JK Sebut Amerika Serikat Negara Paling Melanggar HAM karena Banyak Ngebom

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:45 WIB
JK Sebut Amerika Serikat Negara Paling Melanggar HAM karena Banyak Ngebom
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) serangan balik yang dilakukan oleh TNI/Polri kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua tidak bisa disebut sebagai pelanggaran HAM. Justru JK menyinggung Amerika sebagai negara yang melakukan pelanggaran HAM.

JK menyampaikan bahwa TNI/Polri tidak boleh pasrah apabila sudah ada serangan yang dilakukan oleh KKN hingga timbul korban jiwa. JK menegaskan bahwa apa yang dilakukan TNI/Polri itu bukanlah termasuk kepada pelanggaran HAM.

Hal itu disampaikan JK saat berpidato dalam acara Pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri, Seskoad, Seskoal, dan Sespimen Polri TA 2019.

"Apabila diserang tentu tidak bisa pasrah harus kembali untuk membalas siapa penyerangnya," kata JK di Auditorium Yos Sudarso Seskoal, Komp. Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

JK menegaskan bahwa serangan balik yang dilakukan TNI/Polri kepada KKB bukanlah termasuk ke dalam pelanggaran HAM. JK mengungkapkan kalau selama ini apa yang dilakukan TNI/Polri itu termasuk ke dalam pelanggaran HAM. Akan tetapi dirinya mengingatkan kalau serangan yang dilakukan itu menyebabkan anggota TNI dan Polri banyak yang berguguran.

JK kemudian menyinggung adanya tudingan bahkan dari luar negeri kalau TNI/Polri melanggar HAM saat menjaga konflik di Papua. Padahal menurutnya, negara yang paling sering melakukan pelanggaran HAM ialah Amerika. JK menerangkan Amerika melakukan pengeboman ke sejumlah negara tanpa alasan yang mendasar.

"Mengebom negara kiri kanan tanpa dasar, ngebom Vietnam, ngebom Syiria, ngebom Irak, ngebom Libia. Itu pelanggaran HAM terbesar di dunia yang terjadi," ucapnya.

Dengan demikian JK keberatan kalau TNI/Polri disebut sebagai pelanggaran HAM kalau pada tugasnya menimbulkan satu korban jiwa di Papua. JK menyebut kalau TNI/Polri selalu bertugas sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

"Bukan hanya karena satu korban di Papua, lalu TNI dianggap melanggar HAM. kita tergantung prosedural apa yang kita buat, seperti itu. Tergantung hukum yang kita tegakkan," tandasnya.

baca juga

Untuk diketahui, Briptu Heidar, anggota Polda Papua tewas usai disandera oleh KKB di Papua. tewasnya Briptu Heidar berawal saat korban bersama Bripka Alfonso Wakum melintas di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok menggunakan sepeda motor sekitar pukul 11.00 WIT.

Saat melintas, ada warga yang memanggil nama korban sehingga keduanya berhenti dan korban datang menghampiri warga sipil tersebut.

Namun, tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok orang misterius bersenjata api menangkap korban dan membawanya. Keduanya tidak bisa melakukan perlawanan.

Sedangkan rekannya, Bripka Wakum, langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi, ketika situasi dianggap aman yang bersangkutan langsung menuju ke Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.

Jenazah Briptu Heidar ditemukan tidak jauh dari lokasi pengadangan di Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Diminta Serang Balik KKB, JK: Bukan Pelanggaran HAM

Polri Diminta Serang Balik KKB, JK: Bukan Pelanggaran HAM

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:57 WIB

Unik Banget, Ada Alpukat Leher Panjang Tumbuh di Negara Ini

Unik Banget, Ada Alpukat Leher Panjang Tumbuh di Negara Ini

Lifestyle | Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:31 WIB

Wapres JK: Empat Direksi PLN Masuk Penjara Walaupun Saya Belain

Wapres JK: Empat Direksi PLN Masuk Penjara Walaupun Saya Belain

News | Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:45 WIB

Wacana PNS Boleh Kerja di Rumah, JK Pesimis ASN Akan Disiplin

Wacana PNS Boleh Kerja di Rumah, JK Pesimis ASN Akan Disiplin

Video | Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:56 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×