Internet Dibatasi, Polisi Kesulitan Kumpulkan Informasi Kerusuhan di Papua

Kamis, 29 Agustus 2019 | 18:49 WIB
Internet Dibatasi, Polisi Kesulitan Kumpulkan Informasi Kerusuhan di Papua
Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme Dan Militerisme melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Bridjen Dedi Prasetyo hingga belum bisa memberikan update terkini mengenai kerusuhan yang pecah di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8/2019) kemarin. Dalam informasi yang beredar warga dan aparat dilaporkan ada yang tewas.

Dedi menjelaskan, pembatasan jaringan komunikasi menjadi salah satu hambatan informasi antara Mabes Polri dengan Polda Papua. Hal itu membuat dirinya belum bisa menyampaikan kondisi terkini di Papua.

"Pak Kadiv (Irjen. Pol. Muhammad Iqbal) coba berkomunikasi dengan teman-teman, tapi lagi kesulitan. Semua lagi ada kendala terkait masalah telekomunikasi," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Selain itu data mengenai korban jiwa ataupun luka belum juga bisa diterima Mabes Polri hingga saat ini.

"Belum termonitor. Aparat masih bekerja semaksimal mungkin untuk mengendalikan situasi keamanan di sana. Sampai dengan saat ini belum ada laporan," ucap Dedi.

Meski demikian, Dede mengakui hingga hari ini masih terjadi kerusuhan yang mengakibatkan beberapa bangunan warga dan fasilitas publik rusak bahkan dibakar massa di Abepura, Sentani, dan Jayapura.

"Beberapa properti masyarakat ada yang rusak, fasilitas publik ada yang terbakar. Namun demikian aparat TNI-Polri berusaha semaksimal mungkin mendinginkan situasi bersama tokoh masyarakat," jelasnya.

Polisi menduga kerusuhan di Jayapura memiliki pola yang sama dengan yang terjadi kemarin di Kabupaten Deiyai. Namun polisi masih mendalami peristiwa tersebut.

"Iya betul polanya sama dengan pola di Deiyai ada unjuk rasa damai. Ada settingan dari perusuh untuk memprovokasi massa damai tersebut dan melakukan tindakan anarkis. Ini lagi kita dalami semuanya," tutup Dedi.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp 4,5 Triliun, Sindikat Penyelundupan HP Diringkus Polisi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI