Wiranto: Aksi Tolak Hasil Pemilu adalah Kejahatan Serius, Dihukum Berat

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 21 Mei 2019 | 16:41 WIB
Wiranto: Aksi Tolak Hasil Pemilu adalah Kejahatan Serius, Dihukum Berat
Menkopolhukam Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menilai, gerakan demonstrasi yang direncanakan oleh pihak-pihak yang kecewa terhadap hasil Pemilu 2019 adalah tindakan keliru.

Pemerintah menyarankan, masyarakat meggunakan cara yang konstitusional dalam menyampaikan pendapat.

Wiranto meminta semua masyarajat agar bisa menerima hasil rekapitulasi suara Pemilu dan Pilpres 2019 yang sudah diselesaikan Komisi Pemilihan Umum pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

"Dengan selesainya perhitungan tersebut, masih memberi kesempatan kepada siapa pun peserta pemilu yang merasa dirugikan untuk melapor ke Mahkamah Konstitusi, itu yang diharapkan," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Mantan Panglima TNI itu menilai, rencana masyarakat untuk demo besar-besaran dengan mengepung tempat strategis di Jakarta seperti Kantor KPU, Bawaslu, DPR dan Istana Negara pada tanggal 22 Mei, Rabu besok, adalah hal yang keliru.

"Tindakan itu adalah tindakan yang keliru, tidak akan didukung masyarakat dan merupakan kejahatan yang serius mengancam kedaulatan negara," ucapnya.

"Maka siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab dan akan mendapatkan hukuman berat," tegas Wiranto.

Wiranto meminta masyarakat yang kecewa terhadap hasil pemilu agar mengurungkan saja niatnya melakukan aksi di Jakarta, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Rencana seperti itu dibatalkan saja karena akan menodai proses demokrasi dan pada akhirnya rakyatlah yang akan menjadi korban.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Aksi Massa 22 Mei, Kondisi Stasiun Bogor Normal

Jelang Aksi Massa 22 Mei, Kondisi Stasiun Bogor Normal

Jabar | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:36 WIB

Sopir dan Pemilik Bus di Garut Tolak Angkut Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta

Sopir dan Pemilik Bus di Garut Tolak Angkut Massa Aksi 22 Mei ke Jakarta

Jabar | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:33 WIB

Polisi Temukan Miras Jenis Arak saat Razia People Power di Pacitan

Polisi Temukan Miras Jenis Arak saat Razia People Power di Pacitan

Jatim | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:16 WIB

Profil Soenarko, Eks Danjen Kopassus yang Selundupkan Senjata

Profil Soenarko, Eks Danjen Kopassus yang Selundupkan Senjata

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 16:12 WIB

Cegah Aksi People Power, Polisi Getol Razia Penumpang KA Malang - Jakarta

Cegah Aksi People Power, Polisi Getol Razia Penumpang KA Malang - Jakarta

Jatim | Selasa, 21 Mei 2019 | 15:53 WIB

Terkini

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB