Gerindra Akan Usut Kadernya di DPRD Paniai yang Serukan Papua Merdeka

Reza Gunadha, Novian Ardiansyah

Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:49 WIB
Gerindra Akan Usut Kadernya di DPRD Paniai yang Serukan Papua Merdeka
Naftali Pakopa, anggota DPRD Paniai, saat menyampaikan orasi politik di halaman kantor Bupati Paniai, Madi, Senin (26/8/2019). [Stevanus Yogi/Suara Papua]

Suara.com - Partai Gerindra akan mengusut pernyataan kadernya yang menjadi Anggota DPRD Paniai, Papua, Naftali Pakopa karena menyerukan Papua harus merdeka.

Naftali mengucapkan pernyataan itu saat berorasi dalam aksi mengecam perlakuan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Ia berorasi di depan warga yang berdemonstrasi di DPRD Paniai, Senin (26/8/2019).

Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menilai, pernyataan Naftali tersebut bertolak belakang dengan sikap partai yang nasionalis.

"Saya belum dengar, tapi Gerindra sebagai partai nasionalis jelas, apa pun yang terjadi, sampai langit runtuh, NKRI harus tetap kita jaga," kata Andre kepada Suara.com, Kamis (29/8/2019).

Andre mengatakan, Gerindra akan mengusut pernyataan Naftali terakait Papua merdeka. Naftali, lanjut Andre, bakal dimintakan klarifikasi sesuai aturan Gerindra.

"Iya tentu ada mekanisme internal partai yang akan mengklarifikasi hal itu. Tapi saya belum pernah dengar, saya belum pernah baca," kata Andre.

Untuk diketahui, anggota DPRD Kabupaten Paniai, Papua, menegaskan sudah saatnya bangsa dan Tanah Papua lepas dari Indonesia, merdeka sebagai negara berdaulat.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Paniai, Naftali Pakopa, dalam orasi mewakili anggota DPRD saat aksi demonstrasi anti-rasisme, Senin (26/8/2019), di kantor Bupati paniai.

Aksi itu sendiri digelar untuk mengecam tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, tanggal 16 - 17 Agustus 2019.

baca juga

"Karena Indonesia tak henti-henti dari dulu terus menghina kami orang Papua, dibilang bodoh, kotor, bau, primitif, konsumtif, dan sekarang monyet. Maka saya tegas mau bilang, kita Papua harus merdeka, lepas  dari Indonesia," kata Naftali seperti diberitakan Suarapapua.com, Rabu (28/8/2019).

Ia menuturkan, selama ini pihaknya telah setia terhadap negara Indonesia tapi justru dihina sebagai monyet. Naftali mengakui wakil rakyat kecewa.

"Memang saya Papua kulit hitam, berambut keriting, tapi saya manusia sejati. Kenapa saya dihina dan disamakan dengan monyet. Di Tanah Papua, nama binatang monyet itu tidak ada. Adanya itu di Ragunan, Ancol, Puncak Bogor, di Jawa sana. Keliru orang Indonesia. Mereka sendiri adalah bangsa Monyet," tegasnya lagi.

Karenanya, Naftali menegaskan merdeka adalah harga mati bagi orang dan tanah Papua. Tidak ada pilihan lain selain itu.

"Papua merdeka, Papua merdeka," teriak Naftali.

Soal aksi rasisme, Naftali mengatakan anggota dewan akan membentuk panitia khusus dan membawa hasilnya ke Presiden Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bekas Caleg jadi Provokator Insiden Asrama Papua, Gerindra Lepas Tangan

Bekas Caleg jadi Provokator Insiden Asrama Papua, Gerindra Lepas Tangan

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:36 WIB

Aksi Anti Rasisme di Jayapura Ricuh, PLN Padamkan Listrik

Aksi Anti Rasisme di Jayapura Ricuh, PLN Padamkan Listrik

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:36 WIB

Tri Susanti, Politikus Gerindra Jadi Provokator Demo Asrama Papua Surabaya

Tri Susanti, Politikus Gerindra Jadi Provokator Demo Asrama Papua Surabaya

Jatim | Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:40 WIB

Mahasiswa Papua Desak Referendum, Wiranto: Tuntutan Tidak Tepat

Mahasiswa Papua Desak Referendum, Wiranto: Tuntutan Tidak Tepat

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:10 WIB

Kapolri: Pasukan TNI - Polri di Deiyai Dibekali Peluru Karet

Kapolri: Pasukan TNI - Polri di Deiyai Dibekali Peluru Karet

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:52 WIB

Terkini

Peluang Persija Jakarta Juara Super League Tembus 42 Persen, Persib Bandung Cuma 29 Persen

Peluang Persija Jakarta Juara Super League Tembus 42 Persen, Persib Bandung Cuma 29 Persen

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri

Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Emosional! BabyMonster Doakan Kebahagiaan sang Mantan di Lagu Baru, Deserve

Emosional! BabyMonster Doakan Kebahagiaan sang Mantan di Lagu Baru, Deserve

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tips Memilih Laptop Gaming, Cek 7 Aspek Ini Supaya Awet Buat Main Game Berat

Tips Memilih Laptop Gaming, Cek 7 Aspek Ini Supaya Awet Buat Main Game Berat

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?

Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Rocky Gerung Kritik Derasnya Pemberitaan Negatif Program MBG dan Kopdes

Rocky Gerung Kritik Derasnya Pemberitaan Negatif Program MBG dan Kopdes

Video | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Code-Switching: Ketika Dua Bahasa Bercampur Membentuk Identitas Baru

Code-Switching: Ketika Dua Bahasa Bercampur Membentuk Identitas Baru

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×