Pendukung dan Pembenci Jokowi Disebut Telah Bersekutu Bunuh KPK

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Minggu, 29 September 2019 | 13:35 WIB
Pendukung dan Pembenci Jokowi Disebut Telah Bersekutu Bunuh KPK
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Biro Pers Istana Kepresidenan)

Suara.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar Pabottingi menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dibunuh dengan adanya revisi UU KPK yang kekinian telah disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Disahkannya UU KPK hasil revisi itu pun dikatakan Mochtar telah melahirkan persekutuan tak suci antara pendukung dan pembenci Jokowi.

Hal itu dikatakan Mochtar lewat akun Twitter pribadinya @MPabottingi. Mulanya, Mochtar berkicau bahwasanya tanpa adanya KPK reformasi hanya akan menjadi bagian dari kebablasan Orde Baru.

"Inti Reformasi adalah KPK. Tanpa KPK, Reformasi sungguh hanya akan menjadi bagian telak dari bablasan Orde Baru!," kicau Mochtar seperti dikutip Suara.com pada Minggu (29/9/2019).

Mochtar lantas berkicau, bahwasanya KPK kekinian telah dibunuh dengan adanya revisi UU KPK yang telah disahkan oleh Jokowi menjadi undang-undang baru. Hal itu, kata Mochtar secara tidak langsung turut melahirkan persekutuan tak suci antara pembenci dan pendukung Jokowi dalam pembunuhan KPK.

"Pembunuhan KPK lewat revisi fatal atas UU-nya telah melahirkan persekutuan tak suci (“unholy alliance”) antara para pendukung setia Presiden @jokowi dengan para pembencinya. Jumlahnya bisa ratusan juta! Hanya Perppu yang bisa membubarkan persekutuan tak suci itu." cuitnya.

Cuitan peneliti LIPI Mochtar Pabottingi soal KPK.(Twitter)
Cuitan peneliti LIPI Mochtar Pabottingi soal KPK.(Twitter)

Mochtar menilai dengan disahkannya UU KPK sejumlah prestasi yang ditorehkan Jokowi kekinian dan kedepan akan sia-sia. Padahal, Jokowi memiliki peluang tercatat sebagai pemimpin dengan segala prestasinya.

"Belasan prestasi besar Orde Baru muspra karena masifnya kanker korupsi di tubuhnya. Aneka prestasi besar Presiden @jokowi hingga kini dan ke depan juga akan muspra dengan pembunuhan KPK. Padahal kedua Presiden ini sama-sama berpeluang besar untuk terekam dalam tinta emas!"

Meski begitu, Mochtar menilai Jokowi sebaliknya bisa saja tercatat sebagai pemimpin yang paling terpuji. Jika, Jokowi dapat membatalkan upaya pembunuhan KPK.

"Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, Presiden @jokowi bisa tercatat sebagai tonggak kepresidenan paling terpuji. Syaratnya hanya dua: teruskan bakti gigih tanpa pamrih untuk negara bangsa kita dan batalkan pembunuhan KPK lewat muslihat paling busuk dari revisi atas UU-nya!," kata dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasdem Dukung, Termasuk Jika Jokowi Tak Keluarkan Perppu KPK

Nasdem Dukung, Termasuk Jika Jokowi Tak Keluarkan Perppu KPK

News | Minggu, 29 September 2019 | 13:34 WIB

Rencana Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Salah Kaprah

Rencana Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Pengamat: Salah Kaprah

News | Minggu, 29 September 2019 | 02:35 WIB

Jokowi Berencana Terbitkan Perppu KPK, PDIP: Sikap yang Kurang Tepat

Jokowi Berencana Terbitkan Perppu KPK, PDIP: Sikap yang Kurang Tepat

News | Sabtu, 28 September 2019 | 21:18 WIB

Soal UU KPK, Sekjen PDIP Sebut akan Bela Jokowi Karena Mayoritas Mendukung

Soal UU KPK, Sekjen PDIP Sebut akan Bela Jokowi Karena Mayoritas Mendukung

News | Sabtu, 28 September 2019 | 18:14 WIB

Pengamat Politik: Gerakan Aksi Mahasiswa Harus Dilakukan Kontinyu

Pengamat Politik: Gerakan Aksi Mahasiswa Harus Dilakukan Kontinyu

News | Sabtu, 28 September 2019 | 16:33 WIB

Desak Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Mahasiswa Aksi Lanjutan 30 September

Desak Jokowi Terbitkan Perppu KPK, Mahasiswa Aksi Lanjutan 30 September

News | Sabtu, 28 September 2019 | 15:22 WIB

Poster Aksi Bertulisan Nomor HP Jadi Viral, Pendemo Dapat Banyak Chat Usil

Poster Aksi Bertulisan Nomor HP Jadi Viral, Pendemo Dapat Banyak Chat Usil

News | Sabtu, 28 September 2019 | 18:35 WIB

Soal Perppu UU KPK, Jaksa Agung: Apa Betul Ada Kegentingan yang Memaksa?

Soal Perppu UU KPK, Jaksa Agung: Apa Betul Ada Kegentingan yang Memaksa?

News | Sabtu, 28 September 2019 | 06:57 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×