1 Jam Capai 1.500 Pendaftar, Pencetus Ngaku Kewalahan Bikin KTP Prabowo

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 04 Juli 2019 | 18:23 WIB
1 Jam Capai 1.500 Pendaftar, Pencetus Ngaku Kewalahan Bikin KTP Prabowo
[Suara.com/Nurman/Oxta]

Suara.com - Ketua Umum Kartu Tanda Pendukung Prabowo-Sandi (KTP-PS), Yudi Cahya Prawira mengaku tampilan gambar yang menarik, menjadikan KTP Prabowo-Sandi banyak diminati oleh relawan pendukung.

Yudi yang juga sebagai penggagas kartu tersebut mengaku jumlah pendaftar yang ingin membuat KTP Prabowo-Sandi sudah mencapai 120 ribu orang.

Bahkan, Yudi mengklaim kewalahan untuk menampung seluruh pendukung yang mau membuat KTP pasangan capres-cawapres nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu.

Kartu Tanda Pendukung Prabowo Sandi (KTP-PS) - (Twitter/@juriglagu)
Kartu Tanda Pendukung Prabowo Sandi (KTP-PS) - (Twitter/@juriglagu)

"Cetakan fisik masih belum banyak ya, masih di bawah 10 ribu, tapi kalau yang mendaftar total sudah sampai 120 ribu orang, tapi kan kami enggak bisa ambil semua karena enggak mampu nanganinanya," kata Yudi, Kamis (4/7/2019).

"Kami juga buka pendaftaran lewat Whatsapp sampai diblokir dianggap spam, karena dalam satu jam yang daftar mau buat (KTP Prabowo-Sandiaga) sampai 1.500 orang," kata dia.

Yudi menjelaskan, ada tiga jenis kartu yang ditawarkan yakni regular, gold dan platinum. Tidak ada perbedaan yang mencolok dari ketiga kartu, hanya saja untuk gold dan platinum disertai sertifikat.

"Reguler enggak ada foto, yang gold ada foto sama sertifikat dan yang platimum sama dengan gold cuma warna beda. Jadi jumlah total fisik yang kita sudah keluarkan gold dan regular masing-masing sekitar 5 ribu keping, kalau platinum belum segitu," jelasnya.

Untuk produksinya, dilakukan di kantor sekretariat relawan yang tidak jauh dari kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, dengan 20 orang anggota. Sejak Januari 2019, pihaknya mampu membuat seribu keping KTP Prabowo-Sandi per bulan.

"(Produksi) di sekertariat relawan dekat kediaman Pak Prabowo sekitar 1 kilometer. Kartu yang kita proses setiap bulannya sejak Februari di Hambalamg sekitar seribuan yang dikeluarkan," kata Yudi.

baca juga

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sang Pencetus Beberkan Asal Muasal Pembuatan KTP Prabowo-Sandi

Sang Pencetus Beberkan Asal Muasal Pembuatan KTP Prabowo-Sandi

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 17:45 WIB

Relawan Bikin KTP Prabowo - Sandi, Gerindra Siapkan Gugatan ke Pengadilan

Relawan Bikin KTP Prabowo - Sandi, Gerindra Siapkan Gugatan ke Pengadilan

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 18:25 WIB

Relawan Bikin KTP Khusus, Prabowo Senang Sekaligus Terharu

Relawan Bikin KTP Khusus, Prabowo Senang Sekaligus Terharu

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 17:40 WIB

Ogah Dicatut Sembarangan, Gerindra: Pembuatan KTP Prabowo Harus Ajukan Izin

Ogah Dicatut Sembarangan, Gerindra: Pembuatan KTP Prabowo Harus Ajukan Izin

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 17:37 WIB

Terkini

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:12 WIB

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:07 WIB

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi

Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×