Walhi Sebut 61 Orang yang Ketemu Jokowi Cuma Ajukan Kepentingan Pribadi

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Minggu, 15 September 2019 | 18:02 WIB
Walhi Sebut 61 Orang yang Ketemu Jokowi Cuma Ajukan Kepentingan Pribadi
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Papua menegaskan, 61 tokoh yang mengatasnamakan daerah itu saat bertemua Presiden Jokowi, benar-benar tak memahami masalah masyarakat Bumi Cenderawasih.

Direktur Walhi Papua Aiesh Rumbekwan mengatakan, 61 orang yang mengatasnamakan tokoh Papua itu tidak benar-benar mengusulkan strategi penyelesaian akar masalah kepada Jokowi.

Sebaliknya, kata Aiesh,puluhan orang tersebut hanya mengusulkan ide-ide yang berkaitan dengan kepentingan pribadi maupun golongan.

Walhi Papua sendiri, kata dia, selalui mengampanyekan kondisi masyarakat adat dan sumber daya alam Papua yang terus terancam.

Kekinian, Aiesh mengungkapkan banyak masyarakat adat yang tergusur dari ruang hidupnya. Namun, persoalan tersebut justru tidak diungkapkan oleh 61 orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai 'tokoh Papua' saat bertemu Jokowi di Istana Negara.

"Hal inilah yang sesungguhnya (harus) menjadi catatan para tokoh ikut menyelesaikan," kata Aiesh kepada wartawan, Minggu (15/9/2019).

Aiesh mengatakan, Papua, seperti diketahui banyak orang, merupakan tanah yang begitu dilimpahi kekayaan alam.

Namun, kenyataannya tidak dapat dipungkiri, Papua tercatat sebagai daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset Walhi Papua bersama sejumlah lembaga, masyarakat adat sekitar hutan tidak memiliki akses kelola. Sebab, hutan telah tergantikan dengan perkebunan sawit skala besar, yang tidak berkontribusi pada kebutuhan pangan.

"Orang-orang yang menyebut diri tokoh Papua seharusnya hadir untuk menyelesaikan berbagai persoalan HAM dan masalah sumber daya itu. Sebab, persoalan itu tidak pernah terselesaikan secara baik dan bijaksana oleh pemerintah," tuturnya.

"Walhi Papua ingin mengingatkan, apa yang di sampaikan Para Tokoh sesungguhnya jauh dari sesuatu yang penting. Persoalan lingkungan hidup adalah persolan mendasar yang tidak terlepas dari tanggung jawab ke 61 tokoh yang mengatasnamakan masyarakat Papua," imbuhnya.

Untuk itu, Walhi Papua berharap Jokowi lebih mengutamakan dan menyelesaikan masalah mendasar rakyat Papua, yakni pelanggaran HAM berat, persoalan lingkungan hidup dan perlindungan hutan.

Berikut 6 poin desakan Walhi dan organisasi masyarakat sipil di Papua:

  1. Kepada para tokoh yang mengatasnamakan masyarakat Papua, untuk segera mengkaji kembali usulan yang sudah disampaikan kepada Presiden Jokowi dan mengarusutmakan hal-hal mendasar termasuk menyikapi perubahan iklim dan pemanasan global.
  2. Bahwa negara segera hadir menyelesaikan persoalan HAM di Tanah Papua, termasuk memberi akses kelola sumber daya alam (hutan), kepada masyarakat.
  3. Bahwa pemerintah segera menghentikan izin ekspansi indutri ekstraktif yang telah mengorbankan Orang Asli Papua (OAP) dan perampasan tanah tanpa ada penyelesaian secara bijaksana.
  4. Pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, DPRP dan DPRPB, MRP dan MRPB, segera membangun komunikasi politik dengan mengarusutamakan penyelesaian berbagai persoalan. Termasuk meminta kepada pemerintah pusat segera menghentikan intervensi kebijakan nasional di Papua yang berpotensi mereduksi pelaksanaan UU Otsus dan aturan pelaksanaannya (Perdasus dan Perdasi).
  5. Pemerintah pusat segera menghentikan untuk menerima kepentingan kelompok atau individu-individu tertentu tanpa melalui kesepakatan Orang Asli Papua dan pemerintah daerah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, DPRP dan DPRPB, serta MRP dan MRPB.
  6. Kepada para tokoh yang menyebut diri sebagai tokoh Papua, kami mengajak membuka mata dan melihat hal-hal mendasar termasuk proteksi masyarakat adat Papua dari tindakan perlakuan rasis dan persoalan pelanggaran HAM. Bukan mengedepankan hal-hal yang jauh dari kebutuhan masyarakat adat Papua yang cenderung menimbulkan konflik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lukas Enembe: 61 Tokoh Papua yang Bertemu Jokowi Tak Miliki Kapasitas

Lukas Enembe: 61 Tokoh Papua yang Bertemu Jokowi Tak Miliki Kapasitas

News | Minggu, 15 September 2019 | 06:29 WIB

Yunus Wonda: Kalau Ngaku Tokoh Papua, Jangan Hilang saat Ada Masalah

Yunus Wonda: Kalau Ngaku Tokoh Papua, Jangan Hilang saat Ada Masalah

News | Rabu, 11 September 2019 | 17:39 WIB

Istana Bantah Tuduhan Tokoh yang Diundang Jokowi Tak Wakili Rakyat Papua

Istana Bantah Tuduhan Tokoh yang Diundang Jokowi Tak Wakili Rakyat Papua

News | Rabu, 11 September 2019 | 16:36 WIB

Yan Warinussy: Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua Tak Beri Solusi

Yan Warinussy: Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua Tak Beri Solusi

News | Rabu, 11 September 2019 | 15:55 WIB

Ketemu Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran Hingga Istana Presiden di Papua

Ketemu Jokowi, Tokoh Papua Minta Pemekaran Hingga Istana Presiden di Papua

News | Selasa, 10 September 2019 | 13:19 WIB

Jokowi Bertemu Tokoh Papua di Istana Negara

Jokowi Bertemu Tokoh Papua di Istana Negara

News | Selasa, 10 September 2019 | 12:16 WIB

Selama 7 Bulan di 2019, 4.258 Titik Panas Bakar Hutan Indonesia

Selama 7 Bulan di 2019, 4.258 Titik Panas Bakar Hutan Indonesia

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 01:00 WIB

Terkini

Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi

Polisi Amankan 69 Orang di Eks Hotel Sultan, Sebut Massa yang Dimobilisasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:05 WIB

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

Negara Tegaskan Hak atas Lahan Eks Hotel Sultan: Kami Punya Akta yang Asli

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:47 WIB

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

HW Group Menang Gugatan Hak Cipta, Tuntutan Rp 4,9 Miliar Ari Bias Ditolak Pengadilan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:31 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

Kemensos Salurkan Bantuan Isian Rumah hingga Jaminan Hidup bagi Korban Bencana di Sumatra

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:22 WIB

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:00 WIB

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB