Keinginan Berwirausaha Pekerja Migran Indonesia di Korea Tinggi

Suwarjono

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 04:50 WIB
Keinginan Berwirausaha Pekerja Migran Indonesia di Korea Tinggi
Pemberdayaan Pekerja migrant Indonesia di Korea

Suara.com - Pekerja migran Indonesia di Korea Selatan berkeinginan kuat akan membuka usaha sekembali ke Indonesia. Keinginan besar ini tercermin dari antusiasme mereka mengikuti pelatihan peluang kewirausahaan melalui Digital Marketing yang digelar di Ansan, Korea Selatan.

Sedikitnya 130 pekerja Indonesia berkumpul di Hotel Royal Heritage, Ansan, Minggu pekan lalu. Acara yang dihelat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Korea, Direktorat Perlindungan WNI Kemlu dan BNP2TKI ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Deputi BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono dan Direktur PT Arkadia Digital Media, Suwarjono.

“Para pekerja Indonesia di Korea  beruntung dibanding penempatan pekerja Indonesia di negara lain. Selain gaji yang diperoleh sangat tinggi, sekitar Rp 20 juta perbulan, juga peraturan penempatan pekerja Korea Selatan cukup baik,” kata Teguh Hendro.

Tak heran jika purna PMI di Korea sekembali ke Indonesia pada umumnya lebih mapan, memiliki modal cukup besar buat berusaha di Indonesia. Mereka bisa mengantongi uang hingga Rp 1 miliar sekembali ke Indonesia. “Dengan kontrak 3 tahun dan bisa diperpanjang 10 bulan, mereka bisa membuka wirausaha di Indonesia,” katanya.

Upah menggiurkan ini membuat Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya untuk memberikan kesempatan kerja bagi para purna PMI, khususnya untuk bergerak di bidang kewirausahaan. Beberapa Kementerian atau Lembaga Negara saling bekerja sama untuk melakukan pemberdayaan WNI berbasis kewirausahaan dengan program-program seperti Sentra Usaha PMI Purna, Desa Migran Produktif, Penyaluran KUR, dan lain sebagainya;

Seperti yang dilakukan KBRI di Korea Selatan dalam membantu meningkatkan kapasitas khususnya menyiapkan purna PMI adalah dengan membuat komunitas Kampung Korea. Komunitas ini melakukan berbagai pelatihan kewirausahaan, dengan mendatangkan narasumber mantan pekerja migran yang telah sukses berwirausaha.

Digital Marketing

Selain Kampung Korea, salah satu program KBRI dan Direktorat PWNI Kemlu adalah program pemberdayaan bagi para pekerja migran, dengan menggelar seminar Marketing Digital. "Saat ini di Indonesia pengguna internet tumbuh pesat, sudah mencapai 171 juta pengguna. Sebagian besar penikmat, peselancar digital, bukan kreator. Sudah waktunya purna PMI memanfaatkan untuk berwirausaha. Dan peluang ini sangat besar," kata Suwarjono.

Ia kemudian mencontohkan,kehadiran internet banyak mengubah kehidupan masyarakat kita. Termasuk yang awalnya memiliki hobi aneka macam, tiba-tiba bisa menjadi pengusaha setelah mengunggah hobinya ke media sosial. Seperti hobi memasak, membuat kue,  koleksi hijab, batik dan lain-lain. Hanya karena mengunggah di media sosial, secara konsisten kemudian orang lain tertarik dan jadilan jual beli.

"Tidak harus menjadi produsen sesuatu. Bisa juga hanya sebagai distributor barang orang lain. Menjadi re-seller barang orang lain," kata Jono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Sudah Baikin dengan FC Twente, Mees Hilgers Telan Pil Pahit Ditempatkan di Skuat Buangan

Sudah Baikin dengan FC Twente, Mees Hilgers Telan Pil Pahit Ditempatkan di Skuat Buangan

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:47 WIB

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif

Foto | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican

Video | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati

Health | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×