Ada 4 Kelompok Ideologi, Denny JA Prediksi Pilpres 2024 Lebih Berat

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Selasa, 02 Juli 2019 | 16:29 WIB
Ada 4 Kelompok Ideologi, Denny JA Prediksi Pilpres 2024 Lebih Berat
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, memprediksi pertarungan politik pada Pilpres 2024 akan lebih berat dari Pilpres 2019. Ia menyebut polarisasi dan pertikaian yang terjadi pada Pilpres 2019 tidak akan mereda. Sebab terdapat elemen pertikaian ideologis.

Denny menyebutkan setidaknya ada empat kelompok ideologis yang bertikai pada Pilpres 2019 dan kemungkinan akan terus berlangsung meskipun Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo dan mantan rivalnya Prabowo Subianto akhirnya berkoalisi.

"Seandainya pun terjadi koalisi antara Jokowi dan Prabowo, pertarungan empat ideologi itu akan terus berjalan. Pertarungan ideologi hanya berhenti jika ideologi itu kehilangan pengikutnya dalam jumlah yang siginifikan," kata Denny di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

Empat ideologi yang hidup dalam ruang publik di Indonesia kata Denny, yakni pertama ideologi politik reformasi.

Menurut Denny, mayoritas pendukung idelogi politik reformasi berada di kubu Jokowi - Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 kemarin.

"Paham ini dibawa oleh Presiden Habibie ketika menjabat sebagai presiden pertama era reformasi. Lalu dilanjutkan Gus Dur, Megawati, SBY dan sekarang Jokowi," kata dia.

"Ini ideologi mainstrem, PDIP ada di sini juga Golkar, juga kaum minoritas. Dalam pilpres 2019 tempo hari mayoritas pendukung ideologi ini ada di kubu Jokowi. Ideologi ini mendapat tantangan dari tiga ideologi lainnya," lanjut dia.

Kedua, ideologi Islam politik. Denny mengatakan paham ideologis tersebut yakni menginginkan syari'at Islam lebih berperan di ruang publik. Seperti mencita-citakan negara Islam, sistem Khalifah atau dengan nama NKRI bersyariah. Adapun, menurutnya, kelompok pendukung ideologi Islam politik sebagian besar berada di kubu Prabowo - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

"Yang menonjol dalam ideologi ini adalah FPI, HTI. Kedua ormas ini berperan signifikan dalam Pilpres 2019 di belakang Prabowo," ungkapnya.

baca juga

Ketiga, ideologi 'kembali ke UUD 1945 yang asli'. Kelompok ideologis tersebut, memiliki paham tak setuju dengan sistem politik ekonomi yang berlaku saat ini. Sebab, sistem politik ekonomi saat ini dinilai terlalu liberal dan memberikan ruang besar pada perusahaan asing.

"Pelopor paham ini awalnya adalah Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat. Di tahun 2009, tokohnya adalah Letnan Jenderal Suryadi dan Mantan Panglima TNI Djoko Santoso juga ada di barisan ini," kata Denny.

Keempat, ideologi Hak Asasi Manusia (HAM). Berbeda dengan kelompok ideilohi Islam politik, kelompok paham idelogi HAM, kata Denny, banyak mengkritik pemerintahan Jokowi karena dianggap kurang liberal.

Selain itu, Jokowi juga dinilai kurang tuntas menyelesaikan isu pelangggaran HAM. Mulai dari kasus gerakan 65 hingga pembunuhan aktivis HAM Munir.

"Haris Azhar sebagai misal, ia mengkritik keras Jokowi. Tapi ia juga tak mau membela Prabowo yang dianggap punya catatan hitam hak asasi manusia," ungkapnya.

"Pilpres 2024 akan semakin ramai. Empat idelogi itu kembali bertarung. Bisa jadi keempat-empatnya lebih kuat, lebih punya pengalaman," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK: Rekonsiliasi Itu Kewajiban untuk Bersatu

Wapres JK: Rekonsiliasi Itu Kewajiban untuk Bersatu

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 16:08 WIB

Daftar Tokoh yang Diprediksi Jadi Calon Presiden 2024

Daftar Tokoh yang Diprediksi Jadi Calon Presiden 2024

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 15:23 WIB

Prabowo dan Sandiaga Masuk Bursa Capres 2024, Akan Bersaing?

Prabowo dan Sandiaga Masuk Bursa Capres 2024, Akan Bersaing?

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 15:05 WIB

Maruf Amin Klaim Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Tak Bagi-bagi Kursi Menteri

Maruf Amin Klaim Rekonsiliasi Jokowi - Prabowo Tak Bagi-bagi Kursi Menteri

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 14:11 WIB

Terkini

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Perempuan Berkebaya Lumut di Jalan Hutan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Aqil Savik Siap Jawab Kepercayaan Shin Tae-yong, Persija Bidik 3 Poin

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:33 WIB

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:28 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

×