Vakum 2 Tahun, ACFFest 2019 Digelar karena Dukungan Pimpinan KPK

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 01 Agustus 2019 | 05:05 WIB
Vakum 2 Tahun, ACFFest 2019 Digelar karena Dukungan Pimpinan KPK
Epi Handayani, perwakilan Direktorat Pendidikan dan Layanan Masyarakat KPK jelaskan soal festival film ACFFEST 2019 ketika bertandang ke kantor Suara.com. (Suara.com)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar festival film anti korupsi atau Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2019. Festival ini sudah dibuka sejak 28 Mei sampai 15 Agustus 2019.

Perwakilan Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK Epi Handayani mengatakan pimpinan KPK sangat mendukung digelarnya ACFFest 2018.

Epi menyebut pimpinan KPK berharap acara tersebut dibuat tahunan.

"Pimpinan KPK men-support bahkan mereka-mereka itu, minta kita khususnya di Kedeputian Pencegahan membuat ACFFest ini tahunan. Kita sempat vakum 2016 dan 2017. Jadi ini adalah penyelenggaraan kelima ACFFEST. Jadi 2013 kita mulai ACFFEST, 2016 2017 sempat vakum," ujar Epi saat menyambangi kantor Suara.com, Rabu (31/7/2019).

Epi menuturkan, pimpinan KPK juga mengingatkan bahwa anti korupsi berkaitan dengan nilai dan integritas. Karena itu, KPK kata Epi menekankan 9 nilai integritas sebagai nilai anti korupsi.

"Jadi antikorupsi itu kan kaitannya dengan values atau nilai, bahwa kita selalu bicara terkait dengan integritas," kata Evi. 

"Kemudian kita turunkan menjadi nilai nilai yang mudah dipahami, kita turunkan dari integritas menjadi sembilan nilai anti korupsi, ada jujur, peduli, mandiri, disipilin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil," sambungnya. 

Ia menegaskan perilaku korupsi bukan hanya kerugian keuangan, melainkan perilaku koruptif.

"Jadi korupsi itu bukan terkait dengan kerugian keuangan negara saja loh, ada hal hal lain yang terkait dengan perilaku koruptif yang itu harus menjadi prioritas kita juga. Kita jangan bicara soal korupsi, kalau kalau lampu merah aja masih diterobos itu kan hal-hal yang sehari-hari," katanya.

Lebih lanjut, Epi berharap para peserta bisa membuat film pendek anti korupsi dengan menerapkan sembilan nilai-nilai anti korupsi.

"Itu yang harus kita tanamkan, itu akan menjadi investasi di masa yang akan datang khususnya untuk generasi generasi muda," tutur Epi.

ACFFEST 2019 mengambil tema antikorupsi dengan fokus pada korban korupsi.

Adapun 10 proposal terpilih akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp 20.000.000. Selain itu, peserta yang terpilih juga mendapatkan bantuan dana produksi, mengikuti movie camp, coaching clinic dari pembuat film profesional, dukungan online editing di Jakarta, dan pendampingan mentor lokal.

"Satu tim akan dipanggil dua orang untuk ikut movie camp. Movie camp itu akan dibimbing penulis skenario yang legendaris, yaitu Pak Jujur Prananto dan kemudian nanti dari struktur filmnya akan ada pembinaan juga dari sutradara yang memang kekinian mas Yandy Laurens, sutradara film keluarga Cemara layar lebar," tandasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yuk, Ikutan Bikin Film Anti Korupsi di ACFFest 2019

Yuk, Ikutan Bikin Film Anti Korupsi di ACFFest 2019

Entertainment | Rabu, 31 Juli 2019 | 20:22 WIB

Terkini

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB