Ketua BEM UGM: Tunda RUU Itu Bahasa Politis, Tolak atau Terima?

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 25 September 2019 | 09:54 WIB
Ketua BEM UGM: Tunda RUU Itu Bahasa Politis, Tolak atau Terima?
Ketua BEM UGM Atiatul Muqtadir alias Fatur. (Instagram)

Suara.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Atiatul Muqtadir alias Fatur menanggapi kecewa penundaan pengesahan Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Berbicara di Indonesia Lawyers Club TV One, Selasa (24/9/2019), mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) tersebut mengatakan bukan penundaan yang diharapkan para mahasiswa.

"Memang ketika kita mendengar presiden menunda, tunda itu kan sebenarnya bahasa politis, Bung Karni. Kalau kita lihat, sebenarnya kalau saat paripurna itu ya adanya tolak atau terima, enggak ada tunda," katanya.

Fatur pun tegas menyatakan, rekan-rekan mahasiswa di berbagai daerah yang berunjuk rasa menolak RKUHP, bukan sekadar ingin pengesahan ditunda. Dia menyebutkan harapan selanjutnya usai RKUHP ditolak.

"Setelah ditunda nanti dibahas ulang dan melibatkan akademisi, melibatkannya masyarakat," lanjutnya.

Menurut mahasiswa angkatan 2015 ini, demokrasi rakyat Indonesia seharusnya tak menghasilkan hukum yang represif.

"Apa itu? Hukum yang dibentuk dalam, kalau misalnya bahasa Habermas (filsuf -red) itu splendid situation, jadi seharusnya dalam demokrasi itu kita menghasilkan produk hukum yang responsif. Tiga kriterianya, Bung Karni: parsitipasif, aspiratif, dan presisi," jelas Fatur.

Sementara itu, RKUHP, kata Fatur, banyak mengandung pasal karet, yang salah satunya akan berimbas kriminalisasi warga dengan pandangan berbeda dari pemerintah.

Ketua BEM UGM Atiatul Muqtadir alias Fatur - (YouTube/Indonesia Lawyers Club)
Ketua BEM UGM Atiatul Muqtadir alias Fatur - (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

"Nah, jadi yang ingin saya tegaskan adalah, kami ingin ke depan, membaca kegelisahan hari ini yang bertubi-tubi, mahasiswa itu bukanlah manusia bodoh," tambah Fatur.

baca juga

Ia lantas menyayangkan isu demo mahasiswa ditunggangi pihak tertentu, yang justru menjadi fokus banyak orang, sehingga mengaburkan substansinya. Padahal, kata Fatur, substansi unjuk rasalah yang seharusnya diperhatikan.

Kemudian Fatur terang-terangan mengungkap sikap DPR ketika menemui perwakilan mahasiswa pada Senin (23/9/2019) lalu.

Dari pertemuan tersebut, Fatur menyimpulkan, DPR kerap menyatakan kebohongan.

"Diterima sama perwakilan dari DPR waktu itu, Pak Masinton ya? Kemudian disampaikan malah, tidak pernah ada kesepakakatan dengan sejken DPR. Padahal hari Kamis, 19 September kawan-kawan yang aksi ini pernah membuat kesepakatan dengan sekjen DPR. Nah ini yang ingin saya sampaikan. Kok sering banget bohong?" ucap Fatur.

Sekali lagi dirinya menegaskan, tak ada tunggangan dari pihak mana pun dalam aksi mahasiswa belakangan ini.

"Kita turun sebagai gerakan moral dan intelektual, jadi saya ingin sampaikan, kita tidak pernah ditunggangi pihak mana pun," tegas Fatur.

"Mosi tidak percaya yang dihadirkan itu jangan dipandang sebagai hal biasa. Itu adalah kegelisahan publik bahwasanya negara ini tidak baik-baik saja dan tidak dikawal dengan prinsip-prinsip yang demokratis," tambahnya.

Ketika sesi bicara para ketua BEM yang hadir hampir selesai, Fatur meminta izin Karni Ilyas untuk menambahkan sebuah pernyataan.

"RUU yang dibahas secara tergesa-gesa, dikebut di akhir periode, ini adalah sebuah kejanggalan, dan dalam membaca kejanggalan itu hanya ada dua alasan: ketidaktahuan, atau mungkin bahasa lebih halusnya kebodohan, atau ada kepentingan, dan mungkin ini tadi pertanyannya, "ini apa sih kepentingan dari anggota dewan dan elite politik hari ini?" tutup Fatur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul di ILC, Ketua BEM UGM Bikin Salah Fokus

Muncul di ILC, Ketua BEM UGM Bikin Salah Fokus

Tekno | Rabu, 25 September 2019 | 09:14 WIB

Ketua BEM UGM Trending Topic usai Bicara di ILC, Ini Pemikirannya

Ketua BEM UGM Trending Topic usai Bicara di ILC, Ini Pemikirannya

News | Rabu, 25 September 2019 | 08:51 WIB

Dian Sastro Jawab Kritik Yasonna Laoly

Dian Sastro Jawab Kritik Yasonna Laoly

Entertainment | Rabu, 25 September 2019 | 06:15 WIB

Dian Sastro Jawab Kritik Yasonna Laoly yang Bilang Dirinya Bodoh

Dian Sastro Jawab Kritik Yasonna Laoly yang Bilang Dirinya Bodoh

Entertainment | Rabu, 25 September 2019 | 06:00 WIB

Suasana Kondusif, Petugas Cat Tembok Pagar Gedung DPR yang Penuh Coretan

Suasana Kondusif, Petugas Cat Tembok Pagar Gedung DPR yang Penuh Coretan

News | Rabu, 25 September 2019 | 00:27 WIB

Pagar Gedung DPR yang Dirobohkan Mahasiswa Langsung Diperbaiki Malam Ini

Pagar Gedung DPR yang Dirobohkan Mahasiswa Langsung Diperbaiki Malam Ini

News | Selasa, 24 September 2019 | 23:39 WIB

Cerita Nabila yang 30 Menit Tertahan di KRL saat Aksi Mahasiswa Ricuh

Cerita Nabila yang 30 Menit Tertahan di KRL saat Aksi Mahasiswa Ricuh

News | Selasa, 24 September 2019 | 23:33 WIB

Tolak RKUHP hingga Bentrok di DPR , Ini Deretan Aksi Mahasiswa

Tolak RKUHP hingga Bentrok di DPR , Ini Deretan Aksi Mahasiswa

Video | Rabu, 25 September 2019 | 07:00 WIB

Tangkap Mahasiswa sampai Masuk Masjid, Polda Sulsel Minta Maaf

Tangkap Mahasiswa sampai Masuk Masjid, Polda Sulsel Minta Maaf

News | Selasa, 24 September 2019 | 23:19 WIB

Ngakak, Ini Poster Aksi Mahasiswi Malang Singgung Skin Care hingga Zodiak

Ngakak, Ini Poster Aksi Mahasiswi Malang Singgung Skin Care hingga Zodiak

Jatim | Selasa, 24 September 2019 | 22:55 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×