Anies Pesimis Kemacetan Jakarta Berkurang Setelah Ibu Kota Negara Pindah

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:38 WIB
Anies Pesimis Kemacetan Jakarta Berkurang Setelah Ibu Kota Negara Pindah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut pemindahan status ibu kota tidak mempengaruhi kemacetan di Jakarta. Menurutnya dengan kondisi sekarang, Jakarta masih akan mengalami kemacetan meskipun sudah tidak menjadi ibu kota.

Anies menyebut pemindahan ibu kota tidak mengurangi jumlah kendaraan di jalan secara signifikan. Menurutnya jumlah transportasi paling banyak berasal dari transportasi rumah tangga yang melakukan kegiatan bisnis dan transportasi rumah tangga seperti kendaraan pribadi.

"Saya tidak yakin kalau dari sisi jumlah karena kontribusi kemacetan terbesar itu kegiatan transportasi rumah tangga yang kedua adalah kegiatan transportasi keluarga," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Pasalnya, meskipun ibu kota dipindah, peran Jakarta yang hilang adalah sebagai pusat pemerintahan. Sementara kegiatan bisnis masih berpusat di Jakarta. Kegiatan pemerintahan disebut Anies hanya memberikan dampak kecil pada kemacetan di Jakarta.

"Bisnis tetap di Jakarta, keluarga tetap di jakarta pemerintah itu kontribusi kemacetannya itu sangat kecil sekali," kata Anies.

Karena itu, ia menganggap solusinya adalah dengan menggalakan pengadaan transportasi umum yang memadai. Ia menginginkan kegiatan rumah tangga dan bisnis menggunakan transportasi umum.

"Kita harus memperbaiki transportasi umum supaya rumah tangga dan dunia usaha gunakan transportasi umum," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memutuskan Ibu Kota Negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utaradan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ada lima alasan ibu kota negara pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Pertama karena risiko bencana sangat minimal. Terutama dari banjir, tsunami, kebakaran hutan dan gempa bumi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Diatur UU, MenPAN-RB Minta ASN Harus Siap Pindah ke Ibu Kota Baru

Sudah Diatur UU, MenPAN-RB Minta ASN Harus Siap Pindah ke Ibu Kota Baru

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:26 WIB

Ibu Kota RI Pindah ke Kaltim, Anies Akan Ubah Gedung Kosong Jadi Taman

Ibu Kota RI Pindah ke Kaltim, Anies Akan Ubah Gedung Kosong Jadi Taman

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:17 WIB

KPK Akan Pindah ke Ibu Kota Negara Baru di Penajam Paser Utara

KPK Akan Pindah ke Ibu Kota Negara Baru di Penajam Paser Utara

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 13:09 WIB

Bukan Gubernur, Ini Sosok Pemimpin Ibu Kota Negara Baru di Kaltim

Bukan Gubernur, Ini Sosok Pemimpin Ibu Kota Negara Baru di Kaltim

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 12:27 WIB

Ibu Kota Pindah, Survei: 39,8 Persen Tidak Setuju

Ibu Kota Pindah, Survei: 39,8 Persen Tidak Setuju

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 04:49 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×