Penajam Paser Utara Siap Tampung 1 Juta PNS ke Ibu Kota Baru

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:01 WIB
Penajam Paser Utara Siap Tampung 1 Juta PNS ke Ibu Kota Baru
Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (kaltim) siap menampung sekitar 800 ribu hingga 1 juta pegawai negeri sipil (PNS) dari pemerintah pusat yang akan ikut pindah ke Ibu Kota baru. Sebab, Penajam Paser Utara memiliki lahan seluas 333.306 hektare.

Sementara ASN di Penajam sendiri hanya sekitar 4.000 orang dan jumlah penduduk sekitar 178 ribu jiwa. Sehingga penambahan 800 ribu PNS baru tidak akan menjadi masalah.

"Luas lahan kami tiga kali Balikpapan yang berpenduduk sekitar 800 sampai 900 ribu. Jadi kalau ada tambahan ASN (aparatur sipil negara) dari pusat ya apple to apple dengan Balikpapan, padahal lahan di Balikpapan hanya sepertiga kami. Jadi kalau datang pendatang sekitar satu juta tidak masalah, tidak akan desek-desekan (berdesakan)," kata Kabag Bagian Pembangunan Setkab Penajam Paser Utara, Niko Herlambang di UGM, Kamis (29/8/2019).

Menurut Niko, sebagian kawasan Penajam Paser Utara yang akan masuk wilayah ibukota baru merupakan hutan produksi milik negara. Penduduk kabupaten lebih banyak berada di pinggiran kawasan hutan. Sebagian kawasan itu dikelola oleh pihak swasta meski milik negara.

"Coba googling saja miliknya siapa. Kalau kawasan hutan berarti milik negara, tidak ada person (orang) yang memiliki hutan, itu jelas. Kalau diberikan konsesi (pemberian ijin-red), kapanpun negara membutuhkan terkait hal urgen (maka) dia harus wajib menyeragakan tanpa ada privilege (hak) penggantian itu," tandasnya.

Untuk pembangunan kawasan pemukiman, Niko belum mendapatkan gambaran secara detil dari pemerintah pusat. Namun dipastikan luasan zona lahan untuk ibukota baru mencapai 180 ribu ha.

"Dari ditetapkannya 180 ribu hektar lahan, prediksi kami zona wilayah dari kabupaten kami 120 ribu hektar. Namun detilnya belum ada, takut makelar banyak," katanya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persiapan Ibu Kota, Penajam Paser Utara Minta Rekomendasi Tata Ruang UGM

Persiapan Ibu Kota, Penajam Paser Utara Minta Rekomendasi Tata Ruang UGM

Jogja | Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:46 WIB

Desak Jokowi Fokus ke Papua, Andre: Jangan Hanya Sibuk Urus Ibu Kota Baru

Desak Jokowi Fokus ke Papua, Andre: Jangan Hanya Sibuk Urus Ibu Kota Baru

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 12:49 WIB

Pemindahan Ibu Kota, Lokasi Perhelatan Indonesia Open Juga Ikut Pindah?

Pemindahan Ibu Kota, Lokasi Perhelatan Indonesia Open Juga Ikut Pindah?

Sport | Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:52 WIB

Ibu Kota Baru Bisa Dirudal China? Eks Panglima TNI Sekakmat Tengku Zul

Ibu Kota Baru Bisa Dirudal China? Eks Panglima TNI Sekakmat Tengku Zul

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 19:29 WIB

Tengku Zul Sebut Ibu Kota Baru Gampang Dirudal, Istana Beri Jawaban Menohok

Tengku Zul Sebut Ibu Kota Baru Gampang Dirudal, Istana Beri Jawaban Menohok

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 18:54 WIB

Terkini

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB