Kepala BNPB: 40 Ribu Hektare Lahan Gambut di Riau Terbakar

Dwi Bowo Raharjo, Welly Hidayat

Sabtu, 14 September 2019 | 17:16 WIB
Kepala BNPB: 40 Ribu Hektare Lahan Gambut di Riau Terbakar
Kepala BNPB, Doni Monardo usai meninjau rumah rusak akibat gempa di Kampung Karoyak, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (03/08/2019). (Suara.com/Yandhi Deslatama)

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan hingga saat ini kebakaran lahan gambut paling luas berada di Provinsi Riau. Puluhan ribu hektare lahan gambut terbakar di sana pada tahun 2019.

"Untuk lahan gambut yang terluas terbakarnya itu ada di Riau. Mencapai 40 ribu hektare," kata Doni di Gedung BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/9/2019).

Berdasarkan data BNPB, Doni mengatakan ada sekitar 50 ribu hektare wilayah di Riau. Dimana lahan gambut yang mengalami kebakaran mencapai 40.553 hektare.

Doni menuturkan, BNPB telah melakukan hujan buatan dengan menggunakan helikopter dibantu pihak swasta. Namun, upaya untuk memadamkan api tersebut memang tidak mudah. Ini dilarenakan api dilahan gambut cukup susah di padamkan.

"Itu tak menjamin gambut yang terbakar bisa padam. Bahkan di Sumatera Selatan, pengakuan dari salah satu officer BNPB, sudah satu bulan, di satu tempat, hingga hari ini gambutnya belum padam" ucap Doni.

Dua kapal melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/9). [ANTARA FOTO/Rana Larasati]
Ilustrasi kabut asap pekat di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/9). [ANTARA FOTO/Rana Larasati]

Pemadaman susah dilakukan karena saat ini tengah memasuki musim kemarau.

Untuk diketahui, dari bulan Januari hingga Agustus 2019. BNPB mencatat kebakaran pada lahan berhutan seluas 328.724 hektare. 27 persen atau 89.563 hektare di antaranya adalah lahan gambut.

Kebakaran lahan tersebut mengakibatkan asap yang menganggu masyarakat dan menyebabkan penyakit ISPA. Selain itu, sekolah-sekolah pun diliburkan dan penerbangan banyak yang terpaksa dihentikan akibat asap yang semakin menebal.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Minta Peneliti Buatkan Alat Penanggulangan Karhutla

BNPB Minta Peneliti Buatkan Alat Penanggulangan Karhutla

News | Sabtu, 14 September 2019 | 15:38 WIB

Ribuan Bayi di Sumsel Kena Infeksi ISPA karena Asap Kebakaran Hutan

Ribuan Bayi di Sumsel Kena Infeksi ISPA karena Asap Kebakaran Hutan

News | Sabtu, 14 September 2019 | 14:58 WIB

Kepala BNPB Sebut Pejabat Daerah Kurang Peduli Soal Karhutla di Wilayahnya

Kepala BNPB Sebut Pejabat Daerah Kurang Peduli Soal Karhutla di Wilayahnya

News | Sabtu, 14 September 2019 | 14:52 WIB

Terkini

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:48 WIB

60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas

60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Siswi SMA Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

Siswi SMA Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat

Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'

Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi

Viral Eksekusi Rumah Lansia 82 Tahun di Jakbar, Ini Klarifikasi Pihak Koperasi

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×