Buzzer Hoaks soal Papua Dapat Kucuran Dana Rp 4,2 M untuk Iklan di Facebook

Reza Gunadha, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 16:46 WIB
Buzzer Hoaks soal Papua Dapat Kucuran Dana Rp 4,2 M untuk Iklan di Facebook
[Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Berita hoaks tentang konflik Papua Barat rupanya tak hanya disebar oleh akun-akun di media sosial, melainkan juga melalui iklan di jejaring sosial Facebook alias Facebook ads.

Kabar itu dilaporkan Al Jazeera, Jumat (4/10/2019), terkait penghapusan yang dilakukan Facebook terhadap sejumlah halaman, grup, dan akun dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara.

Akun hingga grup Facebook itu dihapus lantaran menunjukkan "perilaku tidak autentik yang terkoordinasi" yang ditujukan untuk menyesatkan pengguna media sosial.

Facebook, Kamis (3/10/2019), melansir sebanyak 443 akun, 200 halaman, dan 76 grup Facebook, serta 125 akun Instagram, telah dihapus.

Seluruhnya terlacak melakukan tiga operasi berbeda dan "tidak terkait". Salah satunya beroperasi di tiga negara: Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria, sedangkan dua lainnya di Indonesia dan Mesir, untuk menyebarkan unggahan dan artikel berita yang menyesatkan.

Di Indonesia, sejumlah akun terlibat dalam penyebaran berita yang berfokus pada isu dalam negeri.

Akun-akun itu diduga menyebarkan informasi bohong saat gelombang aksi demokratis menentang rasisme serta menuntut hak menentukan nasib sendiri di Papua, ada yang berujung kerusuhan.

"Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan kami menemukan tautan ke sebuah perusahaan media Indonesia InsightID," ujar pihak Facebook.

Selain itu, ditemukan pula pembayaran dalam mata uang rupiah Indonesia sebesar USD 300 ribu atau setara Rp 4,2 miliar untuk iklan Facebook.

baca juga

Al Jazeera menambahkan, selama Pemilu 2019, Presiden Jokowi juga menjadi sasaran disinformasi di media sosial. Beberapa orang menuduhnya sebagai seorang komunis dan beragama Kristen.

Sementara itu, beberapa akun di negara lain, kata Facebook, terlibat dalam penyebaran konten dengan topik seperti aktivitas UEA di Yaman, kesepakatan nuklir Iran, dan kritik terhadap Qatar, Turki, serta Iran.

Operasi tersebut menciptakan "jaringan akun yang bertujuan menyesatkan orang lain tentang siapa mereka, dan apa yang mereka lakukan," ungkap Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber Facebook.

Facebook menambahkan, perusahaannya menghapus akun "berdasarkan perilaku mereka, bukan konten yang mereka unggah."

"Dalam setiap kasus ini, orang-orang di balik kegiatan ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menutupi identitasnya," kata pihak Facebook.

Perusahaan teknologi ini menerangkan, perilaku tidak autentik yang terkoordinasi terdeteksi "ketika sekelompok halaman atau akun bekerja sama untuk menyesatkan orang lain tentang siapa mereka atau apa yang mereka lakukan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendiri Facebook Susun Rencana untuk Bendung Pertumbuhan TikTok

Pendiri Facebook Susun Rencana untuk Bendung Pertumbuhan TikTok

Tekno | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 21:43 WIB

Bilang Buzzer Jokowi Tak Lagi Diperlukan, Moeldoko: Mereka Merugikan

Bilang Buzzer Jokowi Tak Lagi Diperlukan, Moeldoko: Mereka Merugikan

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 21:24 WIB

Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua

Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 18:49 WIB

Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua

Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Istana Bantah Tudingan Pemerintah Gunakan Buzzer

Istana Bantah Tudingan Pemerintah Gunakan Buzzer

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 13:16 WIB

Terkini

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

×