KNPB: Jangan Mau Diadu Domba, Musuh Rakyat Papua bukan Warga Indonesia

Tim Liputan Khusus

Senin, 02 September 2019 | 14:10 WIB
KNPB: Jangan Mau Diadu Domba, Musuh Rakyat Papua bukan Warga Indonesia
Ilustrasi aksi demokratis rakyat Papua.

Suara.com - Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo, menyerukan agar rakyat Papua dan non-Papua yang tinggal berdampingan tak tersulut provokasi sehingga menimbulkan konflik horizontal.

Victor Yeimo menuturkan, kekinian terdapat upaya untuk membelokkan aksi-aksi demokratis rakyat Papua terhadap pemerintah Indonesia, dengan membenturkan mereka ke warga non-Papua.

“Jangan giring kami rakyat Papua beradu dengan rakyat non-Papua. Kami tidak berjuang untuk membunuh dan membenci warga negara Indonesia. Kami berjuang karena kemerdekaan adalah hak yang harus diperjuangkan,” kata Victor Yeimo melalui keterangan tertulis, Senin (2/8/2019).

Ia menuturkan, selama dua pekan terakhir rakyat Papua menggelar aksi damai menentang rasisme dan meminta hak menentukan nasib sendiri (self-determination right), tidak ada pengorbanan di pihak non-Papua.

“Sebab kami tidak rasis, dan kami hormati kemanusiaan warga non-Papua. Kepada warga non-Papua, kami harap anda tidak terprovokasi dengan hasutan penguasa untuk mengadu domba antara kita rakyat sipil,” pintanya.

Pola seperti Timor Leste

Victor meyakini, banyak rakyat Indonesia yang mendukung perjuangan rakyat Papua.

“Mereka yang mendukung sesungguhnya adalah manusia yang benar-benar merdeka dalam Indonesia. Karena hanya orang merdeka yang akan menghargai perjuangan kemerdekaan orang lain,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pola-pola membenturkan rakyat Papua dengan non-Papua itu adalah untuk menutupi aksi perjuangan rakyat yang sebenarnya. Pola seperti itu juga dulu pernah dipakai terhadap rakyat Timor Leste.

baca juga

Victor memisalkan, terdapat milisi sipil non-Papua yang menyerang asrama mahasiswa Wamena di Kamkey, 1 September pukul 02.00 subuh.

“Maikel Karet (21) tewas ditembak dengan peluruh tajam di dada. 16 orang terluka parah. Dari video rekaman warga, terlihat polisi tidak menghalau tetapi justru ikut di belakang masa non-Papua menyerang orang Papua,” ungkapnya.

“Apa alasan penyerangan terhadap orang Papua di tempat ini? Padahal non-Papua yang ada di Abepura, Tanah Hitam, Yotefa, dan Kamkey tidak diganggu oleh orang Papua. Tidak ada korban nyawa maupun materi di kompleks ini. Karena orang Papua sudah katakan, musuh mereka bukan non-Papua tetapi penguasa kolonial,” ungkapnya.

Karenanya, Victor menilai milisi-milisi sipil non-Papua yang dibentuk tersebut adalah untuk mengalihkan aksi politik rakyat Papua kepada konflik horisontal.

“Ini permainan lazim seperti di Timor Leste tempo dulu. Penguasa mendorong rakyat saling bantai seperti di Timor Leste. Aktornya sama seperti Timor Leste dulu. Dia sekarang yang mengatur kekerasan antarwarga di Papua,” ungkapnya.

Namun, Victor menuturkan, rakyat Papua sudah memahami skenario konflik horizontal ini.

“Gelombang perjuangan masa rakyat Papua saat ini bertujuan untuk menuntut solusi demokratis melalui ruang referendum. Indonesia tidak bisa paksa tahan Papua untuk dibantai terus menerus. Solusi damai harus dipakai untuk selesaikan masalah Papua,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istana Sebut Benny Wenda Aktor Kerusuhan Papua, Mobilisasi Diplomatik

Istana Sebut Benny Wenda Aktor Kerusuhan Papua, Mobilisasi Diplomatik

News | Senin, 02 September 2019 | 14:01 WIB

Imigrasi Sorong Sebut Nonton Demo Rasisme di Papua Langgar UU Keimigrasian

Imigrasi Sorong Sebut Nonton Demo Rasisme di Papua Langgar UU Keimigrasian

News | Senin, 02 September 2019 | 13:42 WIB

Bule Australia Dideportasi Karena Nonton Demo di Papua

Bule Australia Dideportasi Karena Nonton Demo di Papua

News | Senin, 02 September 2019 | 13:22 WIB

Polisi Jerat 20 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Manokwari, Sorong dan Fakfak

Polisi Jerat 20 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Manokwari, Sorong dan Fakfak

News | Senin, 02 September 2019 | 13:09 WIB

Kerusuhan Dipicu Isu Rasial, Megawati Kirim Utusan ke Papua

Kerusuhan Dipicu Isu Rasial, Megawati Kirim Utusan ke Papua

News | Senin, 02 September 2019 | 11:47 WIB

Tokoh NU soal Papua: Kita Semua Satu Badan, Satu Sakit yang Lain Ikut

Tokoh NU soal Papua: Kita Semua Satu Badan, Satu Sakit yang Lain Ikut

Jogja | Minggu, 01 September 2019 | 23:03 WIB

Kapolda Papua Keluarkan 6 Maklumat, Salah Satunya Larang Warga Berdemo

Kapolda Papua Keluarkan 6 Maklumat, Salah Satunya Larang Warga Berdemo

News | Minggu, 01 September 2019 | 21:58 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×