Mendikbud Minta Badan Akreditasi Susun Instrumen untuk Deteksi Radikalisme

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 10 Oktober 2019 | 00:05 WIB
Mendikbud Minta Badan Akreditasi Susun Instrumen untuk Deteksi Radikalisme
Mendikbud Muhadjir Effendy dalam peluncuran Program Digitalisasi Sekolah di salah satu pulau terluar Indonesia, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019). (Dok : Kemendikbud)

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BANSM) menyusun instrumen untuk mendeteksi adanya paham radikalisme di sekolah.

"Makanya tadi saya minta untuk dirumuskan badan akreditasi sekolah," ujar Muhadjir di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/10/2019)..

Muhadjir menuturkan, selama ini akreditasi tersebut sudah dilakukan BANSM dan inspektorat sangat potivistik. Dan proses akreditasi selama ini kata Muhadjir, tidak menjelaskan mana yang salah atau apa ideologi sekolah itu hingga menjadi radikal.

"Selama ini memang tidak ada, sangat positivistik. Karena itu nanti jadi tanggung jawab inspektorat bagaimana nanti merumuskannya pada aspek kurikulum nonteknis yang beraspek pada pembentukan karakter, sikap, ideologi siswa. Nanti harus diukur, sehingga bisa ketahuan yang mana saja daerah-daerah yang rawan," ucap Muhadjir.

Tak hanya itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengaku sudah mengetahui adanya sejumlah sekolah yang terindikasi radikalisme. Namun demikian, perlu ada penilaian dan tolak ukur.

Ia berharap jika instrumen yang tengah disusun bisa segera selesai, sehingga dapat memudahkan untuk mendeteksi paham radikalisme di sekolah.

"Kita tidak bisa, tidak bisa langsung memberi penilaian seperti itu karena memang tidak ada alat ukurnya kan. Karena itu kita harus hati-hati betul untuk segera (membuat instrumen). Kecuali kalau nanti sudah itu, ada instrumennya melalui jalur akreditasi maupun jalur inspektorat pengawasan nanti kan bisa ketahuan itu," ucap dia.

Ketika ditanya apakah perlu mengubah kurikulum untuk menangkal radikalisme di sekolah, Muhadjir menuturkan bahwa kurikulum akan selalu berubah dan mengukuti perkembangan zaman.

"Kurikulum itu sebetulnya kan selalu berubah ya. Namanya saja kurikulum change. Kurikulum tuh kan ada curiculum design, ada curiculum development, ada curiculum change. Jadi selalu itu," kata dia.

baca juga

"Hanya kita selalu menganggap kalau kurikulum baru berubah itu kalau sudah ada dari kurikulum KTSP jadi kurikulum K13 itu berubah, nggak! kebetulnya tiap tahun mesti kita evaluasi, mesti kita kaji, kita sesuaikan. Apalagi dengan era sekarang yang percepatan perubahannya sudah luar biasa ini. Kalau kurikulum tidak berubah, ya, akan ditinggal," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbud Tetapkan 267 Warisan Budaya Takbenda

Kemendikbud Tetapkan 267 Warisan Budaya Takbenda

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 10:02 WIB

Mendikbud: Budaya Indonesia Jadi Penangkal Pengaruh Ideologi dari Luar

Mendikbud: Budaya Indonesia Jadi Penangkal Pengaruh Ideologi dari Luar

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 05:15 WIB

Sulit Dapat Kerja, 5.000 SMK Bakal Direvitalisasi Pemerintah

Sulit Dapat Kerja, 5.000 SMK Bakal Direvitalisasi Pemerintah

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 16:09 WIB

Asyik, 6 Permainan Tradisional Ini Ada di Pekan Kebudayaan Nasional Lho!

Asyik, 6 Permainan Tradisional Ini Ada di Pekan Kebudayaan Nasional Lho!

Lifestyle | Senin, 07 Oktober 2019 | 13:48 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×