Wapres JK Sebut 4 Perusahaan Ini Monopoli Dunia

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 08 Agustus 2019 | 04:05 WIB
Wapres JK Sebut 4 Perusahaan Ini Monopoli Dunia
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di acara 24th INDEF Anniversary di Aryaduta Hotel, Jalan Prajurit KKO Usman Dan Harun, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). (Foto dok. Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak bisa terlepas dari kecanggihan teknologi. Ketergantungan teknologi itu membuat empat perusahaan terbesar di dunia yakni Google, Facebook, Amazon dan Microsoft mampu memonopoli dunia.

JK menuturkan, masyarakat kekinian sangat bergantung kepada Google. Google merupakan perusahaan Amerika Serikat yang memudahkan masyarakat untuk mencari segala informasi hanya melalui sambungan internet.

Microsoft juga menjadi perusahaan terbesar lainnya yang digunakan masyarakat sebagai sistem operasi Windows. Produknya sangat bermanfaat bagi pengguna komputer bahkan kini sudah tersedia melalui gawai.

Kemudian ada Amazon, perusahaan yang didirikan di Amerika Serikat pada 1994 itu bergerak di bidang penjualan berbasis online atau kalau saat ini dikenal sebagai perusahaan e-commerce. Banyaknya yang menggunakan jasa Amazon, membuat perusahaan tersebut meraup laba hingga USD 1 triliun pada 2018.

Selain itu, ada juga Facebook yang sangat akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Layanan jejaring sosial itu memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi bahkan menemukan kawan baru.

"Akhirnya ketergantungan kita di suatu sistem di dunia ini, ketergantungan kita di monopoli kepada kita pribadi hanya oleh 4 perusahaan terbesar di dunia ini," kata JK saat memberikan pidatonya pada acara 24th INDEF Anniversary di Aryaduta Hotel, Jalan Prajurit KKO Usman Dan Harun, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).

JK kemudian menjelaskan bahwa ketergantungan masyarakat akan terus meningkat apabila inovasi-inovasi seperti dari pencetus-pencetus empat perusahaan terbesar itu akan dilahirkan kembali.

Menurutnya jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah meningkatkan untuk berinvestasi. Selain berinvestasi juga harus dipikirkan bagaimana meningkatkan pendapatan melalui ekspor.

"Bagaimana ke depan tentunya, ya ke depan selalu saja jangka pendek semuanya tergantung bagaimana kemampuan kita berinvestasi, menginvestasi dan bagaimana kemampuan kita meningkatkan pendapatan lewat ekspor agar terjadi suatu daya beli yang kuat," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK Sebut Pemberantasan Korupsi di Indonesia Menimbulkan Ketakutan

Wapres JK Sebut Pemberantasan Korupsi di Indonesia Menimbulkan Ketakutan

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 22:45 WIB

Wapres JK Minta Mendag Selesaikan Perundingan Perdagangan Bebas Akhir Tahun

Wapres JK Minta Mendag Selesaikan Perundingan Perdagangan Bebas Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2019 | 18:55 WIB

Cerita The Beatles Bikin Bangkrut Bisnis Barber Shop Wapres JK

Cerita The Beatles Bikin Bangkrut Bisnis Barber Shop Wapres JK

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:52 WIB

Curhat Warganet Ditawari Kos Murah di Jogja, Nyaris Berujung Tragis

Curhat Warganet Ditawari Kos Murah di Jogja, Nyaris Berujung Tragis

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 12:30 WIB

Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat

Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 04:00 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×