Industri Pembakaran Arang Buat Seorang Guru Terkena Pneumonia

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Sabtu, 14 September 2019 | 04:00 WIB
Industri Pembakaran Arang Buat Seorang Guru Terkena Pneumonia
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Industri pembakar arang di kawasan Cilincing yang mencemari lingkungan telah memakan korban. Seorang guru SDN Cilincing 07 Pagi bernama Saefudin mengalami radang paru-paru atau pneumonia.

Kepala Sekolah SDN 07 Pagi, Juhaedin mengatakan Saefudin mengidap pneumonia karena kerap beraktifitas di dekat industri itu. Saefudin sudah mengajar di SD itu sejak tahun 2002.

"Guru saya tinggalnya di Kampung Sawah, nah sejak 2002, tiap hari kan melewati aktivitas pembakaran arang," ujar Juhaedin saat dihubungi, Jumat (13/9/2019).

Kondisi Saefudin, kata Juhaedin, sampai saat ini masih memburuk. Juhaedin menyebut Saefudin harus dirawat di Rumah Sakit Koja karena pneumonia.

"Guru saya dirawat di rumah sakit sudah dua bulan parahnya. Hasil analisa dokter bulan Maret kena infeksi saluran pernafasan, itu pneumonia," jelasnya.

Tidak hanya Saefudin, dampak asap buangan industri itu disebut Juhaedin membuat warga lainnya sakit. Ia mengaku belum lama ini ada bayi yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan warga lainnya yang mengalami kecelakaan.

"Belakangan banyak protes dari masyarakat juga karena yanh kena bukan hanya guru tapi juga bayi yang di sekitar rumah kita terkontaminasi ISPA karena pembakaran asap," pungkasnya.

Kekinian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan penindakan dengan meminta agar pembakaran arang dihentikan. 25 pelaku usaha yang sama di kawasan itu diminta menjadi penyalur arang.

Sebelumnya, Kepala DLH DKI Andono Warih mengatakan, pihaknya mengetahui adanya industri yang mencemar udara dari laporan warga sekitar. Bahkan, kegiatan industri itu berlangsung selama 24 jam.

baca juga

Dari laporan itu, pihaknya, kata Andono, telah melakukan penelusuran. Hasil analisa DLH didapatkan parameter NO2 dan H2S melebihi baku mutu dari perusahaan tersebut.

"Paparan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit pada manusia menyebabkan kesulitan dalam bernapas dan H2S menyebabkan bau yang mengganggu kenyamanan lingkungan," kata Andono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Bakar Arang Ada Sejak 1970, Sekolah Ini Selalu Kotor Karena Debu

Industri Bakar Arang Ada Sejak 1970, Sekolah Ini Selalu Kotor Karena Debu

News | Jum'at, 13 September 2019 | 21:59 WIB

KPBB Mengimbau Pemprov DKI Jakarta Kurangi Polusi Dengan Cara Begini

KPBB Mengimbau Pemprov DKI Jakarta Kurangi Polusi Dengan Cara Begini

Otomotif | Jum'at, 13 September 2019 | 12:10 WIB

Tak Semua Petugas Dishub DKI Terapkan Rabu Tanpa Kendaraan Pribadi

Tak Semua Petugas Dishub DKI Terapkan Rabu Tanpa Kendaraan Pribadi

News | Rabu, 11 September 2019 | 11:45 WIB

Terapkan Rabu Naik Transportasi Umum, Parkiran Dishub DKI Penuh Kendaraan

Terapkan Rabu Naik Transportasi Umum, Parkiran Dishub DKI Penuh Kendaraan

News | Rabu, 11 September 2019 | 11:17 WIB

Terkini

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Esensi Teror Berdarah di Balik Manisnya Es Krim dalam Film Ice Cream Man

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

KPK Periksa 9 Saksi, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed Meluas

News | Selasa, 22 September 2026 | 15:44 WIB

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Hadir di ICCE 2026, BRI Ungkap Strategi Hadapi Era AI dengan Etika dan Inovasi!

Bri | Selasa, 22 September 2026 | 15:41 WIB

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

IMHAX 2026 Catat Rekor 18.693 Pengunjung dan Transaksi Rp11 Miliar

Otomotif | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 15:39 WIB

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Aming Ingin Warga Rusun 609 Jadi Hiburan di Tengah Situasi Sulit

Entertainment | Selasa, 22 September 2026 | 15:38 WIB

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio

Malang | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

Teror Suporter Timnas Indonesia Bakal Jadi Ancaman Malaysia, Tan Cheng Hoe: Tetap Tenang

Teror Suporter Timnas Indonesia Bakal Jadi Ancaman Malaysia, Tan Cheng Hoe: Tetap Tenang

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

Mengenal Solusi Pendingin Udara FLiFE untuk Berbagai Kebutuhan, dari Hunian hingga Industri

Mengenal Solusi Pendingin Udara FLiFE untuk Berbagai Kebutuhan, dari Hunian hingga Industri

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 15:36 WIB

BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026

BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 15:35 WIB

×