Moeldoko: Ini Negara Kalau Tak Ada Kaum Nasionalis Bisa Ambruk

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 22 Juli 2019 | 19:08 WIB
Moeldoko: Ini Negara Kalau Tak Ada Kaum Nasionalis Bisa Ambruk
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat berpidato di acara GMNI. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Kepala Staf Kepresiden Moeldoko menilai negara bisa ambruk apabila tiadanya peran serta keterlibatan dari kaum nasionalis. Selain nasionalis, peran dari TNI dan kalangan agamawan juga turut menyumbangkan unsur kekuatan dari Indonesia.

Moeldoko menjelaskan bahwa salah satu unsur kekuatan yakni TNI memiliki peran dan fungsi untuk memperkuat negara melalui pengelolaan kekuatan bersenjata dari laskar-laskar secara profesional.

“Kehadiran tentara melalui proses yang panjang. Tanggal 22 Agustus 1945, lahirlah Badan Keamanan Rakyat. Barulah pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat. Pada saat itu sudah menyebut istilah tentara,” kata Moeldoko dalam diskusi bertajuk “Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya” di Sekretariat PA GMNI, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Moeldoko juga menerangkan bahwa selain tentara, ada juga unsur lainnya yang turut menopang pendirian republik yakni kalangan nasionalis dan kalangan agamawan, terutama kelompok Islam. Tentara, nasionalis, dan kalangan agamawan menjadi tiga serangkai yang mampu mendobrak lahirnya bangsa dan negara Indonesia.

Menurutnya, apabila tidak ada unsur nasionalis, negara Indonesia bisa ambruk.

"Ini negara kalau enggak ada kaum nasionalis, bisa ambruk. Akan belok ke kanan dan ke kiri. Posisi nasionalis inilah yang membuat bangsa ini tetap bertahan di tengah-tengah," ujarnya.

Moeldoko menyatakan bahwa banyak negara gagal di tengah jalan saat hendak bergerak dari sistem totaliter ke demokratis. Hal itu banyak terjadi lantaran mengabaikan stabilitas.

Indonesia disebut mantan Panglima TNI periode 2013-2015 itu salah satu contoh yang baik.

“Ketika saya menjadi Panglima TNI, saya menyadari betul, bagaimana harus menjaga antara stabilitas dan tuntutan demokrasi,” tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kontak Senjata Nduga, Moeldoko: Perlu Evaluasi antara TNI dan Polisi

Soal Kontak Senjata Nduga, Moeldoko: Perlu Evaluasi antara TNI dan Polisi

News | Senin, 22 Juli 2019 | 17:20 WIB

Ogah Dilihat Lemah Negara Luar, Istana Siap Ajukan PK soal Karhutla

Ogah Dilihat Lemah Negara Luar, Istana Siap Ajukan PK soal Karhutla

News | Senin, 22 Juli 2019 | 17:00 WIB

Tanggapi Walhi, Istana: Banyak di Daerah, Tak Perlu Bangun RS Sendiri

Tanggapi Walhi, Istana: Banyak di Daerah, Tak Perlu Bangun RS Sendiri

News | Senin, 22 Juli 2019 | 16:43 WIB

Kapolri Sudah Diberi PR, Istana Tak Mau Jokowi Dibebani Kasus Novel

Kapolri Sudah Diberi PR, Istana Tak Mau Jokowi Dibebani Kasus Novel

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 18:38 WIB

Diklaim Soroti Nasib Baiq Nuril, Moeldoko: Jokowi Tak Abai soal Masalah HAM

Diklaim Soroti Nasib Baiq Nuril, Moeldoko: Jokowi Tak Abai soal Masalah HAM

News | Senin, 15 Juli 2019 | 18:22 WIB

Terkini

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Review Godzilla Minus Zero: Ketika Teror Monster Menjadi Alegori Trauma

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:30 WIB

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

Jokowi Minta Keadilan Usai Tunjukkan 4 Ijazah Asli di Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:15 WIB

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

4 Shio yang Kehidupannya Lebih Baik Mulai 6 November 2026, Banyak Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:04 WIB

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Momen Pemakaman Prajurit TNI yang Gugur dalam Operasi Karhutla

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Agensi Umumkan Lee Know Stray Kids Akan Mulai Wajib Militer pada Awal 2027

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

PKB Apresiasi Kapolri soal Penanganan Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Listyo Sigit

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:00 WIB

×