Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 18:49 WIB
Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua
Veronica Koman, pengacara sekaligus aktivis HAM yang kekinian diburu Polri dan pemerintah Indonesia. [SBS News]

Suara.com - Veronica Koman, pengacara cum aktivis HAM, menegaskan bakal terus menyebar serta membela rakyat Papua meski dirinya mendapat beragam ancaman, mulai dari pemerkosaan hingga pembunuhan.

Hal tersebut diungkapkan Veronica yang kekinian menjadi pengungsi politik di Australia, kepada stasiun televisi negara tersebut, ABC News.

Veronica Koman mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tersangka provokator oleh Polda Jawa Timur, ia sebenarnya memilih untuk bersikap low profile, terutama kepada media massa.

Namun, akhirnya ia memutuskan bersedia diwawancara lantaran kerusuhan Papua semakin memanas.

"Sebab, saya rasa saat ini kita menyaksikan periode paling suram di Papua dalam 20 tahun terakhir. Kini ada tindak kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sana," jelasnya, dikutip dari program The World ABC TV yang tayang pada Kamis (3/10/2019) malam.

Status tersangka itu sendiri, juga tudingan sebagai provokator yang disematkan padanya, menurut Veronica Koman, dilakukan Pemerintah RI untuk menghancurkan kredibilitasnya.

"Karena mereka tak bisa membantah data serta rekaman video dan foto yang saya punya, sehingga mereka hanya bisa menyerang kredibilitas saya," ungkap Veronica Koman.

Ia membantah, menyebarkan rekaman dan informasi soal Papua di media sosial untuk memperkeruh suasana, karena, ia mengatakan, justru segala informasi yang ia terima selalu ia saring sebelum disebar.

"Misalnya saat terjadi kerusuhan di Wamena, saya sangat berhati-hati untuk tidak menyebarkan rekaman yang melibatkan konflik horisontal antara penduduk asli dan pendatang. Saya sangat berhati-hati mengenai hal itu," tuturnya.

Lulusan Hukum Internasional universitas swasta di Jakarta itu menyatakan, dirinya hanya ingin mengekspose, mengabarkan, dan membantu memberikan panduan untuk para jurnalis terkait situasi Papua.

Namun tetap saja, perempuan 31 tahun ini mengaku khawatir terhadap keselamatannya sejak ditetapkan tersangka.

Terlebih, seperti yang ia ungkapkan pada SBS TV sebelumnya, ia makin sering mendapat ancaman pembunuhan dan pemerkosaan.

Bahkan, keluarganya di Jakarta diintimidasi sampai harus pindah tempat tinggal.

"Tentu saja saya khawatir dengan diri saya dan keluarga saya di Indonesia. Tapi hal itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang dialami rakyat Papua," ujar Veronica Koman pada presenter ABC Beverley O'Connor.

"Keluarga saya diintimidasi, orang tua saya sudah dua kali menangis meminta saya berhenti, tapi saya sampaikan ke mereka untuk bersabar karena masalah ini jauh lebih besar dari kita," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua

Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Dinilai Kondusif Pasca Kerusuhan Wamena, Pengungsi Diimbau Kembali ke Rumah

Dinilai Kondusif Pasca Kerusuhan Wamena, Pengungsi Diimbau Kembali ke Rumah

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 23:46 WIB

Pengamat Politik Asing: Ancaman Pembunuhan ke Veronica Koman Masalah Serius

Pengamat Politik Asing: Ancaman Pembunuhan ke Veronica Koman Masalah Serius

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 05:04 WIB

Anggota DPR Menangis Ingat Konflik Papua, Sebut Sidang MPR Sandiwara

Anggota DPR Menangis Ingat Konflik Papua, Sebut Sidang MPR Sandiwara

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:17 WIB

Mahasiswa Mau Demo Istana: Tolak Selesaikan Papua Pakai Cara Militer

Mahasiswa Mau Demo Istana: Tolak Selesaikan Papua Pakai Cara Militer

News | Rabu, 02 Oktober 2019 | 15:29 WIB

Terkini

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka

Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:38 WIB

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:25 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:07 WIB

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB