Array

ICW Saran Jokowi Larang Gibran dan Kaesang Berpolitik, Dampaknya Buruk

Selasa, 30 Juli 2019 | 16:33 WIB
ICW Saran Jokowi Larang Gibran dan Kaesang Berpolitik, Dampaknya Buruk
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - LSM Anti Korupsi Indonesia Corruption Watch atau ICW menyarankan Jokowi melarang kedua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep berpolitik praktis untuk saat ini. Sebab akan berdampak buruk.

Salah satunya bisa menciptakan politik dinasti Jokowi. Menurut ICW, itu berdampak negatif. Gibran dan Kaesang dijagokan menjadi calon wali kota Solo di Pilkada 2020 mendatang.

Kepala Divisi korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan selama ini Jokowi dinilai positif karena keluarganya tidak ada yang berpolitik praktis. Bahkan anak-anak Jokowi adalah pengusaha.

Donal menilai hal itu tidak positif bagi citra Presiden Jokowi yang selama ini melarang anak-anaknya untuk berpolitik praktis. Pelarangan itu, lanjut dia, bertujuan agar tidak muncul tudingan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sedang membangun politik dinasti.

"Menurut saya sebaiknya Jokowi tidak memperbolehkan putranya terlibat di dalam politik praktis sekarang ini," kata Donal di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

"Sebab kebanyakan politisi-politisi yang lain menggunakan posisi politiknya agar anak-anaknya mendapatkan jabatan yang strategis," lanjut Donal.

Donal melihat selama 5 tahun ini Jokowi secara konsisten melakukan upaya mencegah politik dinasti tersebut. Sehingga kalau sekarang dia memperbolehkan justru akan membuat kesan yang sama dengan politisi lainnya.

"Kalau sekarang memperbolehkan justru membuat Jokowi terkesan sama dengan politisi kebanyakan dan tidak memberikan manfaat positif bagi Jokowi," katanya.

Selama ini publik melihat Jokowi sebagai teladan yang membatasi anak-anaknya tidak terjun ke politik praktis atau bahkan membatasi anak-anaknya tidak ikut-ikutan proyek APBD maupun APBN.

Baca Juga: ICW Sebut Jika Gibran dan Kaesang Berpolitik Bisa Buat Citra Jokowi Buruk

"Dan ketika ikut - ikutan seolah - olah konsep positif yang dibangun itu akan hilang," katanya.

Dengan adanya partai politik yang ramai-ramai mendukung putra sulung Presiden Joko Widodo ini, Donal menilai sebagai upaya parpol membangun kedekatan dengan presiden yang saat ini sedang menyusun kabinetnya.

Tidak menutup kemungkinan dukungan yang diajukan oleh para parpol itu bagian dari membangun sisi kedekatan, menarik hati Jokowi untuk mendapatkan manfaat bagi partainya di kabinet.

"Oleh karena itu ICW mendorong supaya tidak usah, kecuali kalau Presiden Jokowi sudah mangkat setelah itu ya silahkan.Tapi kalau sedang berkuasa itu tidak positif," kata Donal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI