ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 September 2026 | 15:08 WIB
ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah
Ilustrasi rudal (tasnimnews)
baca 10 detik
  • Eskalasi serangan Yaman dan Arab Saudi mengancam keselamatan warga sipil serta layanan vital.

  • Presiden ICRC mendesak penghentian pertikaian demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah.

  • Serangan rudal Houthi merusak fasilitas energi Arab Saudi dan melukai 73 orang.

Suara.com - Ancaman krisis kemanusiaan yang lebih parah kini mengintai jutaan penduduk Timur Tengah akibat eskalasi militer terbaru yang melibatkan wilayah Yaman dan Arab Saudi. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyerukan penghentian pertikaian secara mendadak sebelum kehancuran meluas ke seluruh kawasan.

Guguran konflik ini diprediksi melumpuhkan akses jaringan listrik, suplai air bersih, hingga pasokan bahan bakar di area pemukiman warga. Jalur medis darurat dipastikan ikut kolaps apabila aksi saling serang antar-faksi tidak segera direm oleh pihak berkoalisi.

"Eskalasi permusuhan baru-baru ini di Timur Tengah yang berdampak ke Yaman dan Arab Saudi berisiko memperluas konflik di kawasan, jika tidak dicegah, bisa memperparah situasi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan yang dihadapi jutaan orang," kata Presiden ICRC Mirjana Spoljaric melalui pernyataan resmi.

Mirjana menegaskan bantuan pangan maupun medis darurat dari lembaga internasional tidak akan pernah cukup memulihkan keadaan tanpa adanya komitmen politik. Penegakan hukum internasional menjadi fondasi utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh aktor militer yang bertikai.

"Kami khawatir ini akan menyebabkan lebih banyak kematian dan korban luka, pengungsian, dan gangguan yang berpotensi membawa bencana terhadap layanan dan infrastruktur penting seperti layanan kesehatan, air, bahan bakar, dan listrik," katanya.

Sektor sipil dan fasilitas publik non-militer harus mendapatkan perlindungan penuh tanpa syarat dari menggila arus peperangan. ICRC meminta batas-batas hukum perang tetap dihormati guna menghindari penderitaan warga yang tidak terlibat pertempuran.

Aksi saling balas rudal dan drone membakar sejumlah kawasan strategis di wilayah selatan Arab Saudi pada Selasa (8/9). Serangan yang menembus benteng pertahanan tersebut menghantam unit pasokan energi hingga memaksa operasional harian terhenti sementara.

Ledakan di instalasi vital tersebut memicu kebakaran hebat serta menjatuhkan puluhan korban di pihak sipil maupun pekerja. Otoritas setempat mencatat sedikitnya 73 orang mengalami luka-luka akibat gempuran mendadak dari arah Yaman.

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas hujan rudal tersebut sebagai bentuk balasan atas gempuran udara sebelumnya. Mereka menyasar pusat kegiatan penerbangan seperti Bandara Abha serta pos komando vital milik Kerajaan Saudi.

baca juga

Suhu politik kedua belah pihak sebenarnya telah memanas sejak Juli lalu pascaserangan udara menghantam bandara Sanaa. Arab Saudi kemudian melancarkan aksi balasan berskala besar ke berbagai wilayah Yaman yang dikuasai oleh faksi Houthi.

Ketegangan panjang ini berakar dari perang saudara Yaman yang menyeret intervensi koalisi militer pimpinan Arab Saudi selama bertahun-tahun. Eskalasi terbaru ini mengancam memutus harapan perdamaian sekaligus mempercepat kehancuran infrastruktur dasar di kedua belah negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb

Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:02 WIB

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:13 WIB

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

Arab Saudi Aktifkan Peringatan Serangan Udara

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan

Bogor | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

Penyerangan Bersenjata di Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Selongsong Peluru

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:35 WIB

×