5 Tahun Hilang, Aktivis Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka dan Tengkorak

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Rabu, 04 September 2019 | 16:48 WIB
5 Tahun Hilang, Aktivis Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka dan Tengkorak
Keluarga Pholachi "Billy" Rakchongcharoen - (Amnesty International Thailand)

Suara.com - Pholachi "Billy" Rakchongcharoen, seorang aktivis Thailand untuk hak-hak tanah etnis Karen, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah menghilang selama lima tahun terakhir.

Pecahan kerangka dan tengkorak yang ditemukan dalam drum minyak hangus di sebuah waduk di Thailand, menurut Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand, Selasa (3/9/2019), adalah milik Pholachi.

Dua potongan tulang dengan bekas luka bakar itu ditemukan dalam drum minyak 200 liter yang tenggelam di dekat bendungan Kaeng Krachan, di provinsi Petchaburi, selatan Bangkok pada Mei lalu.

Dikutip dari Reuters, kerangkanya ditemukan ketika pihak berwenang tengah mencari bukti setelah bertahun-tahun melakukan penyelidikan tanpa hasil.

Dalam konferensi pers, Wakil Direktur DSI Korawat Panpraphakorn mengatakan, DNA yang diambil dari ibu Pholachi menunjukkan bahwa pecahan tulang itu milik putranya.

"Kami menemukan sepotong tulang manusia yang merupakan bagian dari tengkorak dan berdasarkan tes DNA, itu cocok dengan ibu Billy," kata Korawat.

Setelah penemuan itu, kata Korawat, dua puluh fragmen tulang lain ikut ditemukan di sekitar lokasi, tetapi belum diuji.

Korawat menduga Pholachi dibunuh setelah diculik, tetapi penyebab kematiannya tidak diketahui. Namun, dia menolak memberi komentar tentang dugaan tersangka.

Pholachi terakhir terlihat pada 17 April 2014, ketika ditahan oleh otoritas taman nasional di Taman Nasional Kaeng Krachan atas kepemilikan ilegal madu sarang dari lebah liar.

Kala itu Pholachi bekerja dengan komunitas Karen terkait keluhan hukum terhadap pejabat taman nasional atas penggusuran hutan, yang menyebabkan rumah serta pertanian keluarga di dalamnya dirusak dan dibakar.

Karen adalah etnis minoritas, yang sebagian besar tinggal di hutan di Thailand utara dan barat, serta di perbatasan Myanmar. Banyak warga Karen di Thailand yang tidak memiliki kewarganegaraan.

Petugas taman mengaku, Pholachi langsung dibebaskan setelah diinterogasi, tetapi menurut keluarga, Pholachi telah menghilang tanpa jejak sejak ditangkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria 68 Tahun Perkosa Sapi, Mesem saat Ditanya Sambil Bilang Begini

Pria 68 Tahun Perkosa Sapi, Mesem saat Ditanya Sambil Bilang Begini

News | Rabu, 04 September 2019 | 14:27 WIB

Terkini

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:48 WIB

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:42 WIB

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:39 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:37 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB