Andi Arief Perang Twit karena Disebut Akun Kivlan46 Marxis dan Otak Teroris

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 16 Mei 2019 | 17:14 WIB
Andi Arief Perang Twit karena Disebut Akun Kivlan46 Marxis dan Otak Teroris
Andi Arief. (Dok Istimewa)

Suara.com - Politius Partai Demokrat Andi Arief terlibat perang Twitter dengan akun bernama @kivlanzein46.

Akun tersebut menuduh Andi Arief merupakan seorang penganut ideologi politik Marxis, sama seperti Partai Komunis Indonesia.

Perang komentar tersebut berawal dari akun @kivlanzein46 mengungkapkan alasan Andi Arief tidak menyukai dirinya.

Akun tersebut mengambil kesimpulan bahwa Andi Arief berideologi marxis yang sealiran dengan PKI.

Sebab, Andi Arief dulu adalah kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dinyatakan terlarang oleh Orde Baru, dan menjadi salah satu motor reformasi 98.

"Andi Arief itu PRD. PRD berideologi marxist. Sealiran dengan PKI. Jadi wajar dia benci saya. Karena saya benci PKI," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (16/5/2019).

perang komentar Andi Arief dengan akun @kivlanzein46 (Twitter)
perang komentar Andi Arief dengan akun @kivlanzein46 (Twitter)

Cuitan dari akun @kivlanzein46 tersebut juga mendapatkan respons dari Andi Arief. Awalnya Andi Arief hanya memberikan komentar gurauan menanggapi cuitan akun tersebut.

"Saya gak benci bapak, tapi rindu," balas Andi Arief.

Tak lama, akun @kivlanzein46 kembali membuat cuitan melanjutkan tudingannya. Akun tersebut menyebut bila Andi Arief berotak teroris.

baca juga
perang komentar Andi Arief dengan akun @kivlanzein46 (Twitter)
perang komentar Andi Arief dengan akun @kivlanzein46 (Twitter)

"Banyak yang tidak tahu kalau PRD itu teroris. Mereka pernah merencanakan pengeboman untuk bikin kekacauan. Khas PKI. Setelah Budiman ditangkap, Andi Arief menggantikan Budiman sebagai ketua. Andi Arief berotak teroris!" ungkap akun itu.

Lagi-lagi, Andi Arief kembali memberikan komentar dalam Bahasa Sunda. "Bang Kivlan aya-aya wae," ungkap Andi Arief.

Andi Arief sebelumnya sempat terlibat saling sindir dengan Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein, meski sama-sama mendung Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Hal itu berawal dari cuitan Andi Arief yang menyebut ada setan gundul pemasok informasi menyesatkan Prabowo menang 62 persen. Kivlan Zein balik menuding sosok setan gundul itu adalah Andi Arief sendiri.

Kemudian, dalam sebuah wawancara, Kivlan Zein menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak jelas kelaminnya.

Pasalnya, SBY berada dalam koalisi Prabowo - Sandiaga, namun kini menjelma sebagai partai yang hendak menghancurkan capres pilihannya sendiri.

Hal ini kembali dikomentari oleh Andi Arief yang merupakan anak buah SBY. Andi Arief menuding bila kehadiran SBY menjadi musuh besar ambisi kotor Kivlan Zein.

Catatan Redaksi: Hingga berita ini diunggah, jurnalis Suara.com masih menunggu Kivlan Zein keluar dari ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya, untuk mengonfirmasi perihal benar atau tidaknya akun Twitter @kivlan46 adalah miliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Amini Prabowo Menang 54 Persen, Andi Arief: AHY Dituduh Pengkhianat

Tak Amini Prabowo Menang 54 Persen, Andi Arief: AHY Dituduh Pengkhianat

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:31 WIB

3 Alasan Perempuan Kini Jadi Teroris dan Beraksi Bom Bunuh Diri

3 Alasan Perempuan Kini Jadi Teroris dan Beraksi Bom Bunuh Diri

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:02 WIB

Kivlan Zen Diperiksa Polda Metro Jaya Jadi Saksi Eggi Sudjana

Kivlan Zen Diperiksa Polda Metro Jaya Jadi Saksi Eggi Sudjana

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 12:36 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×