Gubernur Kepri Terjaring OTT KPK, Ketum Nasdem Akan Beri Keterangan Pers

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 11 Juli 2019 | 13:04 WIB
Gubernur Kepri Terjaring OTT KPK, Ketum Nasdem Akan Beri Keterangan Pers
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Partai Nasdem dikabarkan akan memberikan pernyataan resmi menyusul kader partainya yang menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/7/2019) malam.

Terkait nasib Nurdin, Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi mengajak semua pihak untuk menunggu pernyataan resmi Nasdem melalui konferensi pers di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat.

"Sebentar lagi ada konpers di DPP. Saya pikir ke DPP saja," ujar Taufiqulhadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Terkait kapan waktu konpers tersebut, Taufiqulhadi belum bisa memastikan. Namun ia berujar bahwa Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh didampingi Sekjen Partai Nasdem Jhonny G. Plate yang akan memberikan pernyataan secara resmi mengenai OTT Gubernur Kepri.

"Benar (Ketum dan Sekjen)," katanya.

Nurdin Basirun dan tunggangan keren. (Instagram/@nurdin757)
Nurdin Basirun dan tunggangan keren. (Instagram/@nurdin757)

Seperti diberitakan sebelumnya, tim penindakan KPK menangkap enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kepulauan Riau, pada Rabu (10/7/2019) malam. Rencananya Kamis siang ini akan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Satu di antara 6 orang yang terjaring OTT KPK itu diduga adalah Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun.

"Mereka dalam perjalanan ke Jakarta lewat jalur udara. Diperkirakan (Kamis) siang ini sampai di kantor KPK dan akan dilanjutkan pemeriksaan intensif," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (11/7/2019).

KPK menduga Gubernur Nurdin Basirun terlibat dalam kasus suap perizinan reklamasi yang sudah dipantau sejak lama dari laporan masyarakat. Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita sejumlah mata uang asing senilai 6.000 dolar Singapura.

baca juga

"KPK juga mengamankan uang lain dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Sedang dalam proses perhitungan," ujar Febri.

Menurut Febri, tim akan kembali melakukan pemeriksaan intensif setelah 6 orang yang ditangkap telah tiba di KPK. Selanjutnya, tim juga akan menentukan status mereka pada Kamis sore ini dengan menggelar konferensi pers.

"Hasil dari kegiatan ini akan disampaikan pada publik melalui konferensi pers sore ini," imbuh Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Tetapkan Status Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kamis Sore Ini

KPK Tetapkan Status Gubernur Kepri Nurdin Basirun Kamis Sore Ini

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 11:44 WIB

Ditangkap KPK, Kekayaan Gubernur Kepri Capai Rp 5,8 Miliar

Ditangkap KPK, Kekayaan Gubernur Kepri Capai Rp 5,8 Miliar

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 11:20 WIB

Setelah Terjaring OTT, KPK Segel Ruang Kerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Setelah Terjaring OTT, KPK Segel Ruang Kerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 10:22 WIB

Ditangkap KPK, Ini 7 Tunggangan Keren Gubernur Kepulauan Riau

Ditangkap KPK, Ini 7 Tunggangan Keren Gubernur Kepulauan Riau

Otomotif | Kamis, 11 Juli 2019 | 10:29 WIB

Diminta Tetap Oposisi, PKS ke Nasdem: Bilang Saja Takut Dapat Kursi Sedikit

Diminta Tetap Oposisi, PKS ke Nasdem: Bilang Saja Takut Dapat Kursi Sedikit

News | Senin, 08 Juli 2019 | 15:23 WIB

Terkini

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:50 WIB

5 Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah Rp1 Jutaan, Kapasitas Besar dan Hemat Tempat

5 Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah Rp1 Jutaan, Kapasitas Besar dan Hemat Tempat

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:45 WIB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:41 WIB

Cara Menghilangkan Lumut di Tangki Dispenser Tanpa Bongkar Mesin

Cara Menghilangkan Lumut di Tangki Dispenser Tanpa Bongkar Mesin

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB

Berapa Biaya Vasektomi? KB Permanen yang Dilakukan Suami Siti Badriah demi sang Istri

Berapa Biaya Vasektomi? KB Permanen yang Dilakukan Suami Siti Badriah demi sang Istri

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB

7 Weton yang Pantang Menyerah dan Selalu Dapat Jalan Rezeki Tak Terduga

7 Weton yang Pantang Menyerah dan Selalu Dapat Jalan Rezeki Tak Terduga

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB

DPRD DKI Wanti-wanti: Biaya Penataan Kabel Udara Jakarta Jangan Dibebankan ke Masyarakat

DPRD DKI Wanti-wanti: Biaya Penataan Kabel Udara Jakarta Jangan Dibebankan ke Masyarakat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:40 WIB

×