Kantor Gubernur Papua Dijarah saat Kerusuhan, PNS Trauma

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 02 September 2019 | 15:16 WIB
Kantor Gubernur Papua Dijarah saat Kerusuhan, PNS Trauma
Kondisi lantai 2 Kantor Gubernur Dok II Jayapura dengan sisa-sisa barang yang dibongkar oleh oknum tidak bertanggungjawab pascaunjuk rasa. (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Suara.com - Pemprov Papua menyayangkan aksi penjarahan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pascaunjuk rasa pada Kamis (29/8) lalu. Penjarahan di Kantor Gubernur itu menyebabkan kerugian material.

Sekda Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan aksi penjarahan tersebut juga terjadi di kompleks perkantoran Gubernur Dok II Jayapura.

"Kantor gubernur dibongkar, dijarah, diambil barang-barangnya di hampir semua ruangan kerja yang ada," kata Hery di Jayapura, Senin (2/8/2019).

Menurut Hery, dengan adanya kejadian ini maka Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua tidak dapat memberikan pelayanan publik seperti biasa kepada masyarakat.

"Para ASN di lingkungan Pemprov Papua juga merasa trauma akan adanya kejadian ini, sehingga diharapkan tidak terprovokasi dengan kondisi yang ada," ujarnya.

Hery kemudian mengimbau pada masyarakat tidak terpengaruh dengan kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan untuk membuat situasi menjadi kacau di tanah ini.

"Kami harapkan siapapun dia di Tanah Papua ini, dapat menjaga kedamaian Bumi Cenderawasih dan harus bisa mengendalikan diri atas situasi dan kondisi kini," katanya lagi.

Lebih lanjut Hery mengatakan, aksi demonstrasi tolak rasis yang berujung kerusuhan dan penjarahan membuat ASN takut untuk datang ke kantor dengan situasi dan kondisi seperti ini.

Apalagi kata dia, semua instrumen dan peralatan kantor sudah dijarah, maka pada Selasa (3/9) direncanakan akan dilaksanakan aksi bersih-bersih di lingkungan Pemprov Papua. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Ada Keterlibatan Asing di Kerusuhan Papua, Begini Penjelasan Polisi

Sebut Ada Keterlibatan Asing di Kerusuhan Papua, Begini Penjelasan Polisi

News | Senin, 02 September 2019 | 14:56 WIB

Brimob Kalimantan Timur Hadirkan Senyum untuk Anak-anak di Papua

Brimob Kalimantan Timur Hadirkan Senyum untuk Anak-anak di Papua

Your Say | Senin, 02 September 2019 | 14:31 WIB

Bule Australia Dideporasi karena Ditipu Demo Papua Adalah Festival Budaya

Bule Australia Dideporasi karena Ditipu Demo Papua Adalah Festival Budaya

News | Senin, 02 September 2019 | 14:17 WIB

KNPB: Jangan Mau Diadu Domba, Musuh Rakyat Papua bukan Warga Indonesia

KNPB: Jangan Mau Diadu Domba, Musuh Rakyat Papua bukan Warga Indonesia

News | Senin, 02 September 2019 | 14:10 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×