KPAI Dorong Sekolah Terdampak Asap Karhutla Terapkan Sistem Belajar Online

RR Ukirsari Manggalani, Muhammad Yasir

Senin, 16 September 2019 | 07:20 WIB
KPAI Dorong Sekolah Terdampak Asap Karhutla Terapkan Sistem Belajar Online
Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan [ANTARA Foto].

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pihak sekolah di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan hutan (Karhutla) menyiapkan strategi pembelajaran berbasis internet. Sehingga, peserta didik masih bisa mengikuti aktivitas pembelajaran tanpa harus keluar rumah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyarankan agar wali kelas dan siswa pun bisa membentuk sebuah grup WhatsApp sebagai wahana untuk memberikan materi pembelajaran.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menurunkan mesin dan selang ketika mencari sumber air untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Sulitnya sumber air di lokasi yang terbakar membuat petugas kewalahan memadamkan api kebakaran lahan gambut tersebut. Sebagai ilustrasi penanganan karhutla dengan mobil [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama].
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menurunkan mesin dan selang ketika mencari sumber air untuk memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Desa Kualu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (14/8/2019). Sulitnya sumber air di lokasi yang terbakar membuat petugas kewalahan memadamkan api kebakaran lahan gambut tersebut. Sebagai ilustrasi penanganan karhutla dengan mobil [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama].

Nantinya, kata Retno Listyarti tugas-tugas yang diberikan wali kelas tadi bisa dikumpulkan para perserta didik melalui surat elektronik atau dikumpulkan ketika proses pembelajaran telah kembali aktif di sekolah.

"Yang sederhana, para walikelas dan siswa dapat membentuk grup per kelas, tugas-tugas dari para guru bidang studi dapat dikirimkan melalui grup WA (WhatsApp). Bagi yang tidak paham tugas tersebut, dapat berdiskusi dengan gurunya langsung (lewat pesan WhatsApp pribadi)," kata Retno Listyarti kepada wartawan Minggu (15/9/2019).

"Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti," imbuhnya.

Berkaitan dengan itu, Retno Listyarti pun meminta para orangtua peserta didik untuk memfasilitasi paket internet bagi anak-anaknya untuk keperluan proses belajar secara online tersebut. Di sisi lain, orangtua diwajibkan mendampingi, membimbing dan mengawasi ketika selama proses belajar online tersebut berlangsung.

"Selain itu, KPAI mendorong para orang tua untuk memperhatikan asupan makanan sehat dan bergizi pada anak agar anak-anak memiliki ketahan tubuh yang lebih baik sehingga tetap sehat selama bencana asap berlangsung," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Viral Kabut Asap Banjarbaru, Pemotor Khawatir Tabrak Truk Pertamina

Video Viral Kabut Asap Banjarbaru, Pemotor Khawatir Tabrak Truk Pertamina

News | Minggu, 15 September 2019 | 13:53 WIB

Karhutla di Riau, Rumah Sakit Wajib Layani Penderita ISPA Secara Gratis

Karhutla di Riau, Rumah Sakit Wajib Layani Penderita ISPA Secara Gratis

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 13:50 WIB

KPAI Resmi Cabut Surat Pemberhentian Audisi PB Djarum

KPAI Resmi Cabut Surat Pemberhentian Audisi PB Djarum

Sport | Kamis, 12 September 2019 | 16:05 WIB

Terkini

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Coach Timo Scheunemann Fokus Perkembangan Skuad Putri Indonesia usai Runner-up Singa Cup 2026

Bola | Sabtu, 07 November 2026 | 15:46 WIB

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:45 WIB

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Sumur JUM-101 Berproduksi, PHM Tambah Pasokan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:37 WIB

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

5 Moisturizer untuk Dibawa Perjalanan Jauh, Ukuran Mini Hemat Tempat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:35 WIB

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

Diadang Polisi hingga Saling Dorong, Womens March Desak MBG Disetop dan Pembalut Bebas PPN!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:31 WIB

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

1.128 Perenang Jadi Saksi Pecahkya Rekor MURI di Stadion Akuatik GBK

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Bisnis Keamanan Siber dan AI Makin Dilirik, Pendapatan ITSEC Asia Tumbuh 39 Persen

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 15:12 WIB

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Produsen Otomotif AS Desak Pemerintah Blokir Permanen Mobil Listrik Asal Tiongkok

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 15:10 WIB

×