10 PTN Disebut Survei Terpapar Paham Radikalisme Berat

Ade Indra Kusuma, Muhammad Yasir

Sabtu, 01 Juni 2019 | 19:24 WIB
10 PTN Disebut Survei Terpapar Paham Radikalisme Berat
Acara rilis survei Setara Institut bertajuk “Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - 10 PTN Disebut Survei Terpapar Paham Radikalisme Berat.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Eko Cahyono mengungkapkan wacana keagamaan di lingkungan kampus IPB masih dikuasai oleh kelompok komunitas Islamis - Tarbiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Eko mengatakan, secara umum wacana keagamaan di lingkungan kampus IPB masih ditemukan terjadinya ketimpangan dan cenderung intoleran. 

Wacana keberagamaan di lingkungan kampus IPB pun menurut Eko, belum memberikan perhatian cukup bagi kelompok agama non-Islam dan kelompok yang berbeda. Selain itu, wacana keberagamaan di lingkungan kampus IPB itu justru dianggap hanya mewakili nilai-nilai keislaman dan hanya perlu dilanjut-kembangkan.

"Peta masalah priroitas wacana keagamaan di IPB meliputi; dominasi wacana keagamaan oleh kelompok
Komunitas Islam - Tarbiyah dan HTI. Intervensi politik kampus sebagai pintu dominasi wacana. Dan pengabaian hak
dasar kelompok agama lain (non-Islam). Kuatnya sikap eksklusifitas beragama akibat penguasaan politik kampus. Penguasaan simpul-simpul wacana dan organisasi keagamaan yang bersifat intoleran di kampus," tutur Eko dalam acara rilis survei Setara Institut bertajuk “Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa: Memetakan Ancaman atas Negara Pancasila di PTN", di Hotel Ibis, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).

Beberapa masalah utama yang muncul itu menurut Eko disebabkan adanya dominasi dan intervensi wacana keagamaan intoleran yang menguasai ruang publik kampus IPB. Misalanya, penguasaan simpul-simpul ruang wacana dan organisasi keagamaan di Masjid Al-Huriyyah IPB.

"Kuatnya sikap dan watak eksklusifitas beragama yang dianggap 'alamiah/wajar'," imbuhnya.

Kendati begitu, Eko mengatakan inisiatif, respon dan upaya perbaikan iklim keberagamaan di lingkungan kampus IPB telah dilakukan di beragam level. Terutama sejak dua tahun belakangan ini di era kepemimpinan Rektor Arif Satria.

"Di IPB, sejak 2017 agak berubah. Sebelumnya (gerakan keagaman eksklusif) masif sekali, bahkan kelompok-kelompok tersebut sempat mengharuskan IPB menjadi kampus berjilbab," ungkapnya.

Kekinian kata Eko, kebijakan rektorat IPB di bawah komando Arif sangat mendukung corak keagamaan yang moderat di IPB. Pihak kampus kekinian pun membuka akses yang lebih baik bagi kegiatan non Islam, membongkar sistem status quo kelompok dominan dari simpul-simpul strategis untuk wacana keagamaan, hingga ke pengaturan asrama
mahasiswa. 

"Selain itu juga inisiatif mandiri dari kelembagaan dan organisasi agama yang berpandangan moderat Islam (NU, HMI, PMII, GMNI dll), serta komunitas-komuntas mahasiswa yang umumnya berbasis seni dan budaya yang cenderung menolak intervensi faham Islam intoleran dan radikal Islam," tutur Eko.

"Sekarang relatif secara politik mulai ada tandingannya. Karena simpul-simpulnya berubah, wacana tandingnya juga berubah. Dulu itu enggak pernah ada IPB bershalawat, sekarang ada. Ada acara kebudayaan. Seni musik dulu enggak ada, sekarang ada," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Riset Setara Institute, Halili mengungkapkan, sebanyak 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia terpapar paham radikalisme.

Hal itu diungkapkan Halili berdasar hasil penelitian bertajuk “Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa: Memetakan Ancaman atas Negara Pancasila di PTN.”

Halili mengungkapkan, berdasar penelitian yang dilakukan oleh Setara Institut selama Februari sampai April 2019 terhadap 10 PTN di Indonesia, ditemukan masih banyak wacana dan gerakan keagamaan yang bersifat eksklusifitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Jatim Tangkap Polwan karena Terpengaruh Paham Radikal

Polisi Jatim Tangkap Polwan karena Terpengaruh Paham Radikal

News | Senin, 27 Mei 2019 | 00:33 WIB

Forki Sayangkan Atlet Karate YM Terlibat Aksi Terorisme

Forki Sayangkan Atlet Karate YM Terlibat Aksi Terorisme

Sport | Jum'at, 10 Mei 2019 | 15:05 WIB

Twitter Hapus 166.000 Akun Terkait Terorisme

Twitter Hapus 166.000 Akun Terkait Terorisme

Tekno | Jum'at, 10 Mei 2019 | 03:15 WIB

Terkini

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB