Arkeolog UI dan Italia Ungkap Situs Galangan Kapal Tertua di Asia Tenggara

Bangun Santoso

Minggu, 25 Agustus 2019 | 08:55 WIB
Arkeolog UI dan Italia Ungkap Situs Galangan Kapal Tertua di Asia Tenggara
Situs galangan kapal tertua di Asia Tenggara di Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Kemarau panjang masih melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Cuaca panas mencapai 31 derajat celcius menemani arkeolog dan petugas ekskavasi pada Kamis (22/08/2019).

Ada sekitar 10 orang yang terlibat melakukan ekskavasi Perahu Kuno, yang kini lebih dikenal sebagai Kapal Zabag.

Dr. Ali Akbar memimpin jalannya ekskavasi Kapal Zabag di Desa Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim itu.

Ali Akbar adalah arkeolog dari Universitas Indonesia (UI) yang diminta oleh Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto untuk membantu pemerintah setempat menguak misteri situs-situs kuno Sabak yang juga merupakan kampung halaman keluarga mantan artis dan pesinetron sekaligus eks Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ali Akbar beserta tim ahli lainnya melakukan penelitian di situs Kapal Zabag. Observasi awal dimulai sejak April 2018. Dan pada 7 Agustus 2019, proses ekskavasi mulai dilakukan. Ali Akbar yang dikenal kontroversial karena penelitiannya di situs Gunung Padang ini pun melibatkan mahasiswa Universitas Jambi (Unja) dan masyarakat setempat untuk melakukan ekskavasi.

“Konsepnya adalah bagaimana semua terlibat. Terutama masyarakat di dekat situs. Bukan hanya ilmu pengetahuan yang didapat, tetapi masyarakat setempat juga mendapat dampak positif lainnya,” kata Ali Akbar dalam keterangan tertulisnya.

Hingga kini proses ekskavasi sudah mencapai hampir 35 persen. Sebagian bentuk fisik kapal kuno sudah terlihat. Papan-papan kapal, pasak kayu, tali ijuk, gading dan gerabah tanah ditemukan di lokasi situs. Menurut dia, banyak hal menarik yang ditemukan.

“Ada hal-hal yang belum ditemukan di Nusantara dan Asia Tenggara sejauh pengetahuan saya,” kata Ali.

Dia semakin penasaran dengan situs Kapal Zabag. Seberapa besar ukuran dan seberapa tua umurnya.

baca juga

Menurut dia, sejak tahun 1997 situs ini sudah dinyatakan sebagai peninggalan arkeologi yang penting. Karena kondisinya cukup rapuh, maka situs ditutup kembali.

Menurut Ali, hasil sementara ekskavasi di sisi utara ditemukan ada tujuh papan. Menariknya, papan-papan itu disambung dengan pasak kayu dan diikat dengan ijuk (tali) berwarna hitam. Bentuk yang sama juga ditemukan di sebelahnya.

“Teknik ini (Pasak kayu dan tali ijuk) dikenal sebagai teknik Asia Tenggara. Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Nusantara sudah membuat kapal dengan teknik ini di abad ke-3. Salah satu contoh temuan di Palembang, Rembang dan Cirebon. Ada juga temuan kapal kuo di Ponti, Malaysia sudah menggunakan teknik ini. Begitu juga di Filipina abad 13-14 Masehi," papar Ali Akbar.

Dia menceritakan, temuan kapal karam di dasar laut Cirebon diperkirakan abad ke-10 menggunakan teknik yang sama. Sama juga seperti di Rembang kapal abad ke-8 menggunakan teknik yang sama. Namun untuk Kapal Zabag, Abe—sapaan akrab Ali Akbar—belum bisa memastikan usianya.

“Kita belum tahu usianya berapa, tetapi sampel kayunya sudah kita bawa ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Kira-kira (Kapal Zabag) rentan waktunya diperkirakan abad ke-3 sampai 14 Masehi,” jelas Abe.

Soal ukuran, Abe memperkirakan lebarnya mencapai 5,5 meter. Dilihat dari ukurannya tidak masuk kategori perahu, tetapi kapal. Bahkan kapal besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padamkan Api Kebakaran Hutan, Petugas Manggala Agni Tewas Tertimpa Pohon

Padamkan Api Kebakaran Hutan, Petugas Manggala Agni Tewas Tertimpa Pohon

News | Minggu, 25 Agustus 2019 | 05:37 WIB

Cerita Pilu 2 Gadis Belia di Jambi Usai Dicabuli 15 Pemuda

Cerita Pilu 2 Gadis Belia di Jambi Usai Dicabuli 15 Pemuda

News | Minggu, 25 Agustus 2019 | 05:23 WIB

Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks

Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks

Health | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 12:26 WIB

Dicabuli Sepupu Saat Syukuran, Gadis Belia di Jambi Kini Hamil 7 Bulan

Dicabuli Sepupu Saat Syukuran, Gadis Belia di Jambi Kini Hamil 7 Bulan

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 08:42 WIB

111 Napi di Jambi Bebas di Hari Kemerdekaan

111 Napi di Jambi Bebas di Hari Kemerdekaan

News | Minggu, 18 Agustus 2019 | 05:54 WIB

Kampung Zumi Zola Geger Ada Suami Bunuh Istri, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Kampung Zumi Zola Geger Ada Suami Bunuh Istri, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:19 WIB

Kerap Bertemu dengan Harimau, Warga Jambi Takut Pergi ke Pasar

Kerap Bertemu dengan Harimau, Warga Jambi Takut Pergi ke Pasar

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:15 WIB

Terkini

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

×