KPAI Dorong Sekolah Terdampak Asap Karhutla Terapkan Sistem Belajar Online

RR Ukirsari Manggalani | Muhammad Yasir
KPAI Dorong Sekolah Terdampak Asap Karhutla Terapkan Sistem Belajar Online
Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan [ANTARA Foto].

Sistem belajar online lewat group WhatsApp agar asap karhutla tak menghambat proses belajar.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pihak sekolah di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan hutan (Karhutla) menyiapkan strategi pembelajaran berbasis internet. Sehingga, peserta didik masih bisa mengikuti aktivitas pembelajaran tanpa harus keluar rumah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyarankan agar wali kelas dan siswa pun bisa membentuk sebuah grup WhatsApp sebagai wahana untuk memberikan materi pembelajaran.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menurunkan mesin dan selang ketika mencari sumber air untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Sulitnya sumber air di lokasi yang terbakar membuat petugas kewalahan memadamkan api kebakaran lahan gambut tersebut. Sebagai ilustrasi penanganan karhutla dengan mobil [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama].
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menurunkan mesin dan selang ketika mencari sumber air untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Sulitnya sumber air di lokasi yang terbakar membuat petugas kewalahan memadamkan api kebakaran lahan gambut tersebut. Sebagai ilustrasi penanganan karhutla dengan mobil [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama].

Nantinya, kata Retno Listyarti tugas-tugas yang diberikan wali kelas tadi bisa dikumpulkan para perserta didik melalui surat elektronik atau dikumpulkan ketika proses pembelajaran telah kembali aktif di sekolah.

"Yang sederhana, para walikelas dan siswa dapat membentuk grup per kelas, tugas-tugas dari para guru bidang studi dapat dikirimkan melalui grup WA (WhatsApp). Bagi yang tidak paham tugas tersebut, dapat berdiskusi dengan gurunya langsung (lewat pesan WhatsApp pribadi)," kata Retno Listyarti kepada wartawan Minggu (15/9/2019).

"Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti," imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, Retno Listyarti pun meminta para orangtua peserta didik untuk memfasilitasi paket internet bagi anak-anaknya untuk keperluan proses belajar secara online tersebut. Di sisi lain, orangtua diwajibkan mendampingi, membimbing dan mengawasi ketika selama proses belajar online tersebut berlangsung.

"Selain itu, KPAI mendorong para orang tua untuk memperhatikan asupan makanan sehat dan bergizi pada anak agar anak-anak memiliki ketahan tubuh yang lebih baik sehingga tetap sehat selama bencana asap berlangsung," ucapnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS