Ombudsman Sebut Wacana PNS Boleh Kerja dari Rumah Belum Mendesak

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 09 Agustus 2019 | 20:08 WIB
Ombudsman Sebut Wacana PNS Boleh Kerja dari Rumah Belum Mendesak
Ilustrasi PNS di Balai Kota DKI Jakarta. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia menilai wacana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk mengizinkan PNS kerja dari rumah belum terlalu mendesak.

Anggota Ombudsman RI Alamsyah Siragih menilai hal itu belum mendesak karena masih ada hal lain yang harus difokuskan KemenPAN-RB.

"Itu baru gagasan awal dan perlu pendalaman terlebih dahulu, terutama tahapan penyesuaiannya," kata Alamsyah saat dihubungi Suara.com, Jumat (9/8/2019).

Alamsyah menuturkan, hal yang lebih mendesak tersebut adalah nomenklatur PNS menjadi aparatur negara dengan mengubah isi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

"Jauh lebih fundamental untuk mengubah nomenklatur PNS menjadi aparatur negara, tanpa mendikotomikan antara PNS dan PPPK seperti yang ada di dalam undang-undang ASN," jelasnya.

Ia kemudian mengusulkan pada aparatur negara seharusnya diikat dengan perjanjian
kerja dan bisa dalam berbagai jenis, mulai dari berjangka waktu tertentu hingga sampai pensiun layaknya perusahaan swasta. Bukan dengan SK pengangkatan seperti saat ini.

Sebelumnya, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja memaparkan data Global Talent Competitiveness Index di tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Skor terkecil yang didapat yakni pada poin global knowledge skills, terutama penguasaan IT.

Dia mengatakan wacana tersebut masih dalam proses rancangan dan belum diketahui kapan agar diterapkan.

"Nanti akan bisa kerja dari rumah, tinggal ngatur aturannya kayak bagaimana," kata Setiawan saat Forum Merdeka Barat di Auditorium KemenPAN-RB, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

baca juga

Dengan cara seperti itu, kata Setiawan PNS bisa memiliki fleksibilitas kerja. Hal tersebut merupakan salah satu indikator birokrasi yang ditetapkan pihaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana PNS Kerja di Rumah, KASN: Absen, Sistem Kontrol Zaman Kuno

Wacana PNS Kerja di Rumah, KASN: Absen, Sistem Kontrol Zaman Kuno

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 17:01 WIB

KASN Sebut Tak Semua PNS Bisa Kerja di Rumah, Tergantung Jenis Pekerjaan

KASN Sebut Tak Semua PNS Bisa Kerja di Rumah, Tergantung Jenis Pekerjaan

News | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 16:53 WIB

PNS Bisa Kerja Dari Rumah, Bagaimana Pengawasannya?

PNS Bisa Kerja Dari Rumah, Bagaimana Pengawasannya?

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 15:19 WIB

1 Juta PNS Dikirim ke Kalimantan Jika Ibu Kota Jadi Pindah

1 Juta PNS Dikirim ke Kalimantan Jika Ibu Kota Jadi Pindah

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2019 | 11:22 WIB

Terkini

Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota

Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:31 WIB

Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset

Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:29 WIB

JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan

JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:18 WIB

Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan

Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB

Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif

Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:12 WIB

Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji

Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:12 WIB

KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:57 WIB

Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun

Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:47 WIB

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:23 WIB

×