Bangkai Kapal Ekspedisi Magelhaens Disebut Berada di Perairan Maluku Utara

Chandra Iswinarno | Suara.com

Senin, 29 Juli 2019 | 14:14 WIB
Bangkai Kapal Ekspedisi Magelhaens Disebut Berada di Perairan Maluku Utara
Penyelaman dilakukan Tim dari KKP untuk mencari bangkai kapal ekspedisi Magelhaens di kawasan Perairan Maluku Utara. [Antara]

Suara.com - Santernya kabar keberadaan bangkai kapal Victoria dan Trinidad yang digunakan Juan Sebastian De Elcano dan Ferdinand Magelhaens dalam ekspedisi mengelilingi dunia di Perairan Tidore dan Ternate, Maluku Utara membuat tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menelusuri keberadaan tersebut.

Kepala Loka Riset Sumber Daya Manusia dan Kerentanan pesisir, Badan Riset KKP, Nia Naelul Hasanah Ridwan mengatakan telah melakukan penyelaman untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut.

"Saat ini, tim telah lakukan penyelaman untuk mewujudkan penelitian menelusuri keberadaan dua kapal yang tiba di Tidore tahun 1521 silam," katanya seperti dilansir Antara di Ternate, Senin (29/7/2019).

Hal tersebut disampaikan menyusul permintaan Wali Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2018 untuk melakukan riset terkait kebenaran atas keberadaan kapal tersebut, seperti keterangan di kawasan Benteng Tsjoebe dan Monumen Pendaratan Rombongan Juan Sebastian de Elcano pada tahun 1521 di Rum Balibunga.

Dia mengungkapkan, sejauh ini mereka telah melakukan penyelaman untuk mencari tahu atas bukti keberadaan bangkai kapal Victoria dan kapal Trinidad di perairan Tidore dan Ternate sebagai bentuk dukungan atas perayaan 500 tahun pelayaran ekspedisi Magelhaens sekaligus pelaksanaan Sail Tidore 2021.

"Kita sudah melakukan penyelaman tetapi baru sekali di depan Benteng Castello atau Kastela Ternate dan Tanjung Tongowai dan Depan Benteng Tahula Tidore," ujarnya.

Menurutnya, di depan Benteng Kastela Ternate, sampai sejauh ini mereka belum mendapat titik terang sebagaimana data yang diperoleh dari perpustakaan dan arsip nasional. Sedangkan, di Tanjung Tongowai, tim penyelam telah mendapat dua bangkai kapal yang didukung dengan penemuan ratusan guci dan dua buah senjata meriam serta depan Benteng Tahula, saat ini masih dalam tahapan penyelaman.

"Di Tanjung Tongowai, tim menemukan dua unit bangkai kapal dengan panjang 100 meter lebih dan yang satunya lagi berukuran 70 meter, tetapi kita masih perlu melakukan penelitian terkait dengan motif dan Artafech atau lukisan dalam guci yang sudah diangkat sekitar 150 tahun lebih," ujarnya.

Sebab, untuk peninggalan sejarah berupa senjata meriam terdapat gambar salib, globe atau bola dunia dan emas dan ketiga gambar ini bisa menyimpulkan bahwa tujuan kedatangan Bangsa Spanyol dan Portugis yaitu, perdagangan, penyebaran agama dan mencari emas, tetapi masih perlu menggali lebih bukti-bukti keberadaan pelayaran bersejarah tersebut.

Dia menjelaskan, dari guci yang sudah ditemukan ini, pihaknya belum mendapatkan titik terang karena di guci yang dimaksud sudah temukan artefak atau motif yang melambangkan asal usul harta karun ini.

Meski begitu, Nia berharap ada dukungan dari masyarakat berupa informasi atau petunjuk atas tenggelamnya kapal ekspedisi ini, sehingga pihaknya dapat melakukan penelitian lebih lanjut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KKP Kembali Tangkap Enam Kapal Ikan Asing yang Beroperasi di Indonesia

KKP Kembali Tangkap Enam Kapal Ikan Asing yang Beroperasi di Indonesia

News | Minggu, 28 Juli 2019 | 19:40 WIB

Sebanyak Enam Kapal Ikan Ilegal Asal Filipina dan Vietnam Ditangkap KKP

Sebanyak Enam Kapal Ikan Ilegal Asal Filipina dan Vietnam Ditangkap KKP

News | Minggu, 28 Juli 2019 | 16:03 WIB

Empat Rumpon Ilegal Nelayan Filipina Ditertibkan KKP

Empat Rumpon Ilegal Nelayan Filipina Ditertibkan KKP

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 19:16 WIB

KKP Tangkap Enam Kapal Nelayan Asing Ilegal

KKP Tangkap Enam Kapal Nelayan Asing Ilegal

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:10 WIB

Terkini

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB