CEK FAKTA: Akibat Blackout Massal, Ribuan TKA RRC Masuk Indonesia, Serius?

Bangun Santoso

Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:36 WIB
CEK FAKTA: Akibat Blackout Massal, Ribuan TKA RRC Masuk Indonesia, Serius?
Ilustrasi: Mati lampu. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah hasil tangkapan layar mendadak viral di yang tersebar melalui pesan berantai di media sosial Whatsapp. Tangkapan layar yang tersebar itu memuat artikel soal akibat pemadaman listrik massal oleh PLN.

Tangkapan layar yang tersebar itu memuat sebuah artikel mirip laman media online Detik.com dengan narasi "Akibat Pemadaman Listrik PLN, 350 ribu TKA ilegal dari RRC Masuk Indonesia".

Berikut narasi lengkapnya:

“AKIBAT PEMADAMAN LISTRIK PLN, 350 ribu TKA ilegal dari RRC Masuk INDONESIA

Minggu, 04 Agustus 2019, Dimulai dari jam 11:35 Wib sampai dengan 02:15 dinihari terjadi pemadaman Listrik di seluruh Propinsi Jawa-Barat meliputi, Banten, dan Dki Jakarta.

Di saat warga mulai merasakan kerugian yang cukup besar dalam segala aspek kegiatan mencari nafkah dengan berbisnis, berdagang, dll. Tiba-tiba Warga Bandung, Sulteng, Banten, dan Kaltim. Warga di kejutkan dengan adanya Tka RRC ilegal yang berduyun-duyun memasuki wilayah mereka masing-masing.

Ternyata di balik pemadaman Listrik kemarin ada misi besar rezim penguasa menyelundupkan Tka RRC ilegal ke berbagai kota dan propinsi.”

Lantas benarkah tenaga kerja asing sebanyak itu masuk Indonesia usai peristiwa pemadaman listrik massal yang melanda Jakarta, dan sebagian Jawa seperti Banten dan Jawa Barat?

Hasil tangkapan layar yang tersebar soal TKA ilegal asal RRC masuk ke Indonesia. (Foto via Turnbackhoax.id)
Hasil tangkapan layar yang tersebar soal TKA ilegal asal RRC masuk ke Indonesia. (Foto via Turnbackhoax.id)

Penjelasan:

baca juga

Dikutip dari laman Turnbackhoax.id, dari hasil penelusuran dan pencarian dengan kata kunci “350 ribu TKA ilegal dari RRC Masuk INDONESIA”, 0 hasil ditemukan alias tidak ada satupun artikel sebagaimana yang tersebar itu.

Sumber diduga kuat membagikan foto tangkapan layar yang sudah diedit atau hasil suntingan.

Selain berdasarkan hasil pencarian, tidak ada artikel dengan judul tersebut. Terlihat bahwa tata letak artikel tidak sesuai dengan tata letak artikel standar di laman Detik.com. Selain itu, tata bahasa tidak baku.

Kesimpulan:

Berdasarkan penelusuran atas tangkapan layar tersebut, bisa dipastikan konten informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ombudsman akan Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Massal

Ombudsman akan Investigasi Penyebab Pemadaman Listrik Massal

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:11 WIB

Soal Kompensasi Blackout, PLN: Bukan Gaji yang Dipotong, Tapi Bonus Pegawai

Soal Kompensasi Blackout, PLN: Bukan Gaji yang Dipotong, Tapi Bonus Pegawai

Bisnis | Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:02 WIB

Diperiksa soal Mati Lampu Massal, Ini yang Dicecar Ombudsman ke PLN

Diperiksa soal Mati Lampu Massal, Ini yang Dicecar Ombudsman ke PLN

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 14:41 WIB

Pemadaman Listrik Bikin Geger, Arief Poyuono Minta Direksi PLN Dipecat

Pemadaman Listrik Bikin Geger, Arief Poyuono Minta Direksi PLN Dipecat

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 13:22 WIB

Ternyata Penentuan Pejabat PLN Bukan Didasar Keahlian, Tapi Pertemanan

Ternyata Penentuan Pejabat PLN Bukan Didasar Keahlian, Tapi Pertemanan

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2019 | 20:16 WIB

Terkini

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

Perjalanan Menuju Candi Prambanan, Prabowo dan PM Narendra Modi Satu Helikopter

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:09 WIB

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

Asal-usul Isi Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli, Ternyata Hasil 'Peras' 914 Petani KUD

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 12:02 WIB

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

3 Pekerja Daycare Little Aresha Masih Jadi Saksi, Akankah Menyusul Jadi Tersangka?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59 WIB

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:49 WIB

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

×