Lewat Petisi, Netizen Desak Pelaku Rasisme Asrama Papua Ditangkap

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 19 Agustus 2019 | 12:16 WIB
Lewat Petisi, Netizen Desak Pelaku Rasisme Asrama Papua Ditangkap
Aparat kepolisian meminta pentolan ormas-ormas untuk membubarkan massanya yang berkerumun mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019) malam. [Suara.com/Dimas]

Suara.com - Buntut aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur muncul petisi online di laman change.org dengan judul Hentikan Pengepungan dan Kekerasan Papua di Malang dan Surabaya. Petisi tersebut berasal dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Diskriminasi dan Rasialisme.

Petisi tersebut ditujukan kepada Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Malang dan Komnas HAM.

Di dalam petisi tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Diskriminasi dan Rasialisme menuntut pertama mendesak Kapolrestabes Surabaya untuk segera menghentikan aksi pengepungan di Asrama Kamasan Mahasiswa Papua di Surabaya yang dilakukan oleh aparat tentara, kedua mendesak Kapolres Malang untuk segera membebaskan mahasiswa Papua di Malang yang ditahan paksa saat kericuhan 15 Agustus 2019 lalu. 

Kemudian ketiga, mereka mendesak Kapolres Malang untuk segera menindak provokatordan pelaku kekerasan maupun diskriminasi saat kericuhan 15 dan 16 Agustus 2019 dan ke empat mendesak Komnas HAM untuk segera investigasi persekusi, rasialisme, dan penggunaan kekuatan berlebih atas kejadian di Malang dan Surabaya.

"Tuntutan ini didasarkan atas mimpi kami agar siapapun di Indonesia bebas untuk menyatakan pendapatnya di depan publik tanpa ada rasa takut, diperlakukan secara diskriminatif, dan potensi ditahan aparat. Sebab siapapun berhak berpendapat secara damai di Republik Indonesia ini, sesuai dengan Pasal 28E (3) dari UUD 1945," isi petisi tersebut seperti dikutip Suara.com, Senin (19/8/2019).

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Diskriminasi dan Rasialisme juga berharap agara para pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

"Dan juga agar siapapun yang melakukan kekerasan dan aksi diskriminatif akan mendapatkan hukuman yang setimpal agar tidak merusak perdamaian dalam masyarakat. Serta menyelesaikan potensi konflik horisontal antar masyarakat Indonesia, di Jawa maupun di Papua," isi petisi tersebut.

Di dalam petisi, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Diskriminasi dan Rasialisme menjelaskan kronologis sebelum terjadinya pengepungan terhadap mahasiswa Papua.

Adapun petisi tersebut didukung oleh beberapa ormas dan akademisi dan pegiat HAM di antaranya Belantara Papua, JangRampasT Papua, Amnesty International Indonesia, KPKC Sinode GKI Tanah Papua, Universitas Papua, KontraS, Asia Justice dan Rights, Solidarity for Indigenous Papuan, Direktur Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Solidarity for Indigenous Papuan, Walhi Papua, Dewan Adat Papua. Selain itu juga didukung oleh Perkumpulan Bantuan Hukum Cenderawasih, Forum Akademisi Papua Damai, Perkumpulan Bantuan Hukum Cenderawasih dan LinkAr Borneo Kalimantan Barat.

baca juga

Hingga Senin (19/8/2019), pukul 11.56 WIB tercatat petisi itu sudah ditanda tangani sebanyak  2.321 warganet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantor Dibakar Massa, Ketua DPRD Papua Barat: Adik Kami Dibilang Monyet

Kantor Dibakar Massa, Ketua DPRD Papua Barat: Adik Kami Dibilang Monyet

News | Senin, 19 Agustus 2019 | 11:56 WIB

LBH Papua: Polisi Rasis Tangkap 43 Mahasiswa Papua di Surabaya

LBH Papua: Polisi Rasis Tangkap 43 Mahasiswa Papua di Surabaya

News | Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:28 WIB

Polisi Sita Bom Molotov dari Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Polisi Sita Bom Molotov dari Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Jatim | Minggu, 18 Agustus 2019 | 12:50 WIB

Geledah Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Temukan Tas Bercorak Bintang Kejora

Geledah Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Temukan Tas Bercorak Bintang Kejora

Jatim | Minggu, 18 Agustus 2019 | 02:30 WIB

Ditembaki Gas Air Mata, Polisi Angkut Paksa Mahasiswa Papua Kasus Bendera

Ditembaki Gas Air Mata, Polisi Angkut Paksa Mahasiswa Papua Kasus Bendera

Jatim | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:25 WIB

Terkini

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Urutan Skincare Malam Scarlett untuk Wajah Glowing, Bye Kerutan dan Flek Hitam

Urutan Skincare Malam Scarlett untuk Wajah Glowing, Bye Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Haji Isam Borong BYAN, INDEF: Masalah Bursa Sudah Ada Sejak Lama

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Pelajaran dari Demonstrasi Prancis, saat Masalah Rakyat Membuka Mata Negara

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Industri Perkapalan Didorong Lebih Hijau, Kemenperin Bidik Kapal LNG dan Listrik

Industri Perkapalan Didorong Lebih Hijau, Kemenperin Bidik Kapal LNG dan Listrik

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

×