sedang berusaha untuk memperkosa kedaulatan rakyat.

Hal ini disampaikan oleh Prabowo Subianto melalui pidato singkat melalui akun Instagram @indonesiaadilmakmur yang diunggah pada Rabu (15/5/2019). Dalam video singkat berdurasi 7 menit 51 detik tersebut, Prabowo Subianto memaparkan kondisi Indonesia saat ini.

"Saya bicara kepadamu pada malam ini dalam suasana negara dan bangsa yang kita cintai berada dalam keadaan yang harus kita akui cukup memprihatinkan," kata Prabowo Subianto seperti dikutip Suara.com, Kamis (16/5/2019).

Prabowo Subianto menjelaskan, saat ini demokrasi di Indonesia yang ditandai dengan kedaulatan rakyat sedang mendapatkan cobaan yang begitu berat. Ada yang sedang berusaha untuk memperkosa kedaulatan rakyat dan merusaknya.

"Kita melihat dan merasakan demokrasi kita dimana kedaulatan rakyat adalah sendi yang sangat penting sedang dalam keadaan cobaan yang sangat berat. Ujian yang sangat berat bahkan usaha untuk memperkosa kedaulatan tersebut untuk merusak kedaulatan tersebut," ungkap Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto menilai ada begitu banyak kecurangan dalam proses Pilpres 2019. Hal ini pun telah disampaikan pada acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Syahid, Jakarta Pusat pada Selasa (14/5/2019) kemarin.

Dalam acara itu, Prabowo Subianto menegaskan untuk menolak hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya ada kecurangan yang sengaja diciptakan dan merugikan kubunya.

Tak hanya itu, Prabowo Subianto pun menyoroti banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur saat menjalankan tugas. Bahkan kematiannya pun sangat mencurigakan, sehingga ia mendesak agar pemerintah segera turun tangan mengungkap penyebab kematiannya.

"Dalam sejarah Republik Indonesia baru sekarang terjadi dalam sebuah Pemilihan Umum lebih dari 570 petugas meninggal dalam keadaan yang penuh tanda tanya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Prabowo: Pastilah Mereka Mati Syahid

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Prabowo: Pastilah Mereka Mati Syahid

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:26 WIB

Prabowo Bandingkan Penanganan Ratusan Petugas KPPS Meninggal dengan Sapi

Prabowo Bandingkan Penanganan Ratusan Petugas KPPS Meninggal dengan Sapi

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:06 WIB

TKN Jokowi Tantang BPN Prabowo Adu Data Penghitungan Suara di KPU, Berani?

TKN Jokowi Tantang BPN Prabowo Adu Data Penghitungan Suara di KPU, Berani?

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 12:06 WIB

Terkini

Kirim Surat ke Komisi III DPR, MAKI Minta Ada Panja untuk Usut Masalah Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kirim Surat ke Komisi III DPR, MAKI Minta Ada Panja untuk Usut Masalah Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:06 WIB

Viral Akal Bulus Maling Motor di Pesanggrahan: Ngaku Lupa Usai Khianati Teman Sendiri!

Viral Akal Bulus Maling Motor di Pesanggrahan: Ngaku Lupa Usai Khianati Teman Sendiri!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:51 WIB

Peneliti UGM: Mundurnya Kabais TNI Indikasi Kuat Keterlibatan Institusi dalam Kasus Andrie Yunus

Peneliti UGM: Mundurnya Kabais TNI Indikasi Kuat Keterlibatan Institusi dalam Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:46 WIB

Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini

Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:39 WIB

Polri Pegang Bukti, TNI Tahan Tersangka, Kemenham Endus Anomali Hukum Kasus Andrie Yunus

Polri Pegang Bukti, TNI Tahan Tersangka, Kemenham Endus Anomali Hukum Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:20 WIB

7 Fakta Pembunuhan Wanita dalam Boks di Medan: Motif Seks Menyimpang hingga Terekam CCTV

7 Fakta Pembunuhan Wanita dalam Boks di Medan: Motif Seks Menyimpang hingga Terekam CCTV

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:56 WIB

Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Kubangan Air Limbah Pemotongan Hewan Ternak Cengkareng

Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Kubangan Air Limbah Pemotongan Hewan Ternak Cengkareng

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:48 WIB

Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!

Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:41 WIB

Penumpang Whoosh Naik 11 Persen saat Lebaran 2026, Tembus 224 Ribu hingga H+3

Penumpang Whoosh Naik 11 Persen saat Lebaran 2026, Tembus 224 Ribu hingga H+3

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:26 WIB

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB