Wiranto Ditusuk, Ketua MPR Minta Pelaku Dihukum Berat

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Wiranto Ditusuk, Ketua MPR Minta Pelaku Dihukum Berat
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. [Suara.com/Stephanus Arandityo]

Bamsoet meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penusukan Wiranto.

Suara.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengaku prihatin dengan kejadian penusukan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Ia mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan kepada pejabat negara seperti Wiranto.

Hal itu disampaikan politikus yang akrab disapa Bamsoet usai menemui Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, (10/10/2019).

"Saya sebagai pimpinan MPR tentu mengecam tindakan apapun atas nama apapun atas kekerasan atau anarkis yang dilakukan terhadap seseorang apalagi itu seorang pejabat negara," ujar Bamsoet di rumah Megawati.

Bamsoet meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Ia juga meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penusukan Wiranto.

"Pelakunya harus dihukum berat dan kepolisian membongkar jaringan sampai ke akar-akarnya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Aksi penusukan itu dilakukan Syahril Alamsyah alias Abu Rara. Akibat peristiwa tersebut, Wiranto mengalami dua luka tusukan di bagian perut.

Dalam kasus ini, polisi telah meringkus Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto. Pasangan suami istri itu kini sudah menjadi tersangka dan kini sudah ditahan di Polres Pandeglang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS