Jelang Putusan MK, Refly Harun: Kabar Buruk untuk Prabowo-Sandi

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Kamis, 27 Juni 2019 | 09:21 WIB
Jelang Putusan MK, Refly Harun: Kabar Buruk untuk Prabowo-Sandi
Suasana sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun telah memprediksi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dari sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

Ia juga mengatakan, segala macam perdebatan antara kubu 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin dan kubu 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak akan memberi dampak apa pun pada putusan yang telah dibuat majelis hakim MK.

"Hari ini kita berdebat untuk suatu hal yang sudah diputuskan oleh MK. Apa pun yang kita bicarakan malam ini tidak akan mengubah putusan," kata Refly Harun di Mata Najwa, Rabu (26/6/2019) kemarin.

"Selesainya itu Senin kemarin," tambahnya.

Refly Harun menduga, musyawarah majelis hakim tak memakan waktu lama karena tak ada perselisihan yang panjang, sehingga kesepakatan dicapai secara cepat.

Kesepakatan itu, menurut Refly Harun, merupakan kabar buruk bagi kubu Prabowo-Sandi.

"Ini kalau bagi pemohon saya kira bad news, ya," ungkap Refly Harun.

"Jadi akan kalah besok ini?" tanya Najwa Shihab, sang presenter.

"Ya... Saya kira bad news," jawab Refly Harun.

baca juga

Lalu Najwa Shihab langsung beralih ke anggota tim hukum pemohon Denny Indrayana dengan mengatakan, "Oh akan kalah, Mas Den."

"Enggak, enggak, saya enggak bilang kalah ya. Saya bilang bad news," sahut Refly Harun, diikuti tawa Najwa Shihab dan seluruh tamu di studio.

Bagi Refly Harun, sidang sengketa Pilpres 2019 memang cukup berat untuk kubu 02 karena mereka harus memberikan alat-alat bukti yang tak masuk akal, sementara kubu 01 sebagai pihak terkait tinggal menyesuaikan serangan dari pemohon.

Apalagi, Refly Harun melanjutkan, kubu 02 mengajukan dalil yang terbilang besar.

Salah satunya adalah hal yang bersifat kuantitatif, yakni klaim kemenangan atas perolehan suara sebanyak 52 persen.

"Kira-kira sampai akhir sidang, itu muncul enggak angka 52 persen itu? Saya justru balik bertanya. Ya saya mengatakan, tidak muncul," ujar Refly Harun.

"Mungkin kalau paradigmanya hitung-hitungan, dari awal saya mengatakan, the game is over," lanjutnya.

Akhir yang sama berlaku juga untuk perkara kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Penyebabnya pun tak berbeda pula, yakni pembuktiannya tak mudah untuk dilakukan.

"Kira-kira sampai akhir sidang itu convincing enggak? Apakah terbukti secara sah dan meyakinkan, bisa meyakinkan hakim bahwa itu sudah terjadi secara TSM dan berpengaruh pada suara? Makanya sejak awal saya mengatakan, frankly speaking, kalau paradigmanya hitung-hitungan, kedua TSM yang berpengaruh pada hitungan, saya kira the game is over," tutur Mantan Ketua Tim Anti Mafia MK itu.

Ia kemudian membandingkan pembuktian kecurangan TSM di lingkup pilpres dengan pilkada. Menurutnya, pilkada saja sudah berat, apalagi pilpres.

"Jadi dalam konteks TSM itu susahnya minta ampun. Karena itu, harapan itu bisa kalau hakim MK bergerak pada paradigma ketiga, yaitu paradigma pemilu yang jurdil (jujur dan adil -red)" katanya.

Refly Harun menegaskan, peluang terwujudnya harapan kubu 02 akan lebih besar jika mereka bisa membuktikan masalah fundamental yang merusak sendi-sendi pemilu yang jurdil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Putusan MK, Massa Aksi Datang dari Bandung hingga Tegal

Jelang Putusan MK, Massa Aksi Datang dari Bandung hingga Tegal

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 08:57 WIB

Jelang Putusan MK, Tak Terlihat Pergerakan Massa Aksi di Stasiun KRL

Jelang Putusan MK, Tak Terlihat Pergerakan Massa Aksi di Stasiun KRL

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 08:44 WIB

Jelang Putusan MK, Massa Aksi Mulai Berdatangan

Jelang Putusan MK, Massa Aksi Mulai Berdatangan

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 07:32 WIB

Demo di MK Libatkan Anak-anak, Ormas FPI Cs Disemprot KPAI

Demo di MK Libatkan Anak-anak, Ormas FPI Cs Disemprot KPAI

News | Rabu, 26 Juni 2019 | 22:17 WIB

Rahmadsyah Saksi Prabowo di Sidang MK Resmi Dijebloskan ke Sel Tahanan

Rahmadsyah Saksi Prabowo di Sidang MK Resmi Dijebloskan ke Sel Tahanan

News | Rabu, 26 Juni 2019 | 18:08 WIB

Terkini

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:54 WIB

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:52 WIB

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×