Pria di Malang Tewas Digigit Ular Tanah, Begini Penjelasan Panji Petualang

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Senin, 26 Agustus 2019 | 17:12 WIB
Pria di Malang Tewas Digigit Ular Tanah, Begini Penjelasan Panji Petualang
Pria tewas digigit ular tanah - (Instagram/@panjipetualang_real)

Suara.com - Seorang pria di Malang, Jawa Timur tewas tiga hari setelah digigit ular tanah.

Kabar duka itu disampaikan di Facebook oleh pengguna akun mazid.fullkasus, Minggu (15/8/2019).

Menurut keterangannya, korban, Abd Kholik, dihantam ular kaber macan, hingga kemudian meninggal tiga hari setelahnya.

Kabar itu sampai ke Panji Petualang. Ia pun memberi penjelasan tentang ular yang merenggut nyawa Abdul Kholik.

Dirinya menyebutkan, Senin (26/8/2019), ular yang mengigit korban adalah jenis Malayan pit viper, yang nama lainnya juga ular gibuk, ranjau darat, atau viper tanah.

Dirinya menjelaskan tentang ciri-ciri ular itu, yakni jarang bergerak dan bahkan hanya menunggu mangsanya.

Pria tewas digigit ular tanah - (Instagram/@panjipetualang_real)
Pria tewas digigit ular tanah - (Instagram/@panjipetualang_real)

"Beberapa korban tergigit saat mereka jalan di area lapang, kebun, hutan," tulis Panji Petualang.

Ular itu, kata Panji Petualang, akan menggigit manusia jika terinjak.

Bahayanya, ular itu sulit untuk dideteksi keberadaannya karena memiliki kemampuan berkamuflase.

"Saat mereka kamuflase, penampilannya seperti dedaunan kering, sehingga korban tidak menyadiri adanya ular ini," terang Panji Petualang.

Ia lantas memberikan tips pada masyarakat supaya terhindar dari bahaya gigitan ular tersebut.

"Gunakan sepatu boot saat kalian aktivitas di area kebun/sawah/hutan. Untuk perlakuan pertolongan terhadap korban gigitan temen-teman bisa lihat di post selanjutnya," tambahnya.

Belum diketahui kronologi lengkap tentang kejadian digigit ular yang menewaskan seorang pria itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Teroris JAD Blitar Dicokok Densus, Ini Peran Mereka

Tiga Teroris JAD Blitar Dicokok Densus, Ini Peran Mereka

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 16:17 WIB

Bikin Mager, Menilik Pesona Pantai Watu Leter Malang

Bikin Mager, Menilik Pesona Pantai Watu Leter Malang

Lifestyle | Senin, 26 Agustus 2019 | 11:43 WIB

Kopi dari Jawa Timur Diminati Pasar Eropa, Belanda, dan India

Kopi dari Jawa Timur Diminati Pasar Eropa, Belanda, dan India

Bisnis | Senin, 26 Agustus 2019 | 10:02 WIB

Pelantikan Anggota DPRD Malang Didemo Warga

Pelantikan Anggota DPRD Malang Didemo Warga

Jatim | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:00 WIB

Jejak Sampah Impor

Jejak Sampah Impor

Foto | Minggu, 25 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Terkini

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:45 WIB

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:01 WIB

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:51 WIB

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:36 WIB