LHKPN Peserta Calon Pimpinan KPK Belum Bisa Diumumkan

Chandra Iswinarno | Welly Hidayat | Suara.com

Jum'at, 02 Agustus 2019 | 22:38 WIB
LHKPN Peserta Calon Pimpinan KPK Belum Bisa Diumumkan
Suasana tes psikologi seleksi calon pimpinan KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Minggu (28/7). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Isnaini menyebut belum dapat menyampaikan laporan harta peserta calon pimpinan KPK jilid V yang diikuti sebanyak 104 peserta.

Menurut Isnaini, para peserta masih menjalani sejumlah rangkaian tes dari panitia seleksi (Pansel), apalagi dalam tes psikologi terakhir pada Minggu (28/7/2019) lalu akan kembali diumumkan peserta yang lolos di tes selanjutnya.

"Mohon maaf kami belum bisa menyebutkan nama-nama di sini karena memang dalam proses seleksi ya, baru hari senin nanti akan ada pengumuman mengenai keputusan hasil psikologi, jadi kemungkinan kan akan terus berkurang," kata Isnaini di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).

Maka itu, Isnaini belum bisa menyampaikan nama-nama secara detail.

Meski begitu, Isnaini dari data yang ada bahwa dari 104 peserta capim KPK yang masuk dalam tahap tes psikologi ada sekitar 65 penyelenggara negara. Sementara, sisanya sebanyak 39 orang bukan penyelenggara negara yang tidak wajib melaporkan kekayaannya.

"Dari 65 orang wajib lapor LHKPN, statistiknya yang baru lapor satu (kali lapor LHKPN) 11 orang, dua kali sembilan orang, lapor tiga kali 15 orang, lapor empat kali 16 orang, lapor lima kali tujuh orang, lapor enam kali lima orang, lapor tujuh kali satu orang, dan lapor sembilan kali satu orang," ujar Isnaini.

Isnaini menambahkan dari 65 pejabat negara tersebut untuk melaporkan harta pada periodik 2018 yang tepat waktu hanya 31 orang dan terlambat melaporkan sebanyak sembilan orang.

"Jadi, butuh perbaikan (laporan LHKPN) itu enam orang dia sudah melaporkan. Tapi secara addministrasi belum menyampaikan surat kuasa, sehingga belum dikatakan lengkap," kata Isnaini

Sementara itu, untuk capim yang belum lapor dibawah periodik tahun 2018, ada sekitar 19 orang peserta.

Untuk diketahui, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih menyatakan hasil psikotes tahapan seleksi capim KPK akan diumumkan pada Senin (5/8/2019) setelah selesai dilakukan ujian pada Minggu (28/7/2019).

Sebelumnya sebanyak 104 capim KPK mengikuti psikotes di Gedung Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Tanggal 5 (Agustus)," kata Yenti kepada wartawan, Minggu (28/7/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK Sebut Capim KPK Tidak Perlu Lapor LHKPN, Kalau...

JK Sebut Capim KPK Tidak Perlu Lapor LHKPN, Kalau...

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 17:26 WIB

Antasari Azhar Kritik LSM Anti Korupsi Seolah Tolak Capim KPK dari Polri

Antasari Azhar Kritik LSM Anti Korupsi Seolah Tolak Capim KPK dari Polri

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 16:54 WIB

Teror Air Keras Novel Baswedan Penting Dijadikan Materi Capim KPK

Teror Air Keras Novel Baswedan Penting Dijadikan Materi Capim KPK

News | Senin, 29 Juli 2019 | 20:52 WIB

Ketua Pansel Sebut Kasus Novel Baswedan Ditanya ke TGPF, Bukan ke Capim KPK

Ketua Pansel Sebut Kasus Novel Baswedan Ditanya ke TGPF, Bukan ke Capim KPK

News | Senin, 29 Juli 2019 | 18:27 WIB

Terkini

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:02 WIB

H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur

H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:02 WIB

Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan

Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:50 WIB

Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen

Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:49 WIB