PSI: Rekonsiliasi Wajib, Tapi Oposisi Juga Diperlukan

Rizki Nurmansyah

Sabtu, 13 Juli 2019 | 03:05 WIB
PSI: Rekonsiliasi Wajib, Tapi Oposisi Juga Diperlukan
Wakil Ketua DPW PSI Jakarta Rian Ernest. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai rekonsiliasi adalah sesuatu yang wajib dalam membangun sebuah bangsa. Namun peran oposisi dalam pemerintahan juga diperlukan.

"PSI tentu mendorong rekonsiliasi karena membangun negeri adalah lebih penting dibandingkan sekadar menang pemilu atau menjadi penguasa. Tapi kami ingin garis bawahi bahwa keberadaan oposisi juga perlu," kata Wakil Ketua DPW PSI Jakarta Rian Ernest di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dengan adanya oposisi, kata Ernest, pemerintahan dalam suatu negara tidak akan menjadi sentralistik dan ada penyeimbang kekuatan dalam sebuah negara.

"Rekonsiliasi wajib tetapi oposisi juga diperlukan. Jika semuanya mengiyakan penguasa, tidak sehat juga untuk demokrasi, bisa jadi sentralistik," ujarnya dikutip dari Antara.

Terkait dengan santer terdengarnya Partai Demokrat yang saat Pilpres 2019 mendukung pasangan pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menurut Ernest, Demokrat adalah partai yang berpengalaman dalam bidang organisasi suatu negara dan akan sangat dibutuhkan dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Pengalaman dan sistem teknokratiknya yang bisa kita serap sehingga akan sangat dibutuhkan. Demokrat tahu apa yang terbaik bagi bangsa. Entah menjadi oposisi atau menjadi bagian koalisi tentu kami dukung apapun keputusan mereka," kata dia.

Untuk Gerindra dan PKS, Ernest menilai merupakan partai yang memiliki daya juang dan kompetensi luar biasa.

"Sehingga jika kedua partai ini bisa menjadi penyeimbang, kenapa tidak?" tuturnya.

Adapun Partai Amanat Nasional (PAN), menurut Ernest, agak unik karena saat ini seperti hendak merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf setelah sebelumnya menjadi oposan.

"Tapi ini semua masih cair lah, namanya rekonsiliasi pasti masih ada diskusi bahkan negosiasi asal jangan dagang sapi bagi-bagi konsesi," katanya.

Ernest menambahkan, PSI bersikap siapapun yang ingin bergabung koalisi, asalkan memiliki kompetensi dan punya niatan yang baik, sangat disambut baik.

"Asal jangan tujuannya gabung sama kita, tujuannya untuk lima tahun ke depan untuk modal Pemilu," tukas Ernest.

PSI merupakan bagian yang berada dalam Koalisi Indonesia Hebat yang merupakan koalisi pemenang Pemilu 2019 dengan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Selepas Pemilu 2019, sejumlah pihak dari berbagai kalangan menyerukan agar ada rekonsiliasi nasional antara kubu Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Adil Makmur (partai-partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa

Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:00 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:21 WIB

Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset

Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:10 WIB

Pelajaran dari Jose Ramos-Horta: Rekonsiliasi Lebih Kuat daripada Balas Dendam

Pelajaran dari Jose Ramos-Horta: Rekonsiliasi Lebih Kuat daripada Balas Dendam

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:54 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB

Terkini

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:32 WIB

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:21 WIB

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:13 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56 WIB

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

Bos Maktour Bantah Ada Transaksi untuk Dapat Kuota Haji Tambahan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:46 WIB

Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG

Komisi X DPR Dukung Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Kunker Pantau Program MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:40 WIB

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39 WIB

MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!

MBG Jangan 'Makan' Hak Guru dan Beasiswa dari Anggaran Pendidikan!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:24 WIB

Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra

Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB

Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana

Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:20 WIB